
Ceklek~
Suara pintu terbuka dari luar oleh Merry. "Ayo masuk Vanya, tenang saja ini bukan tempat yang menyeramkan kok, ini tempat rahasiaku come on." Merry melangkah masuk duluan diikuti oleh Vanya yang masih tampak ragu.
Setelah keduanya masuk , Merry menutup pintu lalu menyalakan lampu.
"Waah Merry, ini serius ada tempat kayak gini di kampus kita ? " Vanya berdecak kagum saat melihat desain interior yang tampak sangat catchy dan nyaman banget.
"Tentu saja ada, karena aku yang minta hehee.." Merry mengajak Vanya duduk di sebuah sofa warna soft pink lalu menyalahkan sebuah proyektor.
Vanya mengamati setiap apa yang dilakukan oleh Merry, "Apa yang kamu lakukan ? kita mau nonton apa sih Mer !" tanya Vanya yang penasaran saat Merry menekan tombol play pada remote.
Ruangan di setel redup agar lebih jelas gambar yang ditampilkan oleh alat proyektor. Sebuah video berisi ragam peragaan busana kancah internasional membuat Vanya berdecak kagum.
Ya, Merry adalah putri dari salah satu pemegang saham terbesar di kampus yang memiliki obsesi di dunia fashion menuruni sang ibu yang memiliki bisnis di bidang Fashion, terutama fashion yang berbau unik dan anti mainstream namun tetap berkelas dan elegan.
"Ibuku pecinta fashion dan memiliki perusahaan besar yang menampung desainer desainer terkenal untuk menciptakan inovasi fashion berbeda di setiap musim. Aku menuruni karakter ibuku tapi aku lebih fokus ke fashion modern." ucap Merry santai sambil bersandar pada sofa .
"Apa kamu tidak malu berteman denganku ? aku ini sama sekali ga sederajat loh sama kamu, aku cuma seorang anak yatim piatu dan.." Vanya belum menyelesaikan kalimatnya tapi Merry sudah mengatakan jika,
"Aku tahu itu, Vanya kamu tidak perlu merendahkan diri. Hidup kamu saat ini sudah di level berbeda, kamu jauh lebih tinggi derajatnya dibandingkan mereka yang sering pamer harta. Kamu polos sekali sih .." Merry benar benar terkekeh mendengar penuturan Vanya.
Tentu saja Merry sudah paham seperti apa latar belakang Vanya, semalam Zee menelpon meminta dirinya secara khusus agar selalu menemani Vanya di kampus.
Sedikit banyak Merry tahu jika Zee sahabatnya itu sedang dekat dengan Vanya di gadis manis asal Indonesia.
Namun Zee belum menceritakan yang sebenarnya jika hubungan dengan Vanya sudah lebih dari sekedar gebetan , hubungan mereka bahkan sudah lebih jauh layaknya kekasih atau pacar. Kalau Zee cerita ke Merry kalau dia sudah menikah dengan Vanya pasti bestie nya itu hanya akan terus tertawa meledek .
Selanjutnya Merry dan Vanya menghabiskan sisa waktu siang mereka dengan menonton beragam video termasuk salah satu video rekaman peragaan busana terbaru yang di selenggarakan di salah satu gedung beberapa hari yang lalu.
Cekrek~
Merry mengambil satu foto secara candid yang menampilkan wajah Vanya yang tertegun menatap layar proyektor lalu mengirim foto tersebut ke ponsel Zee.
Merry dan Zee berteman sejak bayi, kedua orang tua mereka juga adalah sahabat terutama mommy Lucy dan Mommy Laura.
Persahabatan yang menurun sampai ke anak mereka, awalnya ada niat untuk menjodohkan Zee dengan Merry namun wacana tersebut masih hanya sekedar wacana kala Zee dan Merry masih kecil.
Seiring bertumbuhnya waktu baik Zee maupun Merry justru merasakan nyaman sebagai sahabat, mereka sering menghabiskan waktu berdua namun tidak ada getaran yang berhasil tumbuh menjadi bibit bibit percintaan.
Sampai sekarang Hanya Zee satu satunya sahabat yang dimiliki Merry , meskipun populer tapi sebenarnya Merry adalah pribadi yang tertutup. Dia tidak mudah membuka diri pada orang lain dan prinsip hidupnya adalah,
...Jika sendiri saja asik buat apa pusing mikirin orang lain....
"Andai saja aku bawa tas dan perlengkapan kampusku, " gumam Vanya pelan.
Saat ini tiba tiba saja Vanya ingin menggambar sebuah desain untuk tugas dosen kemarin, maksud hati Vanya mumpung ide masih segar jadi ingin segera menuangkan. Kalau kelamaan di tahan malah tiba tiba blank saat dikerjakan.
"Aku akan suruh orang bawain barang barang kamu kesini. Wait.." Merry meraih ponsel nya lalu tampak menghubungi seseorang lewat pesan teks yang berisi permintaan agar orang tersebut bersedia mengantarkan barang barang Vanya ke gedung privat miliknya.
Tak butuh waktu lama karena saat ini utusan Merry sudah berhasil membawakan apa yang nona muda mereka inginkan.
Merry memang selalu hidup dalam pengawasan sang ibu dan salah satu cara untuk memastikan keamanan Merry adalah dengan mengutus beberapa pengawal untuk berjaga di sekitar Merry.
Pengawal yang pergerakan nya tidak mudah ditemukan meski berada di dalam Gedung Paris university. Para pengawal khusus yang tahu apa yang harus mereka lakukan dan bergerak tangkas saat sang nona muda memutuskan ingin sesuatu.
Vanya mengucapkan terima kasih sekali lagi pada Merry yang sudah berbaik hati membantunya.