WHEN I FOLLOW MY HEART

WHEN I FOLLOW MY HEART
40. Kedatangan Jessica dan Claudia



Setelah mereka sarapan di restoran,kini Leon dan Wilona sedang dalam perjalanan menuju butik Wilona. Sesuai ucapan Leon bahwa dirinya akan mengantarkan Wilona,dan disinilah mereka berada di dalam ruangan kerja Wilona.


Wilona sendiri pun bingung dengan sikap Leon yang tiba-tiba saja ingin ikut masuk kedalam ruang kerjanya.


"Apakah kamu ingin aku buatkan secangkir kopi?" Tanya Wilona yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


"Tidak perlu,sebentar lagi aku akan ke kantor." Jawab Leon


Tidak lama ponsel Leon pun berdering dan tertera nama yang sudah lama tidak dia hubungi. Seulas senyum terbit di wajah Leon,sekilas Wilona terpesona karena senyuman Leon. Tapi,sayangnya senyum itu bukan untuk dirinya.


Leon keluar dari ruangan Wilona dan mengangkat telepon dari orang yang masih dirindukannya itu.


"Halo" jawab Leon


"Leon… aku merindukanmu" ucap seseorang yang menghubungi Leon


"Aku juga merindukan dirimu Claudia."


Orang itu adalah Claudia,dirinya menghubungi Leon untuk bertemu dengannya. Leon meminta Claudia untuk menemuinya di kantor saja,karena pagi ini dirinya akan jalan ke kantor. Claudia menyetujui apa yang dikatakan oleh Leon,dengan senang hati dirinya segera bersiap untuk menuju ke kantor Leon. Tanpa Leon sadari bahwa Wilona menguping percakapan Leon dan Claudia dari balik pintu ruangannya. Dengan cepat Wilona kembali ke posisi awal dimana dirinya berada. Rasa sakit menjalar pada hati Wilona,tapi dirinya sadar bahwa pernikahan mereka akan berakhir dalam dua bulan kedepan. Dirinya juga sadar bahwa Leon tidak mencintai dirinya,di hati Leon hanya ada nama Claudia.


"Sebaiknya aku pamit,karena ada klien yang ingin bertemu dengan diriku." Ujar Leon dengan berpamitan pada Wilona.


Wilona hanya mengangguk "ya,silahkan" jawabnya singkat,sebenarnya gadis itu tidak ingin Leon pergi. Dirinya ingin agar Leon tetap disini dan menemaninya,tapi apa daya dirinya tahu siapa yang ada di hati Leon saat ini.


Leon langsung meninggalkan ruangan kerja Wilona.


"Kenapa kamu tidak jujur saja padaku,Leon? Kenapa harus berbohong?" Ucap Wilona dalam hatinya.


Sepeninggalnya Leon dari ruangannya itu,Wilona berdiri tepat di depan jendela yang menghadap ke arah depan. Dari jendela itu dirinya juga bisa melihat Leon yang baru saja masuk kedalam mobilnya. Wilona memandang kepergian mobil Leon dengan tatapan sendu.


*Leon POV*


Entah apa yang aku rasakan saat mengantarkan Wilona ke butik miliknya. Rasanya seperti begitu senang saat bisa berhadapan dengan dirinya langsung,tapi jujur saja aku masih belum mengerti apa yang saat ini hatiku sedang rasakan. Disaat aku tidak bertemu dengan dirinya aku merasakan kesepian,tapi saat aku bertemu dengannya aku gugup dan bingung harus menghadapi Wilona bagaimana. Karena ini yang pertama bagiku,saat aku bersama Claudia hatiku biasa saja tidak seperti saat berhadapan dengan Wilona.


Kami tiba di butik Wilona dan aku mengikuti Wilona masuk ke dalam ruangannya. Saat aku baru saja mendudukan tubuhku di sofa tiba-tiba saja dering ponselku berdering dan tercetak jelas nama Claudia di sana.


Aku bingung harus mengangkatnya atau tidak,jujur saja aku selalu menghindar saat Claudia mengajakku bertemu sebelum bahkan saat malam pertama aku dan Wilona pun dirinya menawarkan diri untuk menemaniku di kamar hotel. Tapi,aku menolak tawarannya,aku tidak ingin Wilona melihat diriku tidur bersama wanita lain.


Saat selesai menerima telepon dari Claudia yang mengajak diriku bertemu,aku pamit dan mengatakan bahwa ada klien yang ingin bertemu dengan diriku. Akhirnya dengan rasa sangat berat aku berbohong pada Wilona. Aku tidak ingin mengatakan kalau akan bertemu dengan Claudia,aku takut dirinya akan sakit hati lagi. Bahkan rasa bersalah ini saat kejadian tadi pagi masih saja berbekas,ingin rasanya aku minta maaf tapi rasa egoku mengalahkan semuanya.


Aku keluar dari butik dan menuju mobil yang terparkir,saat aku masuk ke dalam mobil tidak sengaja aku melihat sosok Wilona yang berdiri di jendela ruangannya.


"Wilona" gumamku


Sekilas aku menatap wajah Wilona,entah kenapa tatapan itu terlihat begitu sendu dan sangat suram. Cukup lama aku menatap wajah itu,hingga akhirnya suara dering ponselku kembali berbunyi dan diriku bergegas pergi dari pelataran parkir butik Wilona.


*Leon POV End*


...*******...


"Leon" jawab orang itu


Leon menoleh dan mendapati seorang wanita cantik yang sedang berdiri di sebelahnya sambil membawa sebuah goodie bag hitam.


"Jessica? Sedang apa kamu disini?" Tanya Leon bingung dengan kedatangan teman lamanya ini dengan tiba-tiba.


"Menemui seseorang" jawab singkat Sandra dengan menampilkan senyumannya. "Oh,ya bagaimana keadaanmu? Kenapa kamu sudah masuk ke kantor Leon? Bukankah semalam kamu demam?" Tanya Jessica yang heran kenapa Leon sudah masuk kerja saja.


"Aku sudah sembuh,ayo masuk" ujar Leon sambil mengajak Jessica masuk ke dalam lift bersama dengan dirinya.


Jessica mengikuti Leon yang masuk ke dalam lift terlebih dahulu,Jessica berjalan dibelakang dan berdiri disebelah Leon.


"Berarti istrimu merawat dirimu dengan sangat baik Leon,sepertinya dia gadi baik." Ujar Jessica dengan sedikit memuji Wilona.


Sesaat Leon memikirkan semua ucapan Jessica. Seketika dirinya teringat dengan tugas yang dia berikannya pada Roy,dirinya harus menemui Roy saat ini. Leon dan Jessica keluar dari lift dan langsung disambut oleh Claudia yang sudah tiba lebih dulu karena ingin bertemu dengan Leon.


Claudia menatap sinis pada Jessica yang berjalan bersisian dengan Leon. Wanita itu langsung menyalip di antara Leon dan Jessica. "Sayang,aku sudah menunggumu dari tadi. Kenapa kamu lama sekali?" Rengek Claudia yang langsung bergelayut di lengan Leon.


Jessica menatap Claudia dengan ketidak sukaannya,tiba-tiba saja Roy datang untuk menyambut atasannya dan juga Jessica.


"Selamat pagi,bos." Ucap Roy pada Leon dan hanya di anggukkan kepala saja.


Roy membukakan pintu untuk Leon dan dua wanita yang terlihat tidak saling menyukai.


"Leon,siapa wanita ini?" Tanya Jessica langsung dengan menatap sinis pada Claudia.


Leon menatap Jessica "dia…"


"Aku kekasih Leon" jawab Claudia dengan gaya angkuhnya.


Belum sempat Leon mengatakan siapa Claudia yang sebenarnya,wanita itu sudah terlebih dahulu memotong ucapan Leon dan menjawab pertanyaan Jessica.


"Kekasih?" Tanya Jessica yang tidak percaya.


"Ya,aku kekasihnya Leon."


"Maaf nona Jessica sebaiknya kita keruangan saya saja." Jawab Roy dengan menarik tangan Jessica.


Leon menatap curiga pada Roy dan Jessica. Lalu,dirinya teringat tentang informasi mengenai Wilona dan Claudia.


"Roy,apakah kamu sudah mendapatkan tentang informasi yang aku suruh?" Tanya Leon


"Sudah bos,nanti akan saya berikan pada anda setelah selesai dengan urusan anda dengan nona Claudia." Jawab Roy yang masih memegang tangan Jessica.


"Baiklah,kamu boleh kembali keruanganmu." Ujar Leon kembali dan dijawab dengan anggukan oleh Roy. Roy keluar sambil menggandeng tangan Jessica untuk menuju ruangannya.