ZeeVanya

ZeeVanya
Bab 69 Bertemu idola



Sore hari sebelum senja Zee dan Vanya sudah berada di area lokasi pagelaran Paris fashion week. Mereka masuk lewat pintu khusus tamu V I P.


Sementara menunggu acara di mulai Vanya dan Zee berjalan jalan disekitar area taman menara Eiffel yang terletak di belakang tempat acara.


Sambil bergandengan tangan Zee dan Vanya sesekali melempar senyum dan bercanda ringan. Suasana di sekitar menara Eiffel memang terasa sejuk membuat setiap pengunjung merasa betah untuk menghabiskan waktu berlama lama di sana.


Ketika senja tiba, satu persatu tamu mulai berdatangan, awak media sudah siaga sejak tadi demi mendapatkan posisi terbaik untuk mengabadikan momen saat bintang tamu ambasador brand terkemuka tiba di lokasi.


Zee dan Vanya berjalan jalan di sekitar menara Eiffel hingga memasuki beberapa menit sebelum acara di mulai baru keduanya masuk ke dalam area acara, mencari tempat duduk sesuai tiket V I P yang ada di tangan mereka.


Vanya yang bersemangat sangat tidak sabar untuk bisa melihat sang idola yang akan muncul sebagai model bintang tamu ambasador merk kenamaan C line.


"Seandainya saja bisa ketemu langsung, aku ingin minta tanda tangannya. Tapi kayaknya gak mungkin ya Zee, lihat aja itu body guard nya di mana mana. Meski berada di satu tempat bahkan jarak kami ga ada sepuluh meter tapi nyatanya belum tentu bisa bertegur sapa. Aaa Kim Tae hyung kenapa kamu ganteng sekali." puji Vanya antusias saat melihat sang idola tengah melangkah kan kakinya berjalan berbaris dengan para model lainnya.


"Kamu mau ketemu langsung sama dia ?" kata Zee menunjuk ke arah Kim Tae hyung yang sedang siap berjalan tampil sebagai model.


"Iya, kalau bisa sih tapi kayaknya gak mungkin deh. Dekat tapi tetap saja tak tergapai ." ucap Vanya merengek sendiri dan itu membuat Zee menjadi gemas.


"Vanya , apa hadiah buat aku kalau misalnya aku bisa bawa kamu ketemuan sama idolamu itu heumm ?" kata Zee sambil memiringkan kepalanya menatap Vanya.


"Kalau kamu bisa bawa aku ketemu langsung trus dapetin tanda tangannya sama ngobrol bareng habis acara ini selesai, kamu mau hadiah apa kalau aku bisa turuti pasti aku turuti." jawab Vanya dengan binar antusias .


"Tapi aku yakin kamu pasti gak bisa sih Zee, memangnya punya kuasa apa kita sampai bisa melakukan itu hehee." Vanya terkekeh meremehkan penawaran Zee .


"Kita lihat saja nanti, " ucap Zee singkat , yakin dan percaya diri.


Kemudian keduanya kembali sama sama menikmati sisa acara pagelaran Paris fashion show.


Setelah acara pagelaran busana selesai ,selanjutnya adalah acara gala dinner yang di selenggarakan pihak acara dimana para model , desainer serta tamu undangan khusus akan berkumpul di salah satu ball room hotel yang disiapkan khusus untuk acara tersebut .


Acara gala dinner hanya bisa dihadiri mereka yang mendapat undangan khusus dari panitia dan tanpa sepengetahuan Vanya, Zee berhasil mendapatkan dua undangan khusus tersebut.


Saat semua orang membubarkan diri dari tempat acara, Vanya dan Zee sedang melangkahkan kaki ke arah belakang panggung acara tampak menemui seorang panitia yang ternyata adalah kerabat keluarga Sanders.


"Uncle, bisa kah uncle bantu kami bertemu salah seorang bintang tamu acara malam ini ? seorang bintang tamu dari Korea, Kim Tae hyung." ucap Zee kala berhasil bertemu lalu ngobrol dengan kerabatnya.


"Wah, sayang sekali nak. Mereka sudah tidak ada di sini, karena begitu acara selesai mereka semua langsung pindah ke hotel Louvrey untuk menghadiri acara gala dinner sekaligus perayaan kesuksesan acara ." ucap sang uncle sungkan meminta maaf.


"Yaah , kita gak bisa ketemu dong Zee. Huft yaudah deh kita langsung balik ke apartemen aja " ucap Vanya dengan raut muka kecewa.


Vanya melangkah kan kakinya dengan lesu sedangkan Zee yang sudah mendapat dua undangan khusus pun berusaha menahan diri untuk tidak tertawa dan menyerahkan Sekarang.


Zee dan Vanya melangkah menuju tempat parkir, lalu dengan kecepatan sedang Zee mengarahkan mobilnya ke tempat dimana hotel Louvrey berada.


Vanya tidak terlalu ngeh saat mobil Zee memasuki pelataran gedung hotel Lovrey, kemudian setelah mematikan mesin mobil,


"Kita sudah sampai Vanya, ayo kita turun sekarang." ucap Zee sembari membantu Vanya melepaskan sabuk pengaman nya.


"Kok ke hotel Zee ?" tanya Vanya .


"Ikut saja sebentar, ayo." Zee keluar dari mobil lalu berlari kecil membukakan pintu satunya untuk Vanya.


Setelah menunjukkan undangan khusus yang di bawa oleh Zee selanjutnya, dua orang lainnya tampak membukakan pintu ball room acara gala dinner.


Begitu pintu dibuka, Zee dan Vanya melangkah masuk dengan penuh rasa kagum. Vanya mengeratkan tangannya di lengan sang suami saat netranya menyapu disetiap sudut ruangan.


Para artis, model yang tadi tampil di pagelaran Paris fashion week tampak membaur bercengkrama menikmati hidangan mewah ala prasmanan.


"Zee, i.. Ini.." bisik Vanya speechless.


"Kan sudah kubilang, aku akan bawa kamu ketemu sama idola kamu. Ayo kita cari keberadaannya ." jawab Zee pelan membisik di dekat wajah Vanya. Tentu saja itu membuat Vanya tersipu senang.


Postur tubuh Zee yang lebih tinggi memudahkan saat mencari sosok idola sang istri, dan benar saja dari kejauhan tampak pria yang di maksud tengah mengobrol dengan sesama model dan beberapa desainer.


Dengan langkah yakin Zee membawa Vanya agar mengikuti langkahnya sampai tepat berada di dekat pria yang di maksud, hanya berjarak kurang dari dua meter dan Vanya mematung speechless ketika Zee mulai menyapa setiap mereka di hadapannya.


Keluarga Sanders memang terkenal di kalangan para desainer ternama khususnya di Paris, Perancis. Setiap desainer akan merasa tersanjung ketika keluarga Sanders menyukai koleksi mereka dan selalu membeli koleksi terbaru yang menarik .


"Saya datang bersama istri saya, dan kebetulan dia penggemar dari salah satu model bintang tamu dari Korea,apakah kalian berkenan jika kita mengambil beberapa foto ?" tanya Zee kepada mereka yang tentu saja tidak satu pun bisa menolak.


Vanya yang sejak tadi berdiri memaku di belakang sang suami tampak berdebar jantungnya sambil sesekali mencuri pandang ke arah Kim Tae hyung yang berdiri tepat di sisi kanan sang suami.


Kemudian sesuai arahan seorang fotografer acara, mereka memposisikan diri berjejer dengan pose, beberapa desainer berdiri berjejer disisi kiri dan kanan menghadap ke arah kamera .


Kemudian Zee dan Vanya berada di tengah dengan beberapa model , tentu saja Zee sengaja memposisikan Vanya berdiri tepat di samping idolanya.


Cekrek.. Cekrek.. cekrek..


Fotografer acara mengabadikan beberapa kali dengan pose berbeda. Dan yang terakhir secara khusus Zee meminta sang fotografer memotret dirinya bersama sang istri dan idola sang istri.


Cekrek..


Sebuah foto yang paling Vanya sukai, dirinya berada ditengah dengan Zee berdiri di samping kanan dan Kin tae hyung berdiri di samping kiri.


Usai meminta foto tidak lupa Vanya dan Zee mengobrol sejenak dengan sang idola. Sayangnya tidak bisa berlama lama Lantaran beberapa body guard sang idola tampak siaga ketika semakin banyak tamu yang ingin mendekat i ke arah Kim tae hyung.


"Nice to meet you V, semoga suatu hari bisa bertemu dengan para member yang lain, borahe πŸ’œ" ucap Vanya dengan senyum malu saat harus pergi.


"Nice to meet you too Army Vanya, borahe πŸ’œ" ucap sang idola dengan nada suara ramah dan sopan.


Vanya melangkahkan kakinya pergi dari acara dengan senyum sumringah yang sangat cerah.


"Kamu senang heum ? semua sudah kamu dapatkan bukan, " tanya Zee yang terus menggandeng tangan Vanya meninggalkan ball room acara gala dinner.


"Seneng banget Zee, dia bahkan kasih tanda tangan di tas ku ini. Aku gak akan pernah lupain momen ini selamanya, thanks ya Zee." ucap Vanya tersenyum penuh binar.


"Kalau begitu sekarang giliran aku untuk mendapatkan hadiah, come on.." ucap Zee saat membawa sang istri masuk ke dalam lift lalu ,


"Loh kok bukannya kita mau pulang ?" kata Vanya yang heran karena sang suami justru menekan sebuah tombol untuk lantai yang paling atas.


"No baby, aku mau hadiahku sekarang,malam ini. Aku mau bercinta semalaman di kamar hotel Louvrey. " bisik Zee tepat di dekat daun telinga sang istri, membuat Vanya tiba tiba merinding,