ZeeVanya

ZeeVanya
Bab 63 Operasi tangkap tangan



Besoknya..


Sabrina melenguh panjang bangun dari tidur nya yang entah kenapa terasa sangat nyenyak. Sembari mengumpulkan kesadaran Sabrina memijit pelipisnya saat merasakan pusing di kepala.


"Aku rasa aku terlalu banyak minum , astaga rasanya berat sekali kepalaku." Sabrina sampai memukul kepalanya beberapa kali menggunakan telapak tangan.


Sabrina bangun hendak beranjak dari ranjang saat merasakan sekujur tubuhnya bagai remuk redam, padahal seingat Sabrina kemarin dia tidak kemana mana, hanya berada di dalam apartemen setelah Gordon kekasih gelapnya pulang .


Sabrina teringat akan hal yang membuat dirinya emosi kemarin, kemudian dia juga masih mengingat ketika di mabuk saking banyaknya minum alkohol hingga, ingatan setelah itu agak buram.


Sabrina tidak bisa mengingat dengan jelas apa yang dia alami selanjutnya. Semakin diingat akan semakin membuat kepalanya sakit seperti mau pecah.


"Fixed, aku harus mengurangi konsumsi alkohol jika tidak otakku pasti akan semakin rusak, bahkan mengingat hal hal yang aku alami saja sulit." gumam Sabrina sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Saat menyalakan shower , Sabrina mulai melepaskan piyama tidurnya lalu membasahi seluruh tubuh lewat guyuran air shower yang hangat.


Otot otot tubuhnya terasa sangat tegang dan setiap kali Sabrina berusaha mengingat apa yang membuat dirinya kelelahan sampai segitunya selalu gagal dan berakhir dengan kepala yang terasa sakit.


Tidak ada yang aneh di dalam apartemen Sabrina, semua tampak biasa saja tidak seperti tidak pernah terjadi sesuatu.


Satu hal yang membuat Sabrina berpikir secara logis adalah, mungkin rasa nyeri di beberapa bagian tubuhnya terutama liang seng gama nya pasti gara gara Gordon sang kekasih gelap yang terlalu bru tal bermain.


Memilih mengabaikan memory ingatan yang tiba tiba menghilang, Sabrina saat ini tengah bersiap untuk membalas wanita gatal yang sudah berani menggoda sang pacar.


Sabrina keluar dari apartemen mengenakan pakaian tertutup, mantel panjang, sepatu boot, kacamata, masker dan penutup kepala. Benar benar niat sekali untuk melakukan aksi balas dendam.


Sebelumnya Sabrina sudah menyiapkan sebuah motor yang akan dia gunakan untuk hari ini.


Setelah menyalakan mesin motornya Sabrina melaju dengan kecepatan sedang menuju ke suatu tempat.


Sementara itu,


Seperti biasa Zee hanya mengantar Vanya sampai di parkiran kampus gedung F, setelah memastikan Vanya masuk ke dalam kelas dengan aman Zee lekas balik ke apartemen untuk berganti pakaian kerja ala pegawai magang.


Vanya masih menjadi sorotan meski berita skandal sudah diredam tapi tetap saja ada beberapa pihak yang mencibir Vanya.


Vanya mencoba untuk bersikap setenang mungkin agar tidak mudah terpancing cibiran beberapa teman kampus yang bahkan dia sendiri tidak mengenal mereka.


Jika aku sampai terpancing emosi dan marah , arti nya mereka menang dan aku kalah. Baiklah Vanya karena kamu tidak bersalah mari bersikap sebiasa mungkin dan fokus pada setiap kelas kuliah hari ini. Semangat !!! batin Vanya bermonolog sendiri.


Tidak ada hal aneh yang terjadi sampai menjelang sore hari bertepatan dengan jam pulang kampus.


Merry sedang sibuk melakukan cek aula kampus yang akan dipakai untuk acara peragaan busana yang hanya tinggal beberapa minggu lagi.


Vanya pun memilih untuk menghampiri Merry di aula kampus. Melihat bagaimana persiapan pagelaran busana yang seperti nya terlalu sempurna untuk kelas murid kuliahan, tapi bukan Merry namanya jika tidak berani menggelontorkan uang sampai puluhan juta dollar demi proyek yang dia cetuskan.


"Kurasa aku akan menunggu Zee saja di perpustakaan. Tadi pagi dia bilang mau jemput aku." pamit Vanya kepada Merry.


"Ingat Vanya , jangan pulang sendiri diluar sana sedang tidak aman untukmu. Kalau bosan di perpustakaan kamu bisa istirahat di gedung rahasiaku, " ucap Merry yang mengantar kan Vanya sampai keluar aula.


Dua sahabat itu berpisah, Merry kembali masuk ke dalam aula sedangkan Vanya melangkah kan kakinya ke arah perpustakaan sambil mengirim pesan teks pada Zee jika dirinya akan menunggu di perpustakaan.


Pesan terkirim saat Vanya melangkah masuk ke dalam gedung perpustakaan kampus.


Sementara Vanya larut dalam membaca buku di perpustakaan, sesuatu tengah terjadi di perusahaan tempat sang suami bekerja sebagai pegawai magang.


Perusahaan tempat Zee magang hari ini sedang terjadi kehebohan ,sejak siang hari setelah jam makan siang sampai sore ini beberapa orang dari tim pengawas audit perusahaan dari pusat Sanders company melakukan inspeksi mendadak di divisi tempat Zee berada saat ini.


Mereka benar benar meng audit setiap berkas laporan maupun arsip arsip yang tersimpan selama satu tahun terakhir.


Seperti layaknya Operasi tangkap tangan, tim audit dari perusahaan pusat menemukan beberapa kejanggalan terhadap berkas laporan keuangan perusahaan selama satu tahun terakhir dan mereka menyisir setiap berkas di ruang arsip.


"Jadi ternyata ini, kemarin kita baru saja membereskan berkas berkas eh hari ini ada inspeksi mendadak. Menurut kamu siapa ya yang berani melapor ke kantor pusat !" tanya pegawai senior yang sejak kemarin mendampingi Zee bekerja di divisi tersebut.


"Mana aku tahu kak senior , tapi semoga tim audit berhasil menemukan berkas berkas yang bermasalah dan perusahaan ini kembali sehat. " ucap Zee dengan eskpresi polosnya.


"Selain neraca keuangan perusahaan yang kembali sehat, aku juga sangat berharap mereka menangkap para petinggi perusahaan yang melakukan kecurangan. Kapan lagi tim Audi dari Perusahaan pusat melakukan sidak di sini kan." ucap kak pegawai senior penuh harap.


Zee mengangguk setuju , saat ini mereka masih berdiri di salah satu sudut ruangan mengamati bagaimana tim audit bekerja.


Entah siapa yang melaporkan tapi saat ini tim audit berhasil menemukan berkas yang disembunyikan oleh beberapa oknum agar tidak terdeteksi.


Beberapa kardus yang sengaja disembunyikan berhasil di temukan oleh satu satu tim audit , kardus yang sama dengan yang dibereskan Zee bersama kakak pegawai senior kemarin.


Nama nama petinggi perusahaan di sebutkan sebagai tersangka pelaku kecurangan laporan neraca keuangan perusahaan dan tim audit bergerak cepat mengamankan barang bukti berikut para tersangka.


Suasana di perusahaan menjadi gaduh, berita tertangkapnya beberapa petinggi perusahaan terutama dari divisi keuangan dan beberapa dari divisi lainnya menjadi topik pembicaraan panas di dalam grup karyawan.


Mereka tidak menyangka jika para petinggi justru yang membawa masalah korupsi di perusahaan sampai mencapai angka fantastis.


Jika dibiarkan lama lama perusahaan tersebut bisa bangkrut dalam waktu kurang dari lima tahun ke depan .


Setelah tim audit pergi dari perusahaan menggunakan dua mobil berisi barang bukti kecurangan, serta satu mobil lainnya berisi para tersangka korupsi para pegawai diminta untuk merapikan semua ke tempat semula sebelum pulang.


Zee ikut membantu kakak senior membereskan ruangan dimana sisa berkas yang diperiksa oleh tim Audit tadi. Tidak terasa Zee bekerja sampai lewat jam kantor dan melupakan ponselnya saking sibuk membantu para senior.