
Tidak terasa hari hari berlalu begitu cepat dan tidak terasa hari ini adalah akhir pekan dimana, Zee sudah berjanji akan mengajak Vanya sang istri kencan ala muda mudi kota Paris. Hari ini mereka akan menghadiri pagelaran acara Paris Fashion week.
Pagi pagi setelah selesai sarapan Zee dan Vanya sudah bertolak meninggalkan apartemen dan menggunakan mobil mewah nya, mereka menuju lokasi pertama hari ini yaitu salon.
Zee dan Vanya akan melakukan kegiatan pertama sebelum kencan malam nanti di salon langganan tempat keluarga Sanders biasa menghabiskan waktu di sana.
Dengan memesan treatment make over plus spa Zee dan Vanya menikmati perawatan dari ujung rambut sampai ujung kaki, sengaja Zee memesan pelayanan yang sama sebagai suami istri agar bisa tetap berada di satu ruangan yang sama.
Berjam jam mereka habiskan di Salon langganan hingga menjelang siang hari, Zee dan Vanya keluar dari salon dengan tampilan yang fresh dan sama sama bersinar innocent.
Selanjutnya mobil yang dikemudikan oleh Zee menuju ke sebuah Butik, lagi lagi ini adalah butik langganan Sang mommy jika sedang berada di Prancis.
Beberapa waktu mereka habiskan untuk mencoba berbagi outfit kencan yang menurut Zee akan disukai sang istri.
Entah sudah berapa kali Vanya berganti outfit namun seperti nya dia masih belum menemukan style yang dia sukai.
Vanya mengatakan pada Zee jika dirinya ingin memakai merk busana dan aksesoris yang akan di tampilkan idolanya di ajang Paris Fashion Week.
Dengan malu malu Vanya menyebutkan sebuah merk yang sama seperti idolanya pakai nanti.
"Jadi kamu mau samaan sama idola kamu heum ? Baiklah kita ke C line store , ayo." ajak Zee tanpa basa basi sambil menggandeng Vanya keluar dari butik langganan sang mommy.
Vanya merasa senang lantaran Zee menurut i apa yang dia inginkan, awalnya Vanya merasa sungkan karena harga setiap produk merk C line pasti sangat mahal dan Vanya kurang ajar sekali malah menginginkan style yang sama dengan yang akan di pakai idola nya yang nominalnya bisa mencapai puluhan juta dollar.
Beberapa menit perjalanan menggunakan mobil, akhir nya mereka tiba di official store C line, sementara Vanya melihat lihat berbagai produk yang dipajang di toko, Zee diam diam menanyakan set pakaian yang akan di kenakan oleh brand ambassador merk tersebut yang akan di pakai untuk menghadiri Paris Fashion Week malam ini.
Seorang pegawai mengatakan jika set tersebut tersedia dalam stok terbatas dengan harga spesial yang pasti jauh lebih mahal.
"Toko kami hanya memiliki dua pasang style outfit untuk pasangan pria dan wanita, model nya akan sama persis dengan yang akan dipakai Lisa B P dan V B T S malam nanti, harga sudah pasti jauh lebih mahal karena style outfit tersebut baru akan dipasarkan secara bebas dua pekan ke depan tuan." seorang pegawai wanita tersebut tampak melangkah mengantarkan Zee untuk melihat desain yang dia utarakan.
"Harga tidak masalah, berikan pakaian couple tersebut lengkap beserta aksesorisnya. Aku akan bayar pakai ini." Zee mengeluarkan kartu hitam ajaib yang bisa digunakan untuk membeli apapun di dunia ini.
"Baik tuan, akan kami siapkan mohon tunggu sebentar." pegawai wanita berpenampilan rapih berusia sekitar tiga puluh tahun tersebut menerima kartu dari tangan Zee dengan senyum sumringah.
Dalam hatinya senang sekali hari ini berhasil mencapai target penjualan yang bernilai fantastis .
"Zee, aku gak bisa menemukan apa yang aku inginkan. Ini semua stok lama dan kata pegawai model yang aku inginkan baru akan di pasarkan dua pekan ke depan." Vanya menghela nafas sedikit kecewa.
"Aku kayaknya udah dapat apa yang kamu inginkan deh, ayo ikut aku ." Zee menggandeng tangan Vanya untuk duduk disebuah sofa tunggu di ruangan khusus yang terpisah dengan ruangan konsumen lain.
Tidak berapa lama menunggu, dua orang pegawai wanita masuk dan membawakan apa yang sudah Zee pesan dan bayar.
"Pesanan anda tuan Sanders, silakan.." ucap seorang pegawai dengan sangat ramah.
"Thanks, bisakah kalian tinggalkan kami karena kami akan langsung memakai nya."ucap Zee sopan sambil menerima kembali kartu hitam ajaibnya.
Dua pegawai toko tampak mengangguk lalu berjalan keluar dari ruangan khusus tersebut.
Zee memperlihatkan isi dari paper bag di hadapan Vanya dan sontak Vanya histeris antusias karena semua yang ada di hadapannya adalah apa yang sama persis Vanya inginkan.
Zee dan Vanya mulai mengganti pakaian mereka dengan style outfit yang di maksud. Mulai dari pakaian sampai aksesoris, semua sama persis dengan yang akan di tampilkan oleh idola Vanya.
Outfit couple yang mereka kenakan serba hitam, mulai dari pakaian sampai aksesoris, benar benar outfit style anak muda yang sangat mahal, jika ditaksir ke nilai mata uang rupiah maka untuk dua outfit yaitu yang di pakai Zee dan Vanya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Zee dan Vanya saling mematut penampilan mereka di depan cermin dengan saling merapikan satu sama lain hingga keduanya sama sama melempar senyum puas dan percaya diri.
"Ready to date my wife ?" ucap Zee sambil tersenyum ke arah Vanya.
"Of course my husband." jawab Vanya membalas senyuman sang suami.
Keduanya melangkahkan kaki keluar dari official store C line dengan percaya diri, saling mengeratkan tautan tangan menuju mobil yang terparkir khusus .
Kemudian mobil mewah Zee dan Vanya membelah jalanan kota Paris untuk menuju ke lokasi terakhir yaitu, ajang pagelaran Paris fashion week yang akan diadakan di salah satu sudut pelataran menara Eiffel.
Menara Eiffel selalu menjadi ikon lambang keromantisan pasangan pria dan wanita, salah satu tempat destinasi di dunia untuk memadu cinta dan kasih.
Sama seperti yang ingin dilakukan Zee saat ini, dia ingin mengubah sisa rasa sakit dan trauma dalam diri Vanya ke dalam sebuah perasaan baru yang hanya ada mereka berdua dalam merangkai rajutan baru kisah kasih sebagai pasangan suami istri.
Diam diam Zee memiliki harapan besar untuk hubungan pernikahannya dengan Vanya yang masih seumur jagung.