
Malam hari Zee lebih dulu tiba di apartemen. Rasa lelah di hari pertama bekerja membuat Zee menikmati berendam lebih lama di dalam bathub.
Tadi Merry sudah menghubungi Zee lewa pesan teks jika saat ini dirinya dan Vanya tengah menikmati waktu di Salon dan Merry janji akan mengantar Vanya pulang ke apartemen sebelum pukul sembilan malam.
Zee bersandar di dalam bathub sambil memejamkan mata , netranya tampak berat karena capek menyusun banyak sekali map berisi berkas data seluruh pegawai perusahaan.
Rasa lelah itu diselingi sekelebat bayangan sosok Vanya yang di foto candid oleh Merry dan dikirimkan padanya. Wajah bengong antusias Vanya saat menonton video rekaman sebuah acara fashion show membuat Zee mengulas senyum tipis .
Entah kenapa hal hal kecil tentang Vanya kini menjadi kesenangan tersendiri bagi Zee.
Belum puas Zee menikmatinya waktu berendam air hangatnya eh terdengar suara bell berbunyi.
Tingg~ Tongg~
Zee gegas melangkah keluar dari kamar mandi usai mengenakan bathrobe yang menutupi tubuh basahnya.
Sebelum membuka pintu Zee memeriksa lewat lubang kecil pada pintu dan ternyata pelaku yang menekan bell adalah,
"Uncle Clark ? tumben. Masuk uncle." kata Zee mempersilahkan.
"Apa uncle mengganggu waktumu Zee ?" kata uncle Clark sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam .
Zee mempersilakan uncle Clark untuk duduk di ruang tamu sementara dirinya kembali masuk ke dalam kamar untuk mengenakan baju.
Sekitar lima belas menit kemudian
Zee sudah kembali duduk di sebuah sofa yang berhadapan dengan sofa tempat uncle Clark duduk.
"Apa ada hal penting sampai uncle menemui aku ?" tanya Zee sopan.
"Uncle hanya ingin memastikan kondisi kamu nak, apa pekerjaanmu hari ini lancar ?apa ada pegawai yang membuat kamu tidak nyaman saat bekerja ? " uncle Clark khawatir karena ini pertama kali bagi Zee berkerja sebagai karyawan biasa.
"I am fine uncle. Aku bisa mengatasi semua dan jujur saja aku tambah belajar sesuatu tentang perusahaan itu. Aku akan tetap di sana sampai beberapa waktu ke depan dan aku tidak ingin uncle atau daddy membantuku, biarkan aku bekerja sesuai pangkatku . Aku ingin menilai langsung bagaimana mereka memperlakukan karyawan rendah seperti aku. Hal ini dimaksudkan agar kelak jika aku memegang perusahaan bisa memberi kebijakan yang tidak berat sebelah."
Ucapan Zee sangat diplomatis dan terdengar tegas tanpa keraguan sedikitpun.
"Uncle senang melihat kamu tumbuh dewasa dan mulai menyusun rencana untuk kepemilikan perusahaan Sanders. Uncle tidak sabar untuk bekerja dibawah perintahmu nak." ucap uncle Clark .
"Uncle jangan khawatir, aku berjanji akan bekerja dengan sangat baik dan bijaksana. Sembari bekerja di sana aku juga akan menyeleksi siapa saja pegawai yang bisa aku andalkan untuk membantu aku. Setiap pegawai yang memiliki potensi wajib kita beri apresiasi, benarkan uncle ?" kata Zee .
"Benar sekali nak, uncle merasa lega saat melihat kamu baik baik saja dan ehmm.. dimana istrimu ?"
tanya uncle Clark yang tidak sedikit pun melihat kemunculan Vanya di dalam apartemen.
"Vanya sedang hang out bareng Merry, selama aku kerja di perusahaan sebagai pegawai magang Vanya akan dijaga oleh Merry dia senang sekali katanya Vanya itu polos dan menggemaskan. " ucap Zee sambil terkekeh kecil.
"Semoga hubungan kalian semakin baik kedepannya.Uncle senang bisa melihat kamu bahagia Zee." uncle Clark tersenyum kebapakan membuat Zee merasa tersipu.
"Aku gak tahu hubungan kami akan berjalan seperti apa tapi aku yakin kami akan bisa melewati semuanya." ucapan Zee terdengar senang sekaligus ada keraguan tapi uncle Clark tidak berani mengatakan hal yang dia takuti akan membuat Zee tersinggung.
Selanjutnya Zee dan uncle Clark lanjut membicarakan hal hal ringan seputar rencana perayaan ulang tahun sang mommy yang akan di rayakan di Spanyol.
"Orang tuamu akan mengadakan pesta ulang tahun nyonya Lucy di sebuah kapal pesiar mewah negara Spanyol. Mereka ingin kamu dan istrimu bisa ikut memeriahkan." kata uncle Clark.
"Kehadiran kalian berdua akan menjadi kejutan tersendiri bagi nyonya Lucy. Hhmm baiklah uncle rasa sebaiknya uncle segera pergi agar kamu bisa istirahat nak." uncle Clark bangun dari sofa yang dia duduki lalu melangkahkan kaki menuju pintu apartemen.
Zee membukakan pintu untuk mengantar kepergian uncle Clark saat bertepatan dengan Vanya yang tengah berjalan keluar dari arah lift.
Uncle Clark sempat menyapa Vanya sebentar sebelum kemudian menghilang seiring pintu lift yang menutup.
Langkah kaki Vanya terlihat ringan dan penampilan Vanya kali ini sangat berbeda membuat Zee membeku beberapa detik sebelum akhirnya mengerjapkan mata berkali kali saat Vanya semakin dekat.
"Baru pulang ?" tanya Zee yang masih menahan daun pintu .
"Hhmm iya, maaf aku lupa kasih kabar soalnya.." Vanya belum sempat menyelesaikan kalimatnya tapi tiba tiba saja Zee menarik tubuhnya masuk ke dalam apartemen.
Astaga apa Zee marah ?? Haish aku benar benar lupa mengirimkan kabar lewat ponsel. aduh bagaimana ini ??? Vanya mulai merasa bersalah sendiri.
"Apa ponselmu rusak atau hilang hehh ! bukankah aku sudah bilang hal sekecil apapun kabari aku, apa kamu sengaja mau bikin aku marah Vanya ??" ucapan Zee terdengar tajam dan lugas.
"Ponselku ada di dalam tas hanya saja seharian ini aku lupa Zee . Maaf.." Vanya hanya bisa mengucapkan kata maaf karena memang dirinya yang lalai tidak memberi kabar.
Apa harus segitunya sampai marah ?? apa jangan jangan Zee khawatir sama aku ? Tapi kan ..? monolog dalam batin Vanya terpotong saat tiba tiba saja Zee sudah berada di hadapannya.
Deg..
Deg..
Deg..
Netra Zee dan Vanya beradu, jarak keduanya sangat dekat hanya beberapa centi dan jujur saja saat ini Zee seperti terhipnotis akan penampilan Vanya yang tampak segar dan manis.
Aku rasa setelah ini aku akan sering minta Merry ajak Vanya perawatan tubuh deh. Dia kelihatan manis dan fresh setelah dari salon. batin Zee tidak berkedip
"Aku rasa kamu harus dihukum Vanya. Karena kamu sudah lalai terhadap suamimu dengan pulang sampai larut malam tanpa ijin. Hukuman seperti apa yang kamu mau heumm ?" suara Zee terdengar lirih membuat tubuh Vanya meremang.
Hukuman ?? kenapa aku harus dihukum kan aku tidak sengaja !!!
"Please Zee, jangan menatap aku begitu. Aku tidak sengaja jadi tolong jangan hukum aku." Vanya mencoba memalingkan wajahnya karena saat ini tatapan Zee membuat wajahnya terasa panas karena pias menahan malu.
"Tetap saja, aku ingin menghukum kamu, istriku.." ucap Zee sembari menahan dagu Vanya agar kembali menatap .
Dengan gerakan lembut Zee mendaratkan bibirnya tepat diatas bibir Vanya yang terasa manis dan wangi aroma tubuh usai perawatan di salon membuka Zee enggan jika hanya sekedar ciuman.
Zee menahan tubuh Vanya yang ingin berontak dengan sebuah ancaman, "Bukankah kewajibanmu sebagai seorang istri adalah melayani suamimu heumm."
Sontak ucapan Zee membuat Vanya mati kutu,
Malam ini Zee menginginkan sentuhan yang lebih dari sekedar ciuman. Zee ingin menyentuh menikmati setiap jengkal tubuh Vanya yang kini adalah candu sejak malam pertama mereka tempo hari.
Vanya bukannya tidak berani melawan tapi dia takut jika Zee akan berbuat kasar seperti saat percintaan pertama tempo hari. Meski mereka adalah suami istri tapi kan..
aaaa apa membawaku keatas ranjang bisa disebut hukuman ???? ZEE RESE !!!!