ZeeVanya

ZeeVanya
Bab 31 Kencan



Motor Zee tiba didepan sebuah Mall , tempat dimana dirinya janjian dengan Sabrina sang kekasih untuk kencan hari ini.


"Helo sayang , aku kangen banget !!" girang Sabrina saat menyambut memeluk Zee yang mendekat sambil melambaikan tangan.


"Aku juga kangen banget sayang, sudah lama nunggu ?" tanya Zee sembari membalas pelukan Sabrina.


Usai mengurai pelukan keduanya mulai melangkahkan kaki masuk ke dalam Mall. Zee dan Sabrina berkeliling mall untuk melihat lihat apa ada barang yang mereka inginkan.


"Zee, aku belum beli tas baru buat kuliah minggu depan." ucap Sabrina menghentikan langkahnya dan langsung menarik lengan Zee masuk ke sebuah toko tas terkenal bermerk.


Zee sama sekali tidak menolak , dirinya menurut i apa saja yang Sabrina inginkan termasuk kali ini membeli tas senilai fantastis yang jika dirupiahkan maka jumlah nol nya akan berbaris tujuh digit alias puluhan juta.


Sabrina tanpa ragu memilih tas model terbaru yang harganya ratusan ribu dollar. Memang bukan hal yang sulit bagi Zee karena memiliki kartu hitam ajaib pemberian sang mommy.


Netra Sabrina berbinar saat melihat kartu hitam Zee tergesek di bagian kasir lalu sesaat kemudian tas mewah super mahal itu beralih ke dalam genggaman tangan Sabrina.


"Thanks Zee.. i love you." Sabrina mendaratkan satu kecupan singkat di pipi.


"Ini bukan hal yang merepotkan kok sayang, selama kamu suka aku juga pasti suka. Heumm setelah ini mau kemana ? " gandeng tangan Zee mengajak Sabrina pindah ke toko lainnya.


Hubungan pacaran Zee dan Sabrina memang masih di dalam batas aman. Mereka berdua tidak pernah melakukan aktivitas ranjang seperti yang teman seusia mereka sering lakukan.


Gaya pacaran Zee dan Sabrina adalah menjaga kehormatan masing masing sampai nanti mereka menikah. Rencana Zee adalah setelah wisuda akan mengenalkan Sabrina pada kedua orang tuanya sebagai pasangan kekasih yang serius.


Pernah Sabrina mengajak Zee untuk bercinta namun alih alih setuju Zee justru menolak secara halus, Zee tidak ingin merusak anak orang tanpa ikatan cinta yang pasti.


Dan meski sampai saat ini mereka sama sama yakin jika cinta sejati adalah satu sama lain tapi Zee ingin menjadikan Sabrina istri sebelum melakukan hubungan suami istri.


Zee menganggap ayah dan asistennya hanya membual karena Zee tidak akan percaya jika belum melihat sendiri secara langsung apa yang mereka tuduhkan pada Sabrina. Jadi menurut Zee Sabrina masih menempati posisi utama di hatinya saat ini karena sampai sekarang Zee tidak pernah melihat Sabrina dekat dengan pria lain apalagi memergoki Sabrina kencan dengan pria lain. Dimata Zee Sabrina adalah tipikal wanita yang sangat menjaga diri .


Kurang dari satu jam mereka berkeliling mall. Sudah banyak paper bag yang berada di genggaman tangan kiri dan kanan Sabrina. Zee juga membantu membawakan beberapa paper bag .


Puas berbelanja menghabiskan uang jutaan dollar bersama sang kekasih. Zee mengajak Sabrina untuk makan siang di sebuah restoran yang berada di dalam Mall.


Saat sedang menikmati makan siang berdua , tampak seorang pria berjas dan pakai kacamata hitam memotret Zee dan Sabrina kemudian mengirim ke sebuah nomor diponselnya.


Pria yang merupakan mata mata utusan Daddy Devan itu tampak gesit mengirimkan pesan melaporkan setiap kejadian yang terlihat di hadapannya.


"Sayangku Zee.. maaf banget tapi ini.. tiba tiba ayah ku mengirim pesan, dia ingin aku segera pulang." ucap Sabrina merasa tak enak hati.


"Ayahmu lebih penting sayang , mau aku antar heumn ?" ucap Zee menawarkan tapi dengan Halus Sabrina menolak karena tidak ingin merepotkan Zee.


"Tidak perlu sayang, aku sudah pesan taksi online kok." kata Sabrina lagi dengan senyumnya.


"Baiklah kalau begitu aku temani sampai kamu naik taksi ." ucapan Zee yang serius membuat Sabrina senang karena merasa diperhatikan lebih oleh sang kekasih


Beberapa menit berselang taksi yang dimaksud Sabrina tampak berhenti di depan Mall, Zee mengantar sang pacar dan membantu memasukkan paper bag belanjaan ke dalam mobil .


Tidak lupa mereka melakukan cipika cipiki sebelum taksi Sabrina melaju pergi meninggalkan Mall.


Zee yang masih berdiri melihat taksi yang ditumpangi sang pacar pergi kini kembali masuk ke dalam mall.


Tiba tiba saja Zee kepikiran Vanya ,