
Akibat berbagai faktor, mereka tidak bisa bersatu menjalin hubungan. Melihat fenomena yang ada, wajar jika kamu harus selalu bersyukur. Ucapan terima kasih dan syukur telah memiliki pujaan hati. Dia yang selama ini menemanimu, ada untukmu. Setidaknya kamu tetap harus bersyukur dan menghargai kehadirannya. Tanpa adanya rasa syukur, hati akan merasa kekurangan terus menerus. Jangan buat doi merasa jadi sosok yang tidak dihargai. Maka dari itu lantunkanlah kata-kata bersyukur telah memiliki cinta. Salah satu cara mengungkapkan kebahagiaan tulus dari dasar hati.
Satu di antara kata yang terkenal ialah 'cinta itu buta'. Cinta yang menepikan logika. Mencintai dan dicintai memang menjadi harapan bagi setiap orang, namun kamu harus tetap dengan bijak untuk menyikapinya.
Waktu terus bergulir,dua manusia yang sedang dimabuk cinta itu pun saat ini sedang begitu menikmati kebersamaan mereka dalam berbagi kasih sayang dan cinta mereka. Hari ini Averus mengajak Rose berkunjung ke apartemennya,hujan deras dari mereka pulang kuliah pun belum berhenti sampai saat ini. Suara spatula yang berbenturan dengan teflon meramaikan suasana dapur yang awalnya sunyi kini berubah menjadi riuh karena Rose saat ini sedang memasak untuk makan siang mereka yang tertunda. Ketika Rose sedang serius dengan pertarungannya di dapur bersama spatula dan teflon,tiba-tiba saja sebuah tangan memeluk pinggangnya dari belakang.
"Honey,kamu sedang apa?" Tanya Averus dengan suara khas bangun tidurnya.
Satu jam yang lalu,ketika mereka sedang menonton tv,Averus yang begitu lelah akhirnya tertidur di pangkuan Rose. Pria itu terbangun karena mencium aroma yang begitu menggoda cacing yang ada di dalam perutnya.
"Aku membuatkanmu spaghetti,karena hanya ada bahan itu saja di dapur ini. Kamu pasti lapar,ayo kita makan ini sudah jadi."
Averus menyiapkan dua buah piring untuk menaruh spaghetti itu,Rose menaruh spaghetti nya di atas piring yang sudah disediakan di atas meja makan. Averus pun mengambil gelas dan menuangkan air mineral untuk mereka berdua. Averus sudah duduk manis dan menatap penuh nafsu ke arah spaghetti buatan Rose yang begitu menggoda selera.
"Selamat makan" ujar Averus setelah merapalkan doa sebelum makan. Begitupun dengan Rose,gadis itu melakukan hal yang sama seperti Averus.
Setelah selesai makan,mereka tidak lupa merapikan dan membersihkan alat makan mereka bersama-sama. Rose membuatkan teh untuk Averus dan juga dirinya,Averus yang sedang asyik menyaksikan film yang sengaja di putarnya kini menatap ke arah Rose yang baru saja datang sambil membawa sebuah nampan dengan dua cangkir berisikan teh dan cemilan untuk menemani acara nonton film nya. Averus menepuk tempat yang kosong di sebelahnya agar Rose duduk di sampingnya,Rose tersenyum berjalan ke arah tempat yang sudah disediakan oleh Averus. Rose baru saja ingin mendudukkan dirinya,tiba-tiba saja Averus menarik pinggang Rose sehingga posisi Rose saat ini berada di pangkuan Averus.
"Aaaaaaa…." Teriak Rose
Dengan cepat Averus me***** bibir Rose yang dari tadi ditahan olehnya, suara decapan memenuhi ruangan tv apartemen tersebut. Tangan Averus sudah menjelajah masuk kedalam dress yang dikenakan oleh Rose. Dengan sangat hati-hati Averus merebahkan tubuh Rose di sofa yang cukup besar itu.
"Av,jangan" ujar Rose dengan menggelengkan kepalanya.
Mata Averus yang begitu sayu menatap Rose dengan penuh gairah. "Percayalah padaku,Rose. Aku sangat mencintaimu dan jika sesuatu terjadi padamu,aku akan bertanggung jawab padamu. Aku tidak akan meninggalkan dirimu. Aku mencintaimu kamu,Rose." Ujar Averus dengan suara yang tertahan gairah,bahkan mampu membuat tubuh Rose meremang.
"Terimakasih,honey" ujar Averus sambil mencium bibir Rose dengan sedikit lum***, Averus juga sangat bahagia karena dirinyalah pria pertama yang berhasil mengambil sesuatu yang berharga pada diri Rose.
Averus menarik tubuh Rose kedalam dekapannya,tak lama mereka pun terlelap setelah melakukan kegiatan yang cukup menguras tenaga mereka.
Malam harinya Averus mengantarkan Rose ke rumahnya dan di depan teras sudah ada Mark yang menunggu kepulangan Rose. Mark yang melihat mereka baru saja tiba pun segera menghampiri Rose dan Averus.
"Terima kasih Averus sudah mau mengantarkan Rose yang sangat manja ini." Ujar Mark pada Averus dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Averus dan Rose pun tersenyum "ini sudah kewajiban saya kak,untuk mengantarkan Rose pulang." Jawab Averus
"Ayo,masuk kita makan malam dulu. Rose ajak kekasihmu itu untuk makan malam." Ujar Mark dengan mengajak Rose dan pemuda itu untuk makan malam. Rose pun mengajak Averus masuk kedalam rumah.
Erisa yang sedang menata makanan di meja pun menyambut kedatangan mereka. "Selamat malam" ujar Erisa
Rose tersenyum memandang wanita yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya itu. "Selamat malam juga kakak ipar" jawab Rose dan Averus yang membuat Erisa tersenyum kembali.
"Ayo,semuanya duduklah,kita makan bersama." Ujar Erisa kembali
Makan malam hari ini begitu nikmat karena rasa kekeluargaan yang begitu hangat,canda tawa serta obrolan ringan tentang rencana pernikahan Mark dan Erisa yang akan dilaksanakan dalam waktu lima bulan lagi. Tanpa terasa waktu semakin larut dan Averus berpamitan dengan semuanya yang berada di rumah itu. Malam ini Erisa sengaja menginap karena besok adalah hari libur,jadi wanita itu ingin mengajak Rose dan Mark untuk piknik di sebuah taman.
*Dua bulan kemudian
Tangan Rose bergetar dan matanya menatap nanar pada benda yang sedang dirinya pegang. Dua garis tertera di alat tes kehamilan,seketika tubuh Rose meluruh ke lantai. Isak tangis terdengar dalam ruang kamar mandi itu,Rose merutuki dirinya atas kebodohannya yang sudah menyerahkan mahkota kewanitaannya itu kepada kekasihnya. Nasi sudah menjadi bubur,semuanya sudah terjadi. Rose segera menghapus air matanya,lalu mencuci wajahnya untuk menghilangkan jejak air matanya. Setelah keluar dari kamar mandi,Rose segera menghubungi Averus. Tapi,sayangnya Averus tidak dapat dihubungi. Memang bukan hanya hari ini saja Averus tidak dapat dihubungi,tapi sudah tiga hari pria itu tidak dapat dihubungi,bahkan adik sepupunya pun tidak tahu keberadaan Averus,karena Adeline pun sudah tidak tinggal di negara ini lagi. Adeline sudah satu bulan tinggal di Paris bersama kedua orang tuanya. Rose semakin frustasi dengan keberadaan Averus yang entah ada dimana saat ini.