ZeeVanya

ZeeVanya
Bab 30 Naik motor



Besoknya..


Setelah Daddy Devan berangkat ke kantor bersama asisten Clark yang menjemput menggunakan mobil, Zee dan Vanya juga gegas bersiap untuk jalan jalan naik motor.


Mommy Lucy sendiri mengijinkan Zee mengajak Vanya jalan jalan menurutnya itu akan bagus untuk mengikat hubungan mereka agar lebih mengenal satu sama lain.


Udara dingin disertai cuaca sejuk karena sedikit mendung, Zee keluar dari garasi dengan mengendarai sebuah motor gede miliknya yang merupakan hadiah ulang tahun dari sang Daddy saat usianya 17 tahun.


"Pakai helm dulu Vanya " Zee mengulurkan sebuah helm wanita untuk Vanya.


Kemudian setelah Vanya duduk dengan benar di belakang, Zee melajukan motornya dengan kecepatan sedang keluar dari area mansion Sanders.


Karena motor melaju dengan kecepatan yang sedang ,Vanya tidak perlu berpegangan erat pada Zee. Vanya sangat menikmati sejuknya hari ini kala mereka melewati jejeran pohon rindang di sepanjang jalan keluar dari wilayah mansion keluarga Sanders.


"Pegangan Vanya, kita akan sedikit bersenang senang !" seru Zee saat motor gede yang mereka naiki mulai memasuki jalanan utama yang cukup lengang.


Vanya tidak menjawab tapi sedetik kemudian tampak mengeratkan pegangan tangan di jaket Zee


dan sejurus kemudian Zee menambah kecepatan lebih tinggi.


Zee suka sekali memacu adrenalin lewat kecepatan dalam berkendara, tapi hal itu justru membuat Vanya takut.


"Zee , pelan sedikit aku takut !!" teriak Vanya berucap namun sepertinya Zee tidak dengar dan tetap melaju dengan kecepatan yang dia inginkan.


Sepanjang perjalanan terpaksa Vanya lebih mengeratkan pelukan ke tubuh Zee, bukan lagi berpegangan pada jaket tapi tangan Vanya melingkar erat memeluk dari belakang.


Vanya terus memejamkan mata , bayangan kecepatan tinggi masih mengingatkan dirinya pada kejadian kecelakaan waktu di pantai Kutha dulu.


Sementara Zee hanya menyunggingkan senyum tipis mengira jika Vanya juga menikmati perjalanan sama seperti dirinya.


Motor gede milik Zee berhenti di pelataran parkir, setelah mematikan mesin motor Zee membantu Vanya turun dari boncengan dan juga membantu melepaskan helm.


"Vanya, are you oke ? kenapa wajahmu pucat begini ?" tanya Zee khawatir.


"Sudah kubilang aku takut, tapi kamu tetep ngebut." ucap Vanya dengan tubuh yang terasa lemas.


"I am sorry Vanya , kupikir kamu menikmati perjalanan kita tadi .Yasudah ayo kita istirahat di kafe situ dulu, kamu butuh minum untuk menenangkan diri, ayo.." Zee menggandeng tangan Vanya masuk ke sebuah kafe yang berada di gedung samping perpustakaan kota.


Zee memesankan minuman hangat untuk dirinya dan juga Vanya. Mereka duduk di salah satu kursi pengunjung dekat jendela.


"Apa sebaiknya kita pulang saja Vanya ? kita bisa ke perpustakaan lain kali." ucap Zee menawarkan, Zee tidak mau diomeli Daddy Devan karena membiarkan Vanya yang ketakutan naik motor dengannya.


"Jangan Zee, aku masih ingin ke perpustakaan. Sayang sekali kapan lagi aku bisa kesitu kan, lagian bukankah kamu bilang juga ada janji dengan temanmu untuk mengerjakan tugas kampus ? Aku malu kalau ikut jadi aku akan tunggu kamu di perpustakaan saja." Saat keluar rumah tadi Zee sempat bilang ada tugas mendadak dengan teman kampusnya yang harus segera diselesaikan hari ini juga.


Setelah menghabiskan dua gelas coklat panas, Zee mengantar Vanya masuk ke dalam gedung perpustakaan kota.


"Kamu jangan keluar dari gedung ini ya Vanya, pokoknya tunggu sampai aku datang dan jemput kamu. " ucap Zee yang berjalan disisi Vanya masuk ke arah rak buku tujuan Vanya.


"Hhmmm oke Zee. Aku bakal disini terus sampai kamu datang. Aku akan baik baik saja selama ada buku buku itu." ucap Vanya sembari menatap binar ke arah susunan rak berisi buku buku desainer terkenal .


"Aku akan pergi sekarang untuk mengerjakan tugas kampus dengan temanku. See you this afternoon Vanya." Zee mengusap lengan Vanya sambil mengucapkan sampai jumpa nanti sore .


Vanya yang tersenyum mengantar kepergian langkah kaki Zee sampai tak terlihat. Sedangkan Zee menyunggingkan senyum smirk kala berhasil membuat Vanya menurut padanya.


Sembari menuju ke tempat parkir motor Zee menelpon seseorang, "Sayang aku dalam perjalanan, see you in ten minute .."


Tampak raut wajah sumringah Zee yang menyalakan mesin motor lalu melaju cepat ke tempat sang pacar berada .