
Saat ini mommy Lucy membawa Vanya ke sebuah ruangan yang berada di lantai dua.
Ruangan yang akan menjadi tempat tidur khusus untuk Vanya ketika berada di mansion. Karena sesuai kesepakatan sebelum menikah jika , baik Zee maupun Vanya tidak akan di paksa untuk melakukan aktifitas ranjang suami istri karena Vanya dan Zee masing masing harus fokus kuliah.
"Ini kamar kamu nak, suka ?" ucap mommy Lucy tersenyum keibuan.
"Suka sekali tapi ini sangat mewah dan berlebihan sepertinya Vanya tidak pantas untuk mendapatkan ini semua mom.." ucap Vanya rendah diri.
"Kamar ini sengaja mommy sendiri yang desain khusus buat kamu sewaktu waktu ingin menginap di mansion. Mommy mengerti kalau Vanya pasti belum siap sepenuhnya dalam pernikahan dengan Zee, maka dari itu mommy berharap Vanya bersikap layaknya putri kesayangan mommy . Kamu tidak perlu sungkan, anggap saja Zee itu kakak laki laki mu" Mommy Lucu tersenyum membelai surai rambut Vanya.
Mommy Lucy tidak suka jika Vanya selalu merendahkan diri. Statusnya secara resmi adalah menantu keluarga Sanders meski masih harus disembunyikan karena Vanya belum siap dan Vanya juga tidak akan dipaksa untuk bersikap layaknya istri bagi Zee tapi tetap saja Vanya berhak mendapatkan perlakuan yang sama sebagai seorang putri keluarga Sanders.
Mommy Lucy hanya ingin Vanya mampu melanjutkan hidup yang lebih baik lewat pendidikan kuliah yang dia impikan agar kelak suatu hari nanti Vanya bisa membanggakan mendiang bapak dan ibu nya.
Vanya dan Mommy Lucy duduk di sebuah sofa di dekat ranjang. "Coba Vanya pelajari dulu beberapa jurusan ini, mana yang menurut Vanya paling sukai. Masih ada beberapa hari untuk memilih jurusan, just take your time girl." ucap mommy Lucy yang mengusap pucuk kepala Vanya dengan lembut.
"Vanya sudah memiliki impian yang ingin Vanya wujudkan mom, Vanya akan putuskan segera setelah Vanya memantapkan hati." Vanya tersenyum manis sambil mulai memainkan laptop di meja.
Karena tidak ingin mengganggu Vanya, mommy Lucy memilih untuk pergi keluar dari kamar
Setelah mommy Lucy pergi , tampak Vanya yang bersemangat menscroll scroll profil kampus tempatnya akan kuliah nanti.
Vanya menutup laptop usai menentukan pilihan lalu meregangkan otot tubuh kemudian merebahkan diri diatas sofa.
Netra Vanya menatap ke sekeliling ruangan kamarnya yang entah kenapa bisa sangat sesuai dengan gayanya yang menyukai K pop.
Dinding bernuansa ungu pastel, furniture yang juga berwarna elemen ungu yang senada. Sepertinya mommy Lucy sangat memahami apa yang disukai Vanya.
Vanya tiba tiba saja tersentak lalu duduk saat melihat salah satu sudut ruangan yang ada banyak sekali pernak pernik B T S.
Astaga apa ini mimpi ??? Vanya membekap mulutnya sendiri tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Berbagai merchandise dari official store boyband favorit nya tersusun lengkap dan rapi mulai dari lightsick, kotak album dari album pertama sampai album terbaru. photocard dengan tanda tangan setiap member B T S.
Kebahagiaan seorang fangirl yang diluar ekspektasi, Vanya bahkan tidak mampu membeli salah satu merchandise resmi , dirumahnya Vanya juga hanya punya poster tujuh oppa yang memenuhi dinding kamarnya.
Tapi sekarang, Ck.. ck.. ck.. Vanya terus berdecak kagum kala membuka foto album ekslusif B T S.
Dari mana mommy Lucy mendapatkan ini semua, Duh Gusti.. aku terharu banget huhuhuuu..