
Malam semakin larut dan saat ini sudah menunjuk pukul sepuluh malam. Mommy dan Daddy masih stay menonton acara televisi sedangkan Vanya mulai menahan ngantuk. Merasa sungkan kalau harus pergi duluan Vanya memilih menahan kantuknya hingga Zee menyeletuk,
"Vanya, aku udah ngantuk nih ke kamar sekarang yuk. Hoamm" ucap Zee berniat mengajak Vanya pergi ke kamar mereka.
"Eh .. Hmmm mom , dad, Vanya sama Zee mau balik ke kamar duluan ya. Kita udah ngantuk.." ucap Zee sopan .
"Oke sayang selamat istirahat ya, good night Zee Vanya ." ucap mommy Lucy sedangkan daddy Devan hanya senyum simpul mengijinkan.
Zee dan Vanya sudah pergi dari ruang keluarga , kini hanya ada mommy Lucy dan Daddy Devan yang semakin mengeratkan tubuh dengan duduk sambil berpelukan.
Bahkan aktifitas keduanya pun tampaknya sudah tidak fokus menonton acara televisi melainkan saling merayu membujuk pasangan untuk menghabiskan waktu yang lebih seru di kamar mereka.
Sedangkan Zee dan Vanya yang naik anak tangga beriringan ke lantai dua kini mereka berdua sedang berdiri di balkon dekat kamar mereka. Sebelumnya memang Zee sengaja mengajak Vanya untuk ngobrol sebentar di balkon.
Udara malam di musim dingin memang terasa menusuk sampai ke tulang , itulah yang dirasakan Vanya yang saat ini mengeratkan sweaternya sambil mendekap kedua tangannya sendiri sambil menikmati malam cerah bertabur bintang .
Zee menyandarkan tangannya pada balkon dan menatap Vanya , Zee ingin bertanya apakah Vanya bisa di ajak kerja sama besok.
"Hmm Vanya , bagaimana kalau besok kita berkeliling naik motor ? aku akan ajak kamu keliling kota sebelum kita ke Paris." senyum Zee tampak menawan.
"Bo.. boleh aja. Tapi.. " Vanya tampak menimang nimang sesuatu.
"Katakan saja kamu ingin pergi kemana heum ? taman kota atau perpustakaan ? " Zee menawarkan dua tempat yang disukai Vanya.
Vanya mengatakan ingin pergi ke perpustakaan untuk melihat lihat buku , konon negara Prancis terkenal memiliki banyak referensi buku tentang sketsa desainer terkenal.
Zee dan Vanya sepakat akan berangkat besok siang hari setelah sarapan. Vanya sama sekali tidak curiga apapun menurutnya Zee tampak manis saat menawarkan mengajak dirinya jalan jalan naik motor tanpa Vanya sadari jika sebenarnya ,
Zee hanya akan menjadikan Vanya alasan agar dirinya bisa menemui sang kekasih Sabrina. Rencananya besok Zee akan meninggalkan Vanya yang ingin membaca buku di perpustakaan kota dan menemui Sabrina sang pacar untuk melepas rindu setelah liburan semester tidak bertemu.
Sore harinya Zee akan kembali menjemput Vanya di perpustakaan kota lalu pulang ke mansion .
Zee yakin Daddy Devan atau mommy Lucy tidak akan curiga. Zee juga yakin Vanya pasti akan setuju membantunya.
Setelah merasa cukup berbincang, Zee dan Vanya masuk ke dalam kamar masing masing.
Di dalam kamar Vanya yang memang masih merasa sangat capek usai penerbangan berjam jam memilih untuk membersihkan diri sebelum tidur.
Vanya menekan tombol sakelar lampu yang terdapat beberapa macam pilihan, Vanya mencoba satu persatu sakelar yang ada di dekat pintu dan tampaknya lampu tidur berwarna ungu temaram menjadi pilihan yang tepat.
Kemudian Vanya juga menyalakan pemutar CD dan memilih salah satu album grup boyband kesayangan. Vanya merebahkan tubuhnya diatas kasur sambil mendengarkan lagu lagu B T S hingga tanpa sadar dirinya mulai terlelap di alam mimpi.
Sementara itu Zee di dalam kamarnya juga tampak membaringkan diri usai menghubungi Sabrina sang kekasih untuk membahas kencan singkat mereka besok .