WHEN I FOLLOW MY HEART

WHEN I FOLLOW MY HEART
33. Ingin Menjadi Kekasihmu



*Flashback On* 


Leon yang melihat Wilona sedang berdiri di balik pintu yang terbuka sedikit dengan terhalang tirai saat dirinya sedang bercinta dengan Claudia pun merasakan perasaan yang begitu aneh. Setelah selesai dengan aktivitasnya bersama Claudia diruangan itu,kini Leon segera meminta Claudia untuk keluar dan menunggunya di ballroom hotel. Ketika Claudia keluar dari ruangan itu,Leon pun ikut keluar. Tapi,tujuannya kali ini bukan menyusul Claudia melainkan menunggu Wilona yang keluar dari toilet. Leon tahu bahwa Wilona saat ini sedang di toilet karena arah pergi gadis itu ke arah dimana toilet berada. 


Cukup lama Leon berdiri menunggu Wilona keluar dari toilet,akhirnya gadis itu pun keluar dengan wajah tertunduk. Dengan cepat Leon mencekal tangan Wilona sampai tubuh gadis itu menabrak dada bidangnya. Sejenak Leon terpaku dengan tatapan mata Wilona,bahkan suara gadis itu yang bergetar membuat Leon semakin ingin menguasainya. 


Leon pun menarik Wilona dan masuk ke salah satu kamar hotel dan segera menghempaskan tubuh Wilona ke atas kasur. Dengan cepat Leon mengukung tubuh Wilona di bawah tubuhnya saat ini,saat itu juga Leon tertegun karena raut wajah ketakutan Wilona terpancar jelas dengan air mata yang sudah mengembang di mata indah milik Wilona. Mata Leon menatap bibir ranum Wilona,bagaimanapun juga Leon adalah pria normal yang tidak dapat menolak keindahan di depannya. Leon mel**** bibir ranum gadis itu dan menjalar ke area leher jenjang Wilona,tubuh Leon semakin meremang saat mendengar ******* kecil yang keluar dari bibir Wilona karena Leon membuat sebuah tanda kepemilikan di area leher gadis itu. 


Air mata Wilona akhirnya jatuh juga,saat Leon menyeringai licik kini berubah menjadi tidak tega dengan apa yang dilihatnya.  


"Ada apa dengan ya? Kenapa dia menangis? Bukankah dirinya sering melakukan ini dengan pria yang menjadi korbannya selama ini?" Tanya Leon pada dirinya sendiri di dalam hati. 


*Flashback Off*


Satu Minggu setelah kejadian salah paham itu Averus memutuskan bahwa pernikahan Leon dan Wilona akan diadakan dua minggu lagi. Wilona dan Leon tidak dapat membantah dengan keputusan Averus. Grace yang mengetahui bahwa Leon akan menikah dengan sahabatnya itu pun menyambut dengan sangat antusias. Bahkan untuk semua urusan pernikahan Grace dan Gabriel yang turun tangan dalam menyiapkan pernikahan Leon dan Wilona. 


Saat ini Grace sedang bersama dengan sahabatnya itu,Grace menemani Wilona yang sedang fitting baju di butik Rose. Kali ini Rose yang akan merancang gaun untuk keponakannya,wajah sumringah tercetak jelas di wajah Grace dan Rose. Namun,tidak dengan Wilona saat ini dirinya benar-benar merasakan kegundahan. Seharusnya gadis itu senang karena dapat menikah dengan pria yang dicintainya,tapi di dalam pernikahan ini hanya dirinya lah yang mencintai tidak dengan Leon. 


Grace melihat sahabatnya yang sedang duduk melamun pun akhirnya mendekat dan menepuk punggung Wilona. 


"Ada apa? Kenapa calon pengantin melamun?" Tanya Grace sambil duduk di sebelah Wilona.


"Huh,tidak apa-apa" jawab Wilona dengan sangat santai


"Aku tidak percaya,pasti ada yang kamu sembunyikan. Ayo katakan padaku apa yang sedang kamu pikirkan." 


"Grace" 


"Hhmm,apa?" 


"Apakah aku bisa menjalani pernikahan ini? Kamu kan' tahu kalau Leon sangat membenci diriku." Ujar Wilona lirih dengan menundukkan kepalanya


Grace tahu apa yang sedang dirasakan oleh sahabatnya ini,bagaimanapun juga mereka harus menerima pernikahan ini. Grace berjanji pada dirinya,jika suatu saat terjadi sesuatu dengan pernikahan mereka,Grace lah yang akan berdiri paling depan untuk membela Wilona. Karena bagi Grace sudah cukup sahabatnya ini menderita karena berita yang tidak benar sama sekali. 


Grace tersenyum menatap Wilona "aku yakin kamu dapat menjalaninya,dan aku yakin kalau suatu saat nanti kak Leon akan mencintaimu dan percaya padamu. Aku yakin itu,jadi bersabarlah sahabatku. Aku yakin kamu bisa menjalani ini semua,karena aku tahu sahabatku ini adalah wanita yang kuat dan tidak mudah putus asa walau ku tahu hatinya mudah  rapuh." 


Wilona langsung berhambur memeluk sahabatnya yang sekaligus akan menjadi adik iparnya ini,Wilona kembali mengeluarkan air matanya karena terharu dengan ucapan yang diutarakan oleh Grace. 


"Thank you" lirih Wilona dan mendapat jawaban sebuah anggukan dan senyuman manis dari Grace. 


...******...


Suara perdebatan antara Leon dan Claudia memenuhi ruang kerja Leon di perusahaan. Claudia sengaja datang menemui Leon setelah mendengar kalau kekasihnya itu akan menikah dengan gadis yang selama ini dibenci oleh dirinya. 


Leon yang melihat Claudia menangis pun tidak sanggup dan segera meraih tubuh ringkih kekasihnya itu kedalam pelukannya. 


"Maafkan aku sayang…. Maaf,aku tidak bisa membantah perintah papah." Jawab Leon dengan mengelus punggung Claudia dengan lembut. 


"Lalu,bagaimana dengan diriku Leon?" 


Leon melepas pelukannya dan menatap wanitanya "kalau begitu kita menikah saja,bagaimana? Dengan begitu papah tidak akan bisa menikahkan aku dengan wanita penggoda itu." Leon tiba-tiba saja mempunyai pemikiran untuk menikahi Claudia,tapi sayangnya wanita itu tidak menginginkan pernikahan secepat itu dengan Leon. 


Claudia melepaskan tangan Leon yang masih berada di tangannya dan membalikkan badannya menghadap ke arah jendela. 


"Aku...aku tidak bisa menikah denganmu Leon." Ucap Claudia dengan kembali menghadap ke arah Leon. "Tapi,aku bisa menjadi kekasihmu" ucapnya kembali. 


Leon tidak habis pikir dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Claudia. Dengan entengnya Claudia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin menikah dengannya,tapi mampu menjadi kekasihnya. Leon menggelengkan kepalanya,selalu saja Claudia menolak dirinya yang mengajak menikah. 


"Kamu tidak ingin menikah denganku? Kenapa? Beri alasan ku apa yang selalu membuatmu menolak diriku,Claudia?" Teriak Leon dengan mencengkram bahu kekasihnya. 


"Aww,sakit Leon"  rintih Claudia


"Jawab pertanyaanku Claudia" desak Leon 


"Aku belum siap menjalin sebuah ikatan pernikahan dengan siapapun,Leon. Termaksud dengan dirimu,tapi jika kamu ingin menjadikan aku kekasihmu aku akan tetap ada disampingmu sampai dirimu tidak menginginkan aku lagi." Jawab Claudia dengan keyakinan yang membuat Leon kembali tidak percaya dengan apa yang didengar olehnya. 


"Pergilah…" 


"Leon" 


"Keluar…" bentak Leon pada Claudia,dengan rasa sedih akhirnya Claudia meninggalkan Leon begitu saja. 


"Maaf" ucap Claudia setengah bergumam


Sepeninggalnya Claudia dari ruangannya,Leon meremas rambutnya dengan rasa kesalnya. Karena kesal atas penolakan yang dilakukan oleh Claudia membuat Leon marah dan akan memutuskan untuk tetap menikah dengan Wilona. 


Leon mengambil ponselnya dan segera menghubungi seseorang yang sudah mengirim pesan kepadanya. 


"Halo" 


"Baiklah,tunggu aku disana" 


Leon segera menaruh kembali ponselnya setelah percakapan mereka berakhir. Leon pun meninggalkan kantornya dan mengatakan pada Roy kalau dirinya tidak akan kembali ke kantor lagi.