ZeeVanya

ZeeVanya
Bab 46 Tugas pertama di kelas desain



Hal yang sama tengah berlangsung di gedung fakultas Zee, dimana saat ini dirinya dan geng menikmati makan siang disebuah area khusus murid senior.


Sabrina terus saja lengket disisi Zee, menggelayut manja seperti biasa cuma kali ini Zee merasa tidak nyaman.


"Astaga Bri, bisa kan kamu duduk sendiri dan habiskan makananmu. Jangan menggelayut begini." Zee melepaskan sedikit kasar tangan Sabrina yang mengalung di lengan Zee .


"Memangnya kenapa sih Zee, bukankah biasanya kamu fine fine aja. Ada yang salah disini Zee, ada apa denganmu heumm ?" tanya Sabrina pura pura sedih.


"Nothing. Aku hanya sedang tidak ingin bermesraan, ada banyak yang harus aku selesaikan untuk skripsiku dan aku rasa sebaiknya kita jaga jarak dulu Bri, aku butuh fokus ." Zee menggeleng kepalanya sekali lalu memilih untuk pergi meninggalkan bangku tempatnya duduk.


Teman Zee juga heran, "Kenapa Zee tiba tiba berubah ya ,sejak liburan kemarin dia sulit dihubungi dan gak mau diajak hang out bareng."


Teman yang lain merespon hal yang sama tidak terkecuali Sabrina.


"Apa kalian perhatikan ada yang aneh dengan Zee ? dia jadi lebih pendiam dan menutup diri, dia juga selalu menghindari aku." ucap Sabrina dengan tampang inocent tanpa dosa.


"Aku tadi pagi lihat mobil Zee keluar dari gedung F , sepertinya Zee dapat gebetan baru deh. " ucap teman yang lainnya dan hal itu membuat Sabrina geram.


"Zee ku tidak mungkin selingkuh !!" Sabrina sedikit membentak.


"Kenapa kamu kesal saat Zee dekat dengan wanita lain Bri, hubungan kalian belum sejauh itu kan ?aku sih tidak masalah Zee dekat dengan wanita manapun . Zee berhak bahagia dengan jalan hidupnya. Sabrina, apa kamu pikir Zee bakal nikahin kamu kalau dia tahu perbuatan kamu dibelakang dia heum ?" smirk menghina Gordon sangat menghantam mental Sabrina.


Tentu saja hubungan mereka memang belum sejauh itu. Zee dan Sabrina belum pernah tidur bareng pacaran juga baru sebatas gandengan tangan dan ciuman.


"Jangan membual Gordon, Zee hanya milikku, titik !" Sabrina menghentak kakinya keras lalu pergi begitu saja.


Teman teman geng Zee saling melempar pandang dan ber smirk ria, seolah mereka tahu semua tentang Sabrina.


Sedangkan Sabrina yang kesal, dia segera melangkahkan kakinya menuju gedung F, tempat dimana Vanya belajar.


Di dalam kelas terakhir yang Vanya ikuti saat ini sedang memasuki jam mata kuliah yang membahas tentang bagaimana cara membuat pola desain gaun pesta yang mewah dan elegan.


Dosen menunjukkan beberapa gaun rancangan desainer ternama yang sedang tren di kalangan masyarakat saat ini dan tugas yang Dosen tersebut berikan adalah,


"Buatlah satu pola rancangan sesuai imajinasi kalian. Tidak harus sempurna namun harus berkarakter dan mampu menggambarkan jati diri kalian. Bayangkan jika kalian adalah desainer yang handal dan terkenal, berpikirlah diposisi itu agar kalian bisa menciptakan karya. Pola terbaik akan saya rekomendasikan untuk dijadikan contoh gaun fashion show saat perayaan pergantian semester depan. Jadi meskipun kalian murid baru tapi saya berharap kalian bisa menunjukkan kualitas diri kalian lewat sebuah karya ." ucapan Dosen sangat memberi motivasi bagi seluruh murid yang hadir.


Tidak terkecuali Vanya yang menjadi sangat antusias memainkan buku sketsa desain dengan bekal ilmu yang dipelajari hari ini.


Beberapa waktu kemudian kelas selesai, dosen keluar terlebih dahulu diikuti para murid lainnya.


Vanya keluar terakhir karena saat ini dia masih asik berseluncur di sosial media mengintip akun desainer terkenal yang disebutkan Dosen tadi.


Terlalu larut dalam selancar online sampai membuat Vanya lupa waktu tidak mengirim pesan pada Zee jika kelasnya sudah selesai.


Di tempat lain, Sabrina seperti alien yang terjebak di planet bumi. Kehadiran Sabrina di gedung F menjadi pusat perhatian lantaran gaya busana Sabrina yang terlalu seksi, meski tidak terbuka tapi ketat sampai memperlihatkan lekuk tubuh bak gitar Spanyol yang membuat mata kaum adam berdecak kagum, tubuh yang indah..


Bermenit menit terbuang sia sia, Sabrina tidak mendapatkan informasi yang dia inginkan meski sudah bertanya pada beberapa murid.


Mereka mengatakan tidak melihat Zee mengantar atau bertemu murid di fakultas desain dan tata busana.


Anjing, mereka membodohi aku !! Batin Sabrina kesal dan kemudian memilih untuk pergi meninggalkan gedung F.


Satu jam kemudian..