
Dalam hidup ini, tidak semua orang akan menyukai keberadaan kita. Kadang ada orang-orang yang akan membencimu meskipun kamu tidak pernah mengenal mereka. Alasannya sederhana, kehadiran kamu mungkin mengganggu atau menjadi ‘ancaman’ bagi mereka, bisa karena pekerjaan, gengsi pada lingkungan, dan sebagainya.
Hal yang paling menyebalkan jika sudah seperti ini adalah meladeni keegoisan manusia. Sadar atau tidak, banyak yang akan mencoba menjatuhkan dirimu dengan cara-cara pengecut seperti menjelek-jelekan kamu dari belakang, memfitnah, dan lain-lain.Saat di fitnah, mungkin diantara kamu berprinsip tidak akan peduli dengan perkataan orang lain. Namun terkadang yang menjadi beban adalah orang-orang terdekat yang mendengar fitnah tersebut. Seperti keluarga, teman, bahkan pasangan. Bagi kamu mungkin masa bodo, tapi gimana perasaan orang-orang terdekatmu?
Ya,seperti itulah kehidupan yang dilalui oleh Wilona saat ini. Seandainya kedua orang tuanya masih ada mungkin Wilona sendiri tidak akan sanggup jika harus melihat kedua orang tuanya itu menderita karena berita tentang dirinya. Menghadapi cibiran dari tetangga belum lagi menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari para langganan di butik. Sering kali Wilona kedatangan pelanggan hanya ingin menanyakan kebenaran tentang berita yang mereka dengar. Ingin rasanya Wilona menghajar mereka yang suka sekali ngurusin hidup orang lain tanpa bercermin terlebih dahulu pada dirinya sendiri. Tapi,Wilona bukanlah gadis yang akan bertindak ceroboh dalam menghadapi situasi seperti itu. Wilona selalu menanggapi semua pertanyaan dan cibiran dari orang lain dengan senyuman dan kata-kata singgungan untuk mereka yang suka menilai seseorang dari luarnya saja.
Seperti biasa jika hari libur Wilona selalu menyempatkan dirinya untuk berolahraga di taman dekat komplek rumahnya. Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk menempuh jarak dari rumah ke taman,kali ini Wilona menggunakan sepeda menuju taman itu. Wilona melewati jalan seperti biasa,sekuriti perumahan seperti biasa selalu menyapa Wilona begitupun dengan Wilona sendiri.
Setibanya di taman Wilona memarkirkan sepedanya dan ia duduk disebuah bangku taman. Seketika sekelebatan ingatan pertemuan dirinya dengan Leon dan Grace ditaman ini bagai kaset kusut yang berputar dalam ingatannya. Wilona masih ingat bagaimana Leon menatapnya dengan ketidak sukaan terhadap dirinya. Ketika sedang melamun karena ingatan pertemuan kemarin pagi dan kejadian di ruang keluarga rumah Averus pada saat makan malam itu,Wilona dikejutkan dengan kedatangan Claudia yang tiba-tiba saja duduk di sebelahnya.
Wilona menoleh sebentar ke sebelah kanannya dimana Claudia sedang duduk,lalu ia kembali menatap ke arah taman yang cukup ramai di Minggu pagi.
"Apa kabar gadis penggoda?" Tanya Claudia
Wilona tidak menanggapi ucapan Claudia,dan itu membuat Claudia mengepalkan tangannya dan menatap nyalang ke arah Wilona.
"Cih,ternyata kamu sudah menambah julukan baru ya? Gadis tuli,hahaha.." ujar Claudia lagi,sepertinya ia sedang ingin memancing amarah Wilona pagi ini. Tapi,sayangnya Wilona tidak termakan oleh omongan dan cibiran dari Claudia.
Wilona hendak bangun untuk meninggalkan taman itu,tapi tangannya tercekal oleh Claudia. Wilona menatap Claudia dengan tatapan tidak dapat diartikan bahkan Claudia sendiripun tidak bisa membaca ekspresi Wilona saat ini. Sekarang Wilona yang dulu sedikit berubah menjadi gadis yang misterius.
"Ada apa nona Claudia?" Tanya Wilona santai
Claudia menghempaskan tangan Wilona dengan kasar. "Cih,semakin lama kamu semakin sombong ya? Aku tidak menyangka kalau secepat ini kamu berubah menjadi gadis yang sombong. Baguslah dengan begitu semua orang akan tahu siapa kamu sebenarnya." Ujar Claudia dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan pembicaraan mereka dar jarak yang cukup jauh.
"Maaf nona Claudia,jika tidak ada yang ingin anda sampaikan sebaiknya saya undur diri. Selamat tinggal sampai jumpa besok pagi di kampus." Jawab Wilona,lalu ia membalikkan badannya untuk mengambil sepeda yang ia parkir kan di dekat tempat duduk taman.
Ketika Wilona baru saja menyentuh sepedanya,tiba-tiba Claudia mengikuti Wilona dari belakang.
"Aww" rintih Claudia kesakitan karena ia menjatuhkan dirinya sendiri,dan saat itu juga Leon datang dengan membawakan sebotol air mineral untuk kekasihnya itu.
"Claudia" ucap Wilona dan Leon yang terkejut dengan Claudia yang terjatuh.
"Sayang kamu tidak apa-apa?" Tanya Leon pada Claudia,sedangkan Claudia masih merintih kesakitan karena ulahnya sendiri.
"Clau,kamu tidak apa-apa?" Pertanyaan Wilona membuat Leon menatapnya dengan tajam begitupun Claudia.
"Kenapa tadi kamu mendorongku Wilona? Aku hanya ingin membantumu mengambilkan sepeda mu itu,tapi kamu malahan mendorongku. Kenapa kamu jahat sekali Wilona?" Ucapan Claudia membuat Wilona tercengang dan membuka mulutnya sedikit,Wilona bingung karena ia tidak sama sekali menyentuh Claudia apalagi mendorongnya.
"Aku… Aku tidak mendorongmu Clau." Jawab Wilona membela dirinya
"Cukup nona Wilona,sudah jelas kalau Claudia kesakitan menahan sakit karena ulah mu ini. Jika anda tidak mendorongnya mana mungkin Claudia bisa terjatuh seperti ini." Leon marah karena melihat kekasihnya itu kesakitan karena terjatuh.
"Tapi,aku…" belum selesai Wilona berucap Claudia sudah memotongnya.
"Kenapa Lona? Aku hanya ingin berbuat baik sama kamu,tapi kamu selalu seperti itu sama aku. Sebenci itukah kamu sama aku? Sedangkan aku tidak pernah melakukan kesalahan sama kamu." Ujar Claudia sambil terisak dalam pelukan Leon.
Leon yang mendengar kekasihnya menangis karena ulah wanita yang berada di hadapannya itu pun mulai sangat geram. Leon melepas pelukannya pada Claudia,lalu ia menghampiri Wilona. Leon mencengkeram bahu Wilona dan dengan kasarnya ia mendorong tubuh ringkih itu dengan sekuat tenaga sampai kepala Wilona terbentur kursi taman.
"Aww" lirih Wilona
Belum sampai situ saja,Leon mengambil air yang ia bawa untuk Claudia lalu ia membukanya dan mengguyur tubuh Wilona dengan air dari botol itu. Semua orang yang berada di taman menatap iba pada Wilona. Tapi,mereka tidak bisa berbuat apa-apa,karena mereka tidak ingin berurusan dengan pemilik perusahaan Averus yang terkenal sangat kejam. Wilona hanya bisa berpasrah saja,bagaimanapun juga ia tidak bisa melawan Leon. Walaupun Wilona berteman baik dengan adiknya Leon,tapi ia bukanlah gadis yang suka memanfaatkan keadaan. Wilona tidak ingin memanfaatkan pertemanannya dengan Grace hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.
Merasa sudah puas memberi pelajaran pada Wilona,akhirnya Leon mengajak Claudia untuk meninggalkan Wilona sendirian. Sebelum itu,ia berpesan pada semua yang ada di taman untuk tidak membantu Wilona.
"Perhatian semuanya,jangan ada yang membantu wanita ini dan jangan ada yang merekam atau menyebarkan video tentang kejadian ini. Jika itu terjadi kalian tahu apa akibatnya,kalian akan berurusan dengan diriku LEON AVERUS AKSARA." Ujar Leon memperingati para pengunjung taman.
Wilona menggelengkan kepalanya,ia tidak menyangka sama sekali kalau Claudia akan sejauh ini memfitnah dirinya sampai Leon pun ikut membenci dirinya. Air mata Wilona tidak dapat dibendung lagi,Wilona menyesali dirinya untuk datang ke taman ini. Sambil menahan rasa sakit pada kepala dan dengkulnya,Wilona bangun dari posisinya dan mengambil sepedanya,lalu ia pergi meninggalkan taman dengan kondisi yang memprihatinkan. Para pengunjung taman ada beberapa yang menatapnya iba,tapi ada pula yang menatapnya dengan kebencian.