
Gemericik air sampai terdengar saat air meluap memenuhi bathub, bersamaan dengan Zee yang sudah selesai membersihkan sisa darah kering di tubuh Vanya.
"Aku bisa sendiri, keluarlah Zee !" ucap Vanya pelan tapi tegas tanpa menatap Zee.
Vanya berjalan pelan tertatih lalu masuk ke dalam bathub.
Awshhh~ saat Vanya merendam tubuhnya sampai batas leher. Air hangat itu benar benar terasa nyaman dan membuat otot tubuhnya lebih relaks.
Zee yang melihat sikap Vanya yang dingin seperti itu tidak tahu harus bagaimana, saat ini Zee memilih untuk meninggalkan Vanya yang sedang berendam.
"Aku akan keluar dan menyiapkan pakaian untuk kamu." kata Zee hendak membalik badan.
"Tidak perlu, kamu hanya harus keluar dari kamarku Zee, please !" ucap Vanya yang masih enggan menatap Zee.
"Huft.. oke deh." Zee menghela nafasnya singkat lalu melangkahkan kakinya pergi keluar dari kamar Vanya.
Sementara Zee kembali ke kamarnya untuk bersiap berangkat ke kampus, Vanya mulai menangis terisak di dalam kamar mandi.
Air hangat yang merelaksasi otot otot ditubuhnya tidak cukup untuk menahan emosi Vanya.
Tubuh Vanya duduk meringkuk sambil melipat tangan diatas lutut kaki yang tertekuk lalu menyembunyikan wajahnya diatas tangan.
Hiks~ hiks~ hiks~
Vanya menangis tanpa suara , pikirannya kalut entah harus mengumpat seperti apa lagi karena saat ini dirinya merasakan terlalu sesak di dada dan hanya dengan menangis Vanya akan mampu mengurai rasa emosinya.
Apa lagi yang harus kamu banggakan Vanya, kamu sudah kehilangan segalanya, tubuhmu sudah ternoda dan kamu bodoh sekali Vanya ,kenapa kamu terlalu lemah menjadi wanita !!! Harusnya kamu melawan saat pria itu menyentuh tubuhmu , Harusnya kamu melawan, VANYA BODOH AARRGGHH !!!!! gejolak batin Vanya yang berperang dengan diri sendiri .
Cukup lama Vanya menangis sambil berendam di dalam bathub,sambil sesekali memukul mukul air seolah air itu adalah Zee.
Kamu juga kenapa bisa setega itu ZEE !!! kamu sudah janji hubungan kita hanya sebatas kakak dan adik, bukankah itu yang mommy Lucy inginkan ?? Kenapa kamu melampiaskan itu padaku , ZEE JAHAT !!!huhuhuuuu~
Marah sekali Vanya saat teringat ucapan Zee yang mengatakan jika dia melakukan itu karena pengaruh obat, artinya Zee hanya menyalurkan hasratnya tanpa ada perasaan. Lalu apa lagi yang bisa dibanggakan sebagai seorang wanita yang sudah ternoda ???
Vanya terus mencoba mengontrol emosi dirinya hingga tiga puluh menit kemudian ..
Vanya merasa emosinya sudah lebih tenang lalu segera membilas tubuhnya lalu keluar dari kamar mandi menggunakan handuk besar yang menutupi dari batas dada sampai bawah lutut.
Vanya langsung melangkah masuk ke dalam walk in closet untuk berganti pakaian untuk hari perdananya ke kampus.
Karena masih terasa perih dan nyeri ditubuh bagian bawa terutama area sensitifnya, Vanya tidak mungkin mengenakan celana jeans kasual seperti yang biasa dia pakai.
Vanya kali ini terpaksa memakai rok plisket panjang, dengan atasan kaos pas badan yang kemudian ditutupi oleh jaket kulit.
Vanya tidak dandan karena memang dirinya gak pernah dandan, jadi persiapan Vanya hari ini selesai dengan cepat dan efisien.
Usai merapikan rambut nya yang panjang dan diikat model ekor kuda, Vanya meraih tas ransel nya lalu gegas melangkahkan kaki keluar dari kamar.
Vanya melangkah menuju dapur , berniat membuat susu hangat untuk mengisi perutnya yang kosong karena sejak kemarin Vanya belum makan.
Bahkan bahan masakan yang tadi malam sudah disiapkan untuk membuat nasi goreng pun masih pada tempat nya, Vanya hanya melirik semua itu lalu mengambil botol susu di dalam kulkas untuk di hangatkan.
"hhmmm.." jawab singkat Vanya.
Vanya duduk menikmati sarapan bersama Zee dengan ekspresi datar dan terkesan dingin. Dengan cepat Vanya menghabiskan sandwich yang dibuatkan Zee untuknya lalu menenggak habis susu hangatnya.
Zee yang sudah menyelesaikan sarapannya pun tidak banyak bicara saat menunggui Vanya, Zee sudah siap tinggal menunggu Vanya untuk berangkat bareng ke kampus.
Keduanya tidak saling bicara sejak melangkah keluar dari apartemen sampai basment parkir. Vanya terus mengikuti langkah Zee menuju mobil yang akan mereka pakai untuk pergi ke kampus.
Mobil Zee melaju dengan kecepatan sedang, di pagi hari meski jalanan padat karena bersamaan dengan jam kantor tidak membuat mereka terlambat tiba di kampus karena memang jarak apartemen ke kampus hanya sekitar tujuh menit menggunakan mobil dengan laju sedang.
Begitu mobil memasuki gerbang kampus Paris university seketika itu juga Vanya menatap antusias setiap jalan yang mereka lewati.
Pepohonan tinggi membuat area taman kampus tampak asri dengan fasilitas bangku di taman yang sengaja disediakan untuk para murid entah sekedar duduk atau sambil belajar bahkan ada banyak sejoli yang menghabiskan waktu sambil mengobrol mesra.
Pemandangan kampus yang sangat membuat Vanya antusias, Semoga hari hariku kuliah disini akan menyenangkan..
Mobil Zee berhenti di sebuah area parkir gedung jurusan kuliah yang diambil Vanya, jurusan desain dan tata busana.
"Kita sudah sampai di gedung kampusmu Vanya, ayo aku akan antar kamu sampai kelas." ucap Zee yang baru saja mematikan mesin mobil dan melepaskan sabuk pengaman lalu turun dari mobil.
Vanya pun keluar dari dalam mobil sambil membetulkan posisi tas ranselnya. Zee tampak cuek dan Vanya tidak mempedulikan hal tersebut.
Zee dan Vanya memang jalan beriringan tapi tidak berdekatan. Jarak mereka hampir dua meter, jika orang melihat maka akan tampak seperti dua orang asing yang tidak saling kenal.
Vanya tampak sesekali melirik saat Zee menunjukkan jalan lewat langkah kakinya, ya meski Vanya sudah melihat semua fasilitas kampus lewat online di laptop namun tetap saja begitu tiba di lokasi Vanya bingung.
Zee yang juga sesekali melirik Vanya , Zee bisa melihat ekspresi Vanya yang datar dan dingin tapi juga tampak tegang.
Begitu sampai di depan kelas baru Vanya , Zee menghentikan langkah kakinya dan berkata,
"Kita sudah sampai, ini kelasmu masuklah. Oh iya jika jam kuliahmu sudah selesai kabari aku nanti akan aku jemput. Karena kita beda gedung jadi kalau ada apa apa bisa berkabar lewat ponsel, mengerti ?" ucap Zee yang masih berdiri di jarak 2 meter dari Vanya.
"Hhmm..." hanya sesingkat gumaman saja saat Vanya merespon kalimat Zee.
Kemudian Vanya langsung masuk begitu saja ke dalam kelas membiarkan Zee yang masih berdiri di luar.
Dia bahkan gak bilang sampai jumpa, astaga~ gumam Zee pelan.
Dari luar Zee belum pergi, dia memastikan Vanya duduk dengan baik dan tampak para murid lainnya sedang sibuk dengan hal masing masing. Setelah di rasa aman Zee segera pergi dari gedung kampus Vanya dan menuju gedung kampusnya.
Beberapa saat kemudian,
Saat mobil Zee masuk area parkir gedung kampusnya tampak beberapa teman sudah stand by menunggu kedatangannya.
Zee turun dari mobil dan menyapa bergabung dengan para teman pria lainnya, saling berjabat tangan ala anak muda dan sedikit bertukar kabar usai liburan semester,
Setelah itu Zee dan geng nya berjalan menuju kelas mereka.