
Dalam perjalanan menuju apartemen,
"Akhir pekan ini ayo kita menghadiri acara Paris Fashion Week, aku dengar akan ada bintang tamu dari Korea. Bukankah kamu suka K pop ?" tanya Zee ketika di dalam mobil dalam perjalanan dari kampus pulang ke apartemen.
"Gak tahu ." jawab Vanya singkat. Vanya lebih memilih mengamankan ke luar jendela ketimbang merespon ajakan Zee.
"Kita bisa datang lewat jalur V I P , tidak perlu berdesakan dengan pengunjung umum dan mungkin jika kita beruntung bisa ketemu langsung dengan para artis dan penyanyi korea. Bukannya kamu fangirl B T S ya Vanya ? Kalau kamu mau aku bisa dapatkan tiket V I P hari ini juga tapi kalau kamu gak mau ya sudah. Entah kapan lagi mereka jadi bintang tamu di pagelaran busana Paris Fashion week." ucap Zee sambil menghela nafas dan tetap fokus mengemudi.
"Kalau aku jawab mau , itu bukan berarti aku udah gak marah ya sama kamu Zee. Aku masih sakit hati tahu gak dibilang cewek gatal yang merebut pacar orang. Aku kan gak tahu apa apa , kamu yang bikin aku dalam masalah." ucap Vanya kesal.
Meski tadi di kampus mereka berdua sudah saking berjabat tangan meminta maaf dan janji gak akan marahan tapi rasa kesal itu masih ada.
"Oke, kala gitu akhir pekan besok kita kencan ke acara Paris Fashion Week." Zee dengan percaya diri menyimpulkan sendiri kalau Vanya pasti gak akan menolak.
"..." Vanya hanya diam , karena meski masih sedikit kesal pada Zee tapi saat mendengar kabar kalau V B T S bakal jadi bintang tamu spesial di acara pagelaran Paris fashion week , jiwa fangirl Vanya meronta ronta ingin ikut.
"Kim taehyung, tunggu Vanya ya kita ketemu di Paris Fashion Week. huhuhuuu kebaikan apa yang pernah aku perbuat di kehidupan lampau sampai aku bisa seberuntung ini bakal ketemu sama ayang V " batin Vanya bersorak senang sekali hingga semburat senyum yang terlukis di wajahnya tidak sepenuhnya tertutupi dan itu membuat Zee merasa senang juga.
Menggemaskan sekali cara kamu malu malu tapi mau menerima ajakanku, istri mungilku.. batin Zee senyum sendiri.
Tiba di apartemen,
Baik Zee maupun Vanya langsung masuk ke dalam kamar masing masing untuk membersihkan diri dan bersiap untuk makan malam.
Karena Zee ingin membujuk sang istri biar gak kesal lagi maka kali ini dia akan coba membujuk dengan hal hal yang disukai Vanya.
"Vanya, malam ini aku ingin makan makanan Korea deh kayaknya. Makan sambil nonton film pasti seru. Coba deh kamu yang pesenin makan malam buat kita." ucap Zee yang sudah bersih dan wangi dengan setelan santai rumahan.
"Aku gak tahu gimana caranya pesan makanan online Zee, biasanya juga kamu kan apa apa ." Vanya duduk begitu saja di sofa satunya dengan penampilan yang sama dengan Zee yaitu setelan santai celana pendek dan kaos longgar.
"Kamu harus belajar dengan kebiasaan orang disini Vanya. Aku ajari sini hape kamu,"Zee menepuk ruang kosong disampingnya dan meminta Vanya untuk duduk disitu.
"Huft , bentar."
Vanya mengambil ponsel yang ada di kamar nya lalu duduk di samping Zee. Hampir tidak ada jarak hingga baik Zee maupun Vanya bisa menghirup aroma wangi tubuh satu sama lain, wangi segar setelah mandi.
Zee mengajar i Vanya cara memesan makanan secara online, agak mirip dengan aplikasi yang biasa Vanya jumpai di Indonesia cuma di Paris ini ada aplikasi khusus restoran tertentu yang khusus melayani pemesanan delivery.
"Kamu yang pilih menu makanan buat makan malam kita, tekan ini lalu ini cobalah." Zee memegang ponsel sementara Vanya menscroll daftar menu lalu memilih menu makanan korea yang terkenal dan dia sukai.
"Aku pesan banyak gak apa kan , kamu yang bayar ya Zee ." ucap Vanya dengan tetap fokus memilih aneka menu makanan khas Korea .
"Yang kaya kan kamu Zee, aku mana ada duit. Bisa aja sih ngeledek orang." Vanya melirik sekilas Dengan tatapan kesal yang seperti tersindir karena memang sampai detik ini Vanya belum pernah menerima uang sepeser pun dari Zee.
Semua yang Vanya butuhkan sudah tersedia lengkap tinggal pakai, tapi Vanya bahkan gak pernah pegang uang kes.
"Ah iya aku lupa, sebenarnya aku udah siapin satu kartu buat kamu, mulai bulan pertama kita menikah dan seterusnya aku akan transfer setiap bulan buat kamu. Cuma aku lupa mau ngasih kartunya ke kamu hehee.." ucap Zee santai .
"Nah ini udah, aku pesan banyak menu dan kita harus habiskan semuanya gak boleh sisa , sayang kalau sudah dipesan kok mubazir." Vanya seperti nya tidak mendengarkan ucapan sang suami, hingga selesai melakukan pesanan makanan secara online Vanya meletakkan ponselnya di atas meja .
Kemudian keduanya tinggal menunggu pesanan mereka datang sambil menyetel sebuah film yang baru rilis minggu ini.
Suasana ruang teather disetting temaram mirip jika berada di dalam gedung bioskop.
Saat lima belas menit film diputar, terdengar suara bell pintu apartemen berbunyi beberapa kali. Zee bangkit dari sofa tempat dia duduk lalu keluar membukakan pintu.
Tidak sampai lima menit Zee sudah kembali ke ruangan teather dengan membawa beberapa paper bag besar berisi aneka menu makanan Korea yang masih hangat.
Dengan sigap Zee dibantu Vanya mengeluarkan semua dari paper bag besar lalu menata sedemikian rupa di atas meja.
Aroma makanan Korea sangat khas dan menggoda liur keduanya, Vanya mengambil satu cup berisi chi bab dan Zee mengambil seporsi gimbab.
Keduanya makan sambil menonton film , Rasa khas yang Vanya sukai agak berbanding terbalik dengan Zee yang merasa asing dengan apa yang dia makan saat ini.
Gimbab, nasi yang dilapisi rumput laut lalu di gulung dengan bagian tengah diisi sayuran mentah dan daging sapi yang di bumbui bulgogi. Rasa manis dari daging sapi bulgogi berpadu dengan gurihnya nasi dan rumput laut serta renyahnya sayuran segar membuat sensasi rasa yang baru pertama kali Zee rasakan.
Meskipun terasa asing namun nyatanya mulut Zee tidak berhenti untuk terus mengunyah, karena tidak pandai memakai sumpit Zee lebih memilih makan Langsung pakai garpu.
Berkali kali Zee berdecak menikmati setiap gigitan dari perpaduan rasa khas asia yang mencoba membaur dengan lidah bule nya.
Saus mustard menambah rasa gimbab yang dimakan Zee semakin nikmat. Dan melihat sang suami yang tampak sangat menikmati makanan membuat Vanya tersenyum simpul sambil mengunyah nasi ayam di hadapan nya.
"Apa kamu suka Zee ? jujur saja wajahmu tampak tidak senang tapi mulut mu gak berhenti mengunyah menikmati." ucap Vanya sedikit tertawa.
"Bukannya tidak senang tapi ini terasa asing Vanya, dan sebenarnya ini cukup enak aku suka karena ada daging Bulgogi kesukaan ku dan sayuran ini membuat rasa makanan menjadi seimbang. Bukankah hampir sama jika aku makan steak dengan sayuran yang dikukus di sekitar nya, cuma karena ini ditambah nasi. Rasanya unik dan khas, asing tapi aku suka. Seperti kamu.."
Ucapan Zee cukup terdengar Absurb di pendengaran Vanya.
Bagaimana bisa dia membandingkan aku dengan makanan ?? batin Vanya.
"Jadi kamu menyamakan aku dengan makanan Korea, begitu Zee ??" tanya Vanya sambil memicingkan mata menatap kearah Zee yang membalas dengan cengiran tipis .