
Merry mengeluarkan sebuah laptop dari tas ranselnya kemudian menyalakan flashdisk lalu, dengan lirikan devil dan senyum elegan yang menyeramkan Merry menekan tombol play , membuat Sabrina tidak bisa mengalihkan tatapannya dari apa yang diputar pada layar laptop.
"Bukan kah ini sangat mirip denganmu Sabrina ? atau karena memang ini adalah kamu hahahaaa !!" Merry tertawa terbahak kala memperlihatkan rekaman video mesum diatas ranjang panas dengan tokoh pemain utama adalah Sabrina.
Sabrina melotot tidak menyangka, semua yang ada dalam video itu adalah kamarnya, apartemen nya dan jelas jelas itu adalah dirinya yang tengah telanjang bulat dan di lecehkan oleh empat orang pria dewasa yang sama sekali tidak dia kenal.
Bagaimana bisa, kapan aku melakukan itu astaga !!! Sabrina panik hendak merebut laptop di tangan Merry namun sayang nya nihil.
"Kumohon hapus video itu, Merry aku mohon padamu.. itu bukan aku, ada yang sengaja menjebak ku huhuhuuu...!" Sabrina menangis dengan keras namun Merry masih enggan menekan tombol stop.
Sengaja Merry terus menghadapkan layar laptopnya ke arah Sabrina yang tidak bisa turun dari ranjang karena selang infus yang ada di lengannya dan juga Beta selang yang terpasang ditubuhnya.
"Lihatlah betapa binal nya kamu saat melayani empat orang pria dewasa yang sangat mesum itu hahahaa !! Kelihatan sekali jika kamu sangat menikmati setiap sentuhan mereka Sabrina, mana ada yang akan percaya jika kamu di jebak sementara kamu sendiri sangat menikmati layaknya seorang wanita pelacur sejati yang pro ."
Merry melanjutkan kalimatnya,
"Tentu saja akan aku hapus video ini tapi dengan sebuah syarat Sabrina, seperti yang aku katakan di awal tadi. Jauhi Zee dan juga Vanya. Enyahkan dirimu dari hadapan mereka, jangan pernah muncul apalagi mencoba mengusik kehidupan mereka berdua atau jika kamu melanggar, aku tidak akan segan menyebarkan video ini di internet. Perbuatan mesum mu akan di tonton banyak orang dan aku yakin jika itu terjadi masa depanmu pasti akan hancur. Kamu tidak ada harga diri apalagi kehormatan sebagai wanita di lingkungan sosial, kamu akan di cap sebagai wanita ja lang pemuas ranjang para pria hidung belang. Bagaimana heum ?"
Ancaman Merry kali ini membuat Sabrina tidak bisa berkutik dan dirinya tidak bisa membuat pilihan lain selain menurut i apa yang diinginkan Merry.
"Aku bersedia Merry, aku bersedia huhuhuuu... sekarang tolong hapus video itu , aku mohon." Sabrina terisak memohon,
"Tanda tangan i kertas ini baru aku akan hapus videonya ." Merry mengeluarkan selembar kertas dari dalam tas ransel kemudian meminta Sabrina untuk tanda tangan.
Tanpa pikir panjang Sabrina menanda tangani surat tersebut, dengan harapan semoga Merry benar benar menghapus video mesumnya.
"Wah, nice to have a negotiation with you Sabrina." Merry menerima kertas bertanda tangan Sabrina lalu dengan cepat menekan tombol delete untuk menghapus video tersebut.
"Kamu sangat licik Merry,i hate you !!!" ucap Sabrina menahan emosi kala Merry melempar flash disk tepat mengenai dada nya.
"Yang tadi itu hanya salinan Sabrina, aku masih pegang rekaman aslinya. Jadi ingat ya, jangan main main atau kamu akan menyesal telah membuat masalah dengan Merry hahahaa !!"
Merry pergi dari kamar inap Sabrina dengan tawa kemenangan sedangkan Sabrina tampak merutuki kebodohan dirinya sendiri.
"Kapan video itu direkam, aku sama sekali tidak ingat . " gumam Sabrina sambil merutuki diri sendiri.
Sabrina tidak bisa tidur dengan tenang karena bayang bayang ancaman Merry yang akan meng-upload video mesum nya.
Aku masih ingin mengejar cita cita, jangan sampai orang orang melihat video itu . Oh God, sekarang aku harus bagaimana..batin Sabrina merasa dirinya begitu bodoh dan sial.
Merry sendiri langsung meninggalkan gedung rumah sakit usai memastikan kondisi Vanya baik baik saja terlebih ada Zee yang menemani, Merry tadi sengaja menemui perawat yang bertugas untuk kamar V V I P dengan pasien bernama Vanya Sanders .
Mobil mewah sport Merry melaju dengan kecepatan penuh membelah sepinya jalanan kota Paris di malam hari.
Tujuan Merry tidak langsung kembali ke rumah melainkan ke sebuah klub dimana saat ini dirinya sudah janjian dengan seorang pria yang dia kenal lewat aplikasi teman kencan .
Merry sengaja mencari pacar sewaan karena dirinya harus menghindari perjodohan yang akan di rancang oleh orang tuanya.
Karena Merry masih belum ingin menikah apalagi di jodohkan, maka dengan sengaja Merry memilih salah satu teman pria lewat aplikasi untuk diajak kerja sama .
Tiba di sebuah klub malam hari sekitar pukul sebelas. Merry langsung menuju ke sebuah ruangan V I P yang sudah di reservasi oleh pria kenalannya.
"Maaf menunggu lama , ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan dulu." ucap Merry kala masuk ke dalam ruangan dan langsung menyalami pria yang sudah menunggu dirinya sejak lima belas menit yang lalu.
"It's oke , mari duduk dahulu dan pesan minum. Setelah itu baru kita bicara." ajak pria tampan yang beberapa tahun lebih tua dari Merry.
Kemudian Merry dan pria teman kencannya tersebut tampak menghabiskan waktu lebih dari satu jam di dalam ruangan V I P klub malam.