ZeeVanya

ZeeVanya
Bab 55 Sofa panas



Zee me lu mat lembut bibir Vanya sampai tubuh Vanya tersandar pada Sofa, Vanya yang awalnya ragu untuk membalas namun karena merasa sentuhan Zee kali ini terasa lebih lembut dan tidak kasar mulai membalas meski agak kaku.


Zee tidak ingin tergesa gesa seperti percintaan tempo hari. Kali ini tidak pengaruh obat sialan atau paksaan membuat keduanya sama sama mengalir menyalurkan rasa.


Ciuman yang awalnya hanya lu ma tan lembut kini semakin lama semakin menderu semakin panas dan kemana mana.


Pertukaran Saliva yang terasa manis dan hangat membuat sesuatu di bawah tubuh keduanya seakan tersengat aliran listrik yang halus dan terus menerus hingga membuat keduanya terselimuti kabut gairah yang sama sama menginginkan lebih.


Jari jemari Zee semakin bergerak menyusup mencoba masuk ke dalam kemeja atasan yang dipakai sang istri.


Dengan masih tetap mencumbu bibir Zee meraba memberi sensasi yang lebih ,


"~Ahh" satu de sa han lolos begitu saja dari mulut Vanya membuat Zee semakin bersemangat melakukan yang lebih.


Ciuman Zee turun ke bawah kini leher Vanya menjadi sasaran Zee yang ingin menciptakan tanda kemerahan,


Rasa ngilu dan basah membuat Vanya refleks meremas rambut Zee yang terus menghisap lehernya seperti vampire.


"~ssshhh ahh " nafas sang istri semakin terasa menderu dan berat.


Tidak ada perlawanan seakan keduanya sama sama sepakat lewat bahasa tubuh jika malam ini adalah milik mereka.


Satu tangan Zee yang meremas gundukan kenyal milik sang istri, sedangkan satu tangan lainnya berusaha melepaskan kancing kemeja .


Vanya sampai membusungkan dada saking nikmatnya sentuhan sang suami diatas tubuhnya.


Tidak ada kata yang terucap selain de sa han dan lenguhan nikmat.


Tubuh bagian atas sang istri berhasil di telanjangi oleh sang suami, Zee kembali menatap binar berkabut pada dua gundukan yang tampak kencang menantang dengan irama naik turun karena sang istri yang semakin ON.


Hhmmpphh~


Hhmmpphh ~


Keduanya kembali berciuman, ciuman bibir yang semakin basah dengan sesekali tangan Zee memilin memainkan pucuk pu ting sang istri.


Saat Zee hendak melepaskan sisa kain terakhir yang masih menempel di tubuh satu sama lain,netra sang istri tampak bergetar.


Selain menahan hasrat bercinta juga menahan rasa takut apakah akan semenyakitkan saat percintaan pertama tempo hari.


"Don't worry baby.." ucap Zee saat ujung jemari mengusap bagian pangkal paha sang istri.


"Lakukan dengan pelan, jangan kasar seperti waktu itu.." pinta sang istri yang tampak tangannya gagal menahan pergerakan jemari Zee yang saat ini terasa seperti menggelitik titik sensitifnya.


Tubuh Vanya melenguh, berkali kali mengeluarkan suara de sa han e ro tis saat Zee menenggelamkan wajahnya diantara pangkal paha. Tampak Zee sedang menikmati liang seng gaa ma sang istri melalui tarian lidah yang terasa hangat.


"Awshh ahh !" Vanya meremas rambut Zee yang saat ini tengah menghisap daging kenyal berlendir yang semakin gatal.


Tangan Zee sengaja menahan kedua kaki sang istri untuk tetap berada di atas sofa membentuk huruf M besar .


Posisi Zee berlutut di lantai dengan sng istri yang bersandar pada sofa dengan kaki di tekuk lebar.


"So seksi baby.." ucap Zee saat melihat ekspresi Vanya saat ini yang sangat ON.


Jless~


Jless~


Jleesss~


Zee dengan e ro tis menusuk nusukkan lidahnya keluar masuk liang berlendir yang terasa ketat meski licin.


Vanya yang semakin tidak tahan mencoba mengetatkan kedua kaki namun gagal karena Zee tetap menahan kedua kaki sang istri agar tetap membuka.


"Akhh aku gak tahan Zee , ahh πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦ !!"


Vanya mengeluarkan cairan pelepasan yang pertama, sebuah rasa yang baru pertama kali Vanya alami seumur hidupnya.


huhh.. huhh.. huhh.


Belum teratur nafas Vanya tapi sang suami sudah kembali menjilati sisa cairan yang sampai merembes keluar dengan ujung lidahnya.


Zee memberi jeda untuk sang istri menikmati pelepasan pertama nya.


Beberapa saat kemudian..


"Aku akan lakukan sekarang, ini tidak akan sesakit tempo hari i promise baby.." ucap Zee yang tampak mengubah posisinya dari yang tadinya duduk berlutut kini setengah berdiri mengambil ancang ancang dan mengarahkan batang tegak nya tepat kearah liang basah sang istri.


Sshh ahh~


Satu de sa han lolos lagi dari mulut Vanya saat sang suami menekan ujung batang sedikit masuk ke dalam liang.


Menusuk sedikit lalu tarik,


Menusuk lagi kemudian di tarik lagi hingga..


Mmpphh akhh !!


Sang istri sampai memekik kuat saat Zee menekan pinggulnya dan memasukkan hampir separuh batang tegak miliknya.


"Hang on baby ,ini bahkan belum masuk semua.." ucap Zee Yang kemudian menarik lagi batang tegak itu.


Belum masuk semua tapi rasanya seperti menembus sampai ke tulang !!! jerit Vanya dalam hati.


Zee sengaja menggoyangkan pinggulnya dengan sangat pelan karena setiap dirinya menekan ke dalam maka sang istri akan tampak tersentak.


Pinggul keras itu terus bergerak maju dan mundur dengan tempo yang sangat pelan hingga membuat cairan pelicin alami dari dua bagian membuat gerakan yang dilakukan Zee semakin terasa nikmat.


Pelan dan nikmat..


Sang istri sampai merem melek saat batang tegak milik Zee keluar masuk kedalam liang berlendir dengan tempo yang semakin bertambah cepat.


Vanya yang tubuhnya mulai menerima gesekan yang terasa licin itu tidak bisa menolak bahkan jujur saja dirinya mulai sangat menikmati setiap hujaman pinggul keras sang suami dengan tempo yang semakin cepat.


"Ahh iya disitu , deeper Zee ahh" Vanya menggeliatkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan menikmati setiap hujaman yang terasa semakin candu.


"Gak sakit kan, semakin lama justru akan semakin enak." ucap Zee di sela aktifitas nya memompa tubuh sang istri.


Vanya hanya mengangguk, mulut Vanya tidak bisa banyak berkata kata saat ini tubuhnya terasa melayang di awang awang dengan kenikmatan yang tiada tara.


Zee hanya melakukan itu dengan satu gaya karena tidak ingin sang istri kembali trauma jika dirinya berganti gaya.


Gesekan batang tegak di dalam dinding berlendir itu semakin kuat, Zee bergerak cepat namun tidak sampai bru tal.


Hhmmpphh..


hhmmpphh..


Zee kembali mendekap tubuh Vanya dan merengkuh bibir mungil sang istri untuk kembali melakukan ciuman basah yang panas menggelora.


Saling berbalas ciuman dengan bagian bawah yang saling memberi dan menerima kenikmatan, sofa panjang di ruangan itu mulai basah akan keringat dari tubuh dua sejoli yang masih enggan menyudahi sesi percintaan panas yang sudah berlangsung lebih dari satu jam.


Rasa geli bercampur nikmat tidak terelakkan, Zee benar benar bermain dominan dan sang istrii bahkan tidak perlu banyak bergerak karena tubuh mungilnya sendiri adalah candu yang membuat seorang Zee tergila gila.