WHEN I FOLLOW MY HEART

WHEN I FOLLOW MY HEART
Menggali Sebuah Informasi



Tidak semua sahabat di dunia ini semuanya berperangai baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Ada pula yang sahabat justru menikam dari belakang, memutar balikkan fakta yang ada dengan cerita yang dikarangnya sendiri. Dengan maksud ingin mencari perhatian orang lain atau menjatuhkan harga diri sahabatnya. 


Perlakuan sahabat yang seperti itu menjadikan sahabat lainnya merasa sakit hati dan kecewa. Bahkan membuat stres hidup sahabatnya. Pada akhirnya mengungkapkan lewat kata kata sakit hati karena difitnah. Sahabat itu harusnya menutupi kekurangan sahabat lainnya, bukan berbicara yang berbeda di luar sana.


Saat merasa sakit hati dan kecewa dengan sahabatmu, yakinlah masih ada sahabat lain yang hadir di dalam hidupmu. Jangan pernah merasa sempurna menjadi seorang sahabat, jika mulut saja tak mampu menjaga rahasia sahabatnya. Fitnah itu layaknya api yang sedang kau lemparkan keluar dan pada suatu waktu api itu tertiup angin kemudian mengenai tubuhmu.


Tinggalkanlah sahabat yang pernah berkata buruk kepada orang lain tentang kita. Karena sahabat seperti itu seperti bunglon yang berubah sesuai tempat. Jadilah teman yang baik, atau jika tidak mampu, jagalah lisanmu untuk tidak menyakiti sahabatmu.


Hidup ini simple, jalin persahabatan dan jangan menebar fitnah agar hidup kita damai dan bahagia.


Roy berada di ruangan Leon sejak Claudia dan Jessica meninggalkan kantor Averus Grup. Roy memberikan berkas mengenai informasi detail tentang Wilona dan Claudia. 


"Aku harap setelah kamu membaca berkas ini,kamu bisa bertindak tegas dan memilih yang terbaik dalam hidupmu,Leon." Ujar Roy sambil memberikan berkas itu,kedua alis Leon mengerut menatap bingung dengan ucapan Roy. 


Leon menerima berkas itu,pertama dirinya membuka berkas milik Claudia. Satu demi satu deretan tulisan yang tercetak pada kertas tersebut dibaca oleh Leon. Pada saat membaca berkas mengenai Claudia raut wajah Leon seketika berubah dan mengeras seperti sedang menahan sebuah amarah. 


Leon menatap Roy tajam "apakah informasi ini akurat?" Tanya Leon dengan ragu pada asistennya itu. 


Roy mengernyitkan dahinya "oh,come on bro,sejak kapan aku membohongimu? Selama ini aku selalu memberikan kamu informasi yang akurat setiap dirimu memintaku untuk mengorek informasi seseorang." Jawab Roy dengan nada sedikit kesal pada Leon. 


"Jangan karena kamu mencintai Claudia,kamu mempertaruhkan persahabatan kita,Leon. It's not funny at all." Jawab Roy lagi.


Leon melempar berkas tersebut dengan sangat kasar,dirinya tidak ingin melanjutkan membaca semua informasi mengenai Claudia. 


Lalu,Leon mengambil berkas milik Wilona. Leon melakukan hal yang sama yaitu membaca dengan detail setiap kata yang tercetak di kertas tersebut. Kali ini raut wajah Leon berubah sedikit sendu saat membaca berkas milik Wilona. Leon mengusap wajahnya dengan sangat kasar,sesekali menggenggam erat berkas itu seakan meremas berkas yang berisikan data Wilona. 


"Astagfirullah…." Lirih Leon sambil mengusap wajahnya kasar. 


"Bagaimana? Apa yang akan kamu lakukan setelah mengetahui fakta tentang  mereka? Terutama Wilona,yang notabene nya adalah istri sah dirimu Leon?" Tanya Roy membuat Leon tak mampu menjawab,bibirnya seakan kelu. 


Leon menggelengkan kepalanya,helaan nafas terdengar dari bibir Leon. "Aku ingin sendiri" ujar singkat Leon. 


Roy paham dengan apa yang Leon rasakan,akhirnya Roy meninggalkan Leon sendirian di ruangannya. Roy memberitahukan sekretaris Leon untuk tidak mengganggu bos mereka dan Roy juga memberitahukan bahwa untuk urusan kantor hari ini akan di handle oleh Roy sendiri. 


Leon menyandarkan kepalanya di sofa sambil menatap langit-langit ruangan nya. Memory mengenai Wilona tergambar jelas bagai sebuah film yang sedang diputar kembali. Kejadian saat Leon melontarkan kata-kata kasar terhadapnya dan juga kejadian saat di taman yang membuat kening Wilona memar karena didorong oleh dirinya. 


"Kenapa kamu tidak membalas semua orang yang menyakiti hatimu,Wilona?" Lirih Leon


"Kenapa kamu hanya berdiam diri dan tidak membalas mereka yang sudah memfitnah dirimu?" Lanjut Leon lagi


"Maafkan aku,Wilona." Ucap kembali Leon dengan begitu pilu. 


Cukup lama Leon termenung meratapi kesalahan dan penyesalannya karena dirinya salah satu diantara orang yang sudah membuat luka pada hati Wilona. Leon teringat dengan pernikahannya yang yang akan berakhir dua bulan lagi. 


"Bodoh kamu Leon,kenapa tidak dari dulu mencari tahu tentang Wilona secara detail dan…. Aarrgghh Gabriel. Kenapa dirinya memberikan data yang tidak selengkap seperti Roy. Apa kemampuannya dalam menggali informasi seseorang sudah turun level?" Ujar Leon yang masih geram,lalu pria itu mencari ponselnya dan menuju meja kerjanya. 


Leon meraih ponselnya dan segera menghubungi Gabriel. Nada sambung pun berdering,Leon masih menunggu jawaban di ponselnya dari Gabriel. 


"Halo,ada apa kakak iparku?" jawab Gabriel dengan basa basi.


"Cih,tidak perlu basa basi seperti itu,kamu dimana?" Tanya Leon ketus


"Kamu tahu ini hari apa? Tanpa kamu bertanya seharusnya kamu sudah tahu aku dimana kakak ipar." Jawab Gabriel dengan nada meledek. 


"Adik ipar kurang ajar,kenapa adikku mau saja menikah dengan dirimu,brengsek. Tunggulah aku akan datang ke kantormu." Ucap Leon kembali dengan kesal dan menutup ponselnya secara sepihak. 


Leon keluar dari ruangannya dan mengatakan pada sekretarisnya kalau dirinya akan keluar. Dirinya juga mengatakan kalau ada sesuatu yang penting bisa langsung mengabari Roy yang sebagai asistennya.


...*****...


Leon melajukan kendaraannya menuju perusahaan Gabriel,Leon juga sudah menghubungi Grace agar dirinya juga datang ke perusahaan Gabriel. Setibanya disana Leon sudah disambut oleh asisten Gabriel di depan lobby. 


Asisten Gabriel mempersilahkan Leon untuk masuk setelah mereka tiba di lantai paling atas dimana ruangan Gabriel dan para petinggi lainnya berada. 


"Silahkan,tuan" ujar asisten yang diutus oleh Gabriel.


"Terima kasih" jawab Leon singkat


Gabriel yang sedang fokus dengan laptopnya pun menoleh saat pintu dibuka oleh asistennya dan menampakkan seorang yang sedang ditunggu oleh dirinya. 


"Wow,selamat datang kakak ipar" ujar Gabriel menyambut kedatangan ipar sekaligus sahabatnya itu.


Leon hanya mentap sinis pada Gabriel sedangkan Gabriel hanya tersenyum tanpa berdosa. Pria itu mempersilahkan Leon untuk duduk di sofa dekat meja kerja Gabriel. 


"Ada apa kamu datang kesini Leon?" Tanya Gabriel penasaran. 


"Nanti akan aku beritahu tujuanku datang kesini,tapi setelah Grace tiba." Jawab Leon sambil duduk dengan menyilangkan kakinya. 


Tidak lama Leon berucap,pintu ruang kerja Gabriel pun terbuka kembali oleh asistennya dan orang yang ditunggu dari tadi oleh Leon kini sudah datang.


"Halo,semuanya. Ada apa kak Leon memintaku untuk datang ke kantor suamiku?" Tanya Grace yang baru saja datang dan langsung mencecar pertanyaan pada Leon karena dirinya sudah sangat penasaran.


"Sayang tahan dulu pertanyaannya kamu kan' baru saja tiba." Ucap Gabriel yang sangat mengkawatirkan istrinya itu.


Grace hanya nyengir seperti kuda saja,baru ingin Grace berucap pintu kembali terbuka oleh asisten Gabriel dengan seorang office boy yang membawakan mereka minuman dan juga cemilan.