WHEN I FOLLOW MY HEART

WHEN I FOLLOW MY HEART
11. Fitting Baju Pengantin



"Wilona…" teriak Grace 


"Grace.. " teriak Wilona juga


Mereka saling menghampiri lalu berpelukan cukup erat. Mereka saling pandang karena tidak menyangka mereka akan bertemu di butik milik bibinya Wilona. Ya,yang dimaksud dengan Rosalina oleh Grace adalah Rose bibinya Wilona. 


"Omg.. aku gak nyangka kalau kita akan bertemu disini beb." Ucap Grace 


Wilona pun tertawa dan tidak lupa ia menyapa Gabriel yang dari tadi juga tidak menyangka kalau orang yang mereka akan temui adalah sahabat calon istrinya ini. 


"Aku pun tidak menyangka sama sekali,hai Gabriel." Ujar Wilona sambil menyapa Gabriel


"Hai juga" jawab Gabriel


"Seandainya aku tahu dari awal kalau bibi Rosalina itu adalah bibi kamu,untuk apa aku datang kesini. Lebih baik kamu saja yang datang ke mansion,hahaha." 


"Cih,yang mau nikah siapa kok aku yang ribet." 


"Gak apa-apa dong… Kan' sekalian kamu bisa ketemu sama kak Leon,sambil curi-curi pandang gitu." 


"Ih,apaan sih." Ujar Wilona dengan roma merah di pipinya. 


"Cieee… Mukanya merah… Cie malu…Hahahaha…" 


Grace suka sekali menggoda Wilona,karena ia suka melihat wajah Wilona yang selalu memerah ketika Grace menggodanya. Gabriel hanya memperhatikan kedua wanita yang  bersahabat ini. 


"Sayang sudahlah,lihat itu wajah Wilona sudah seperti kepiting rebus,haha." Ujar Gabriel


"Cih,kalian samanya." Kesal Wilona


"Kamu terlihat menggemaskan sekali Lona…" Grace berujar seraya mencubit kedua pipi Wilona karena ia merasa sangat gemas dengan sahabatnya itu. 


"Aish,sakit tau" ucap Wilona sambil memegang kedua pipinya yang sudah merah karena cubitan Grace. 


"Yak,tuan Gabriel kenapa anda menyukai gadis sejenis Grace? Lihatlah apa yang diperbuatnya kepada diriku ini." Keluh Wilona pada Gabriel


"Apa katamu tadi? Sejenis? Memangnya aku ini apa? Sampai-sampai kamu sematkan kata sejenis." Ujar Grace sambil membulatkan matanya


"Manusia langka" timpal Gabriel


"Pfft … Haha …  Sejenis manusia langka…. Hahahaha"  Wilona tidak tahan untuk tidak tertawa setelah mendengar perkataan Gabriel. 


Karena kesal dengan perkataan Gabriel akhirnya Grace melempar sebuah bantal ke arah calon suaminya itu. Tapi,segera ditangkap oleh Gabriel,pria itu tersenyum tanpa berdosa kepada Grace. 


"Mana ada manusia langka secantik aku? Kalaupun ada pasti sudah dimuseumkan." Gerutu Grace


"Sebentar lagi kamu juga akan aku museum kan,sayang." Gabriel berujar sambil mengejek Grace dengan memainkan kedua alisnya naik dan turun. 


Grace menatap Gabriel bingung,sedangkan Wilona menutup mulutnya karena tidak tahan ingin menertawakan Grace yang sedang memasang wajah bingungnya. 


"Kamu akan aku museum kan di hatiku sayang." Gabriel mengeluarkan jurus gombalannya lagi. 


Wilona benar-benar sudah tidak tahan tahan dengan dua sahabatnya ini. Ruangan itu kini dipenuhi dengan suara tawa dari mereka. 


"Dasar tukang gombal" ujar Grace yang masih menahan rasa kesalnya pada Gabriel.


"Sudah-sudah,kalau terus seperti ini kapan fitting baju nya?" Ucap Wilona yang masih berusaha menahan tawanya. 


"Tuh kan' sampai lupa,tunjukan gaun pengantinnya." Ujar Grace 


"Tunggu sebentar aku panggilkan karyawan ku dulu." 


Wilona segera berjalan ke arah meja kerjanya dan meraih gagang telepon yang terhubung ke bagian kasir.


"Baik nona" 


"Terima kasih" 


"Sama-sama,nona" 


Setelah panggilan terputus,orang yang dipanggil oleh Wilona pun datang. 


Tok.. Tok…


Pintu ruangan diketuk sebanyak dua kali


"Masuk Sofia" teriak Wilona yang memerintahkan Sofia untuk masuk


"Nona memanggil saya?" Tanya Sofia


"Ya,tolong bantu aku menyiapkan gaun pernikahan mereka." 


Sofia pun mengangguk sopan "baik nona" 


Sofia dan Wilona berjalan ke arah pintu yang masih berada di ruangan itu,tak lama mereka keluar dengan mendorong gantungan baju dengan dua setel pakaian pengantin yang akan dicoba oleh Grace. Wilona mengambil satu gaun pengantin untuk di coba oleh Grace sedangkan Sofia membawa tuxedo untuk mempelai pria nya yang berwarna senada dengan gaun mempelai wanitanya. 


"Coba kamu pakai yang ini Grace kalau tidak cocok masih ada satu lagi." Ujar Wilona sambil memberikan sebuah gaun berwarna biru langit kepada Grace. Begitupun dengan Sofia,ia memberikan pakaian yang ia pegang tadi kepada Gabriel.


"Baiklah aku akan mencobanya." Jawab Grace. 


Grace dan Gabriel pun memasuki ruang ganti yang berbeda. Wilona membantu Grace untuk memakai gaun pernikahannya. Setelah mencoba gaun pertama Grace langsung tertarik dengan gaun yang kini sedang dikenakan olehnya. 


"Ya tuhan kamu terlihat sangat cantik Grace" puji Wilona


"Apakah ini gaun yang dirancang oleh dirimu,Lona?" Tanya Grace untuk memastikannya


"Ya,kedua gaun itu aku yang merancangnya. Apa kamu tidak suka?" Wilona takut Grace tidak menyukai rancangannya


"No,aku sangat suka dengan rancangan mu ini. Bagaimana bisa kamu begitu detail dengan gaun yang ku inginkan?" Grace tidak percaya kalau selama mengenal sahabatnya ini begitu banyak hal yang ia tidak ketahui. Bahkan soal merancang sebuah gaun pun Grace baru mengetahuinya hari ini. 


Wilona tersenyum "syukurlah kalau kamu menyukainya,aku memang merancangnya  sesuai dengan apa yang bibi Rose sampaikan padaku. Bibi mengatakan kalau kliennya kali ini sangat menyukai gaun yang simpel dan berwarna biru langit. Entah kenapa aku malah kepikiran dengan kamu saat merancangnya,hampir semua yang kamu sukai aku rancang dalam gaun yang ku buat ini." Ujar Wilona saat mengingat dirinya selalu memperhatikan Grace di kampus. 


"Jadi,tanpa sepengetahuanku kamu diam-diam memperhatikan aku?" Tanya Grace kembali


Wilona mengangkat kedua bahunya "bisa dikatakan begitu" ujarnya dengan senyum


"Uh,so sweet sekali sahabatku ini." Grace langsung memeluk Wilona


Kali ini Grace begitu sangat terharu dengan perhatian sahabatnya yang baru ia kenal ini. Grace berdoa dalam hatinya agar sahabatnya ini selalu diberikan kebahagiaan. 


Tok… Tok… Tok… 


"Nona Wilona apakah ada kesulitan?" Tanya Sofia pada atasannya itu


Grace melepas pelukan mereka,lalu  Wilona segera membuka pintu ruang ganti,sedangkan Grace langsung mengambil tisu yang ada di dekat cermin besar dan menghapus sisa air matanya. 


"Tidak ada kesulitan,maaf lama menunggu karena tadi kami asyik ngobrol" ujar Wilona sambil terkekeh 


Grace merapikan penampilannya dan kemudian ia keluar dari ruang ganti dengan penampilan yang sudah lebih baik. Gabriel yang sudah menunggu Grace lima menit yang lalu pun sangat terpana melihat penampilan Grace dengan gaun pengantin yang dirancang sendiri oleh Wilona. Grace menghampiri Gabriel yang masih diam mematung menatapnya dengan mulut yang sedikit terbuka. 


"Bagaimana tuan Gabriel penampilan mempelai wanitanya?" Tanya Wilona pada Gabriel


"Cantik" jawab Gabriel singkat


Wilona tersenyum dengan tingkah kedua calon pengantin ini. Grace juga berpikir kalau Gabriel sangat tampan dan cocok memakai tuxedo berwarna senada dengan gaun yang ia pakai saat ini. Sebenarnya memang Grace dan Gabriel pada dasarnya sangat tampan dan cantik,jadi kalau pakai apapun pasti cocok saja gitu.