
Menjelang senja..
Vanya masih sibuk mengeksplorasi kamarnya , kali ini Vanya sedang dalam sesi ingin mandi yang membuat Vanya terus berdecak kagum sekaligus bingung bagaimana cara menggunakan pelengkapan yang ada di dalam kamar mandi berukuran hampir satu rumahnya.
Terlalu luas bagi Vanya sampai dia bingung , memangnya apa yang orang di luar negeri ini lakukan di dalam kamar mandi selain mandi ? Luasnya berlebihan untuk ruangan yang hanya dipakai untuk mandi kan ?
Semua isi di dalam kamar mandi membuat Vanya penasaran, seperti keran air yang ada dobel di dekat shower.
"Sudah ada shower , masih ada bak buat berendam Hhmm tapi kenapa gak ada gayung ya ??" ingin mandi gebyar gebyur seperti kalau di rumah tapi Vanya tidak menemukan gayung.
Alhasil untuk pertama kalinya Vanya mandi menggunakan shower . Shower dengan pilihan air hangat atau air dingin biasa. "Ini lebih mirip dengan shower yang ada di kamar bilas kolam renang yang biasa aku ikuti di ekstrakulikuler renang. Hhmmm baiklah aku mandi air hangat saja"
Vanya membayangkan dirinya sedang berada di kamar bilas kolam renang, tempat yang biasa dirinya ikut kegiatan dari sekolah.
Air hangat sangat pas dengan cuaca yang sedang dingin seperti ini. Cukup membasahi tubuhnya lagi lagi Vanya di bikin bingung dengan banyak sekali botol yang berjejer di dekat rak gantung.
"Apa ini semua sabun ? atau shampo ? mana yang harus aku pakai ??" Vanya menelisik satu persatu tulisan yang tertera pada botol.
Memilih asal salah satu botol yang bertuliskan sabun dan satu botol lainnya bertuliskan shampo.
Drama urusan mandi yang akhirnya selesai dalam waktu lebih dari setengah jam , jauh lebih lama dibandingkan jika Vanya mandi dirumah yang bisa selesai hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit itupun sudah sekalian pakai baju .
Selesai mandi Vanya keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit menutupi bagian dada sampai bawah lutut.
Kaki Vanya melangkah hati hati masuk kedalam sebuah ruangan besar yang terdapat beberapa susunan rak dengan berbagai jenis pakaian, ada juga sudut dengan rak khusus yang berisi aneka pernak pernik untuk kepala seperti topi, kuncir, jepit rambut dan sebagainya.
Sedangkan pada bagian rak yang lain juga terdapat banyak aksesoris seperti perhiasan, yang Vanya sangat yakin bukanlah emas ka we melainkan perhiasan dengan bahan bahan mahal karena semua tampak mewah , glamour dan berkilauan.
Ah iya ada lagi satu sudut yang berisi aneka sepatu yang bisa Vanya pakai untuk sebagai kondisi, mulai dari sepatu sneaker sampai sepatu heels, ada juga flatshoes dan berbagai jenis sepatu lainnya .
Vanya bercermin tanpa melepaskan handuk dari tubuhnya, kemudian Venya gegas mencari rak dimana letak pakaian dalam nya. Satu persatu Vanya memeriksa setiap rak hingga menemukan apa yang dia cari.
Semua jenis daleman lengkap ada di dalam rak mulai dari underwear yang untuk dipakai saat olah raga, under ware yang dipakai saat hendak tidur, dan under ware yang tampak lebih mewah yang sepertinya akan digunakan saat acara tertentu.
"Daleman aja segini banyaknya gak kira kira, ini setahun juga gak bakal habis aku pakai satu persatu ck.. ck.. ck.." Vanya berdecak heran lalu sesaat kemudian meraih mana yang ingin dia pakai untuk malam ini
Setelah mengenakan pakaian dalam Vanya juga memilih baju bersih yang untuk dipakai saat makan malam sebentar lagi.
Sebuah rak gantung berisi pakaian pakaian santai tampak membuat Vanya melongo terheran heran. Semua pakaian yang ada di dalam walk ini closetnya bermerk semua.
"Kalau aku pakai pakaian ini bukankah aku serasa jadi Lisa blackpink ?? hahhaaaa astaga ini semua pasti sangat mahal ."
Vanya masih berdiri di depan rak berisi gantungan pakaian mahal merk Celine. Sebuah merk terkenal dengan Lisa blackpink yang jadi salah satu ikon utamanya.
Setelah bermenit menit Vanya habiskan di dalam walk in closet , kini Vanya melangkah keluar dari walk in closet dengan setelan busana yang sangat sesuai dengan postur tubuhnya.
Saat Vanya sedang berada di meja rias untuk merapikan rambut dan wajah tiba tiba saja ada suara mengetuk dari luar ,
Vanya beranjak untuk membuka pintu dan ternyata jtu adalah,
"Zee ? ada apa ?" ucap Vanya setelah mengijinkan Zee masuk dan langsung duduk di sofa dekat ranjang sambil bersandar dan menatap Vanya lekat.
"Mom dan Dad ingin kita turun bareng buat makan malam makanya aku ke kamarmu. Hmm kamu masih lama Vanya ?" tanya Zee sambil lalu, saat ini Zee tengah fokus memainkan ponselnya.
"Hmm enggak sih , cuma tinggal sisiran saja." Vanya kembali duduk di depan meja rias untuk menyelesaikan persiapan penampilan untuk makan malam pertamanya di rumah keluarga barunya.