
"Kita beli es krim yang banyak ya paman,karena aku ingin membaginya dengan tante cantik." Ucap kembali Maxim yang masih dalam gendongan Leon
Leon hanya menanggapi dengan kekehannya dan sesekali mencubit pipi Maxim karena dirinya sangat gemas dengan anak itu.
Sepeninggalnya Leon dan Maxim dari ruang rawat Wilona,kini hanya ada dirinya dan Claudia di dalam ruangan itu. Claudia sudah duduk di dekat tempat tidur Wilona.
Hening,sesaat terjadi kecanggungan diantara Wilona dan Claudia. Hingga akhirnya suara wilona lah yang terlebih dahulu memecahkan kecanggungan tersebut.
"Claudia,boleh aku bertanya?" Pertanyaan pertama untuk memecahkan keheningan
Claudia menatap Wilona "Ya,apa yang ingin kamu tanyakan padaku Wilona?"
Wilona pun tersenyum "kenapa kamu membenciku Clau?" Tanya Wilona yang membuat dada Claudia semakin terasa sesak saat harus mengingat kejadian kelamnya.
"I-itu…." Gugup Claudia dengan menundukkan kepalanya
"Katakan saja agar aku tahu kesalahanku yang membuat kamu membenciku selama ini,agar kedepannya aku tidak melakukan hal yang sama lagi dan membuat kamu semakin membenciku. Aku hanya ingin hidup damai dan tenang Clau,maka dari itu aku ingin kesalahpahaman yang terjadi diantara kita dapat terselesaikan mulai saat ini." Ucap lagi Wilona
Claudia menatap Wilona dengan tatapan sendu dan rasa bersalahnya. "Maafkan aku Wilona…. Maaf" lirih Claudia
Wilona mengerutkan dahinya "hei,kenapa kamu minta maaf denganku? Seharusnya akulah yang meminta maaf,karena sikap aku mampu membuat kamu membenciku." Jawab Wilona sambil menggenggam tangan Claudia.
"Maafkan aku karena semua berita tidak benar tentangmu diluar sana tidak luput dari campur tangan diriku Wilona. Aku sangat menyesalkan hal itu,maaf." Ucap Claudia yang masih menundukkan wajahnya dan tanpa terasa dirinya sudah terisak menangisi perbuatannya selama ini terhadap sahabatnya.
Wilona pun tersenyum kembali "Claudia,aku sudah memaafkan dan melupakan semuanya,jadi tolong lupakan itu. Aku hanya ingin tahu kenapa kamu begitu membenciku."
Claudia menatap Wilona,lalu dengan nada gemetar Claudia menceritakan semua yang telah terjadi pada dirinya sehingga dirinya berakhir dengan begitu membenci Wilona. Wilona yang mendengar cerita Claudia pun terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya,dirinya tidak menyangka kalau Claudia mengalami hal seburuk dan seberat itu dalam hidupnya.
"Jujur pada saat itu aku benar-benar membencimu Wilona" ucap Claudia yang semakin terisak
Wilona pun tidak tahan dengan apa yang didengarnya,bagaimanapun juga dirinya memang sangat bersalah terhadap Claudia. Wilona menyesal karena tidak ada disaat sahabatnya membutuhkan dirinya. "Maafkan aku Claudia… Maaf…" lirih Wilona sambil memeluk tubuh Claudia yang semakin terisak
Wilona merenggangkan pelukannya lalu menghapus air matanya "Kamu juga harus tahu yang sebenarnya terjadi antara aku dan juga Chandra,saat itu… Chandra mengajakku berbicara berdua katanya ingin membahas dirimu. Akhirnya aku mengikutinya hingga di kelas kosong itu,saat aku bertanya padanya bukannya jawaban yang aku dapatkan melainkan pelecehan yang dilakukannya oleh diriku. Malam itu Chandra memaksaku untuk menciumnya,tapi belum sempat bibirnya menyentuh bibirku aku sudah menendangnya dan aku langsung meninggalkan Chandra sendirian. Keesokan harinya Chandra juga ikut menyebarkan berita tidak enak tentang diriku." Jawab Wilona menatap lurus seakan sedang mengingat masa kelam nya dulu.
Claudia begitu terkejut saat mendengar apa yang dikatakan Wilona,ternyata bukan hanya dirinya yang mendapatkan pelecehan,tapi sahabatnya ini pun mengalaminya. Tapi bedanya Wilona berhasil lolos dari tangan pria brengsek itu,sedangkan Claudia tidak dapat meloloskan diri.
Salah paham akan selalu ada dalam hidup kita, oleh sebab itu berhati-hati dalam berkata. Terkadang diam adalah pilihan bijaksana.
"Maafkan aku yang sudah berburuk sangka terhadapmu Wilona." Ucap Claudia
"Aku juga minta maaf padamu Claudia,disaat kamu terpuruk aku tidak ada didekatmu,maafkan aku."
Wilona dan Claudia pun akhirnya berpelukan dengan saling memaafkan menghilangkan rasa kesalahpahaman diantara mereka selama ini. Mereka melepas pelukan tersebut dan saling menghapus air mata di wajah mereka masing-masing.
"Bagaimana hubunganmu dengan Leon,Claudia?" Tanya Wilona
"Apakah Leon tidak memberitahukan dirimu,Wilona?" Tanya balik Claudia dan Wilona hanya menggelengkan kepalanya
"Ke-kenapa? Apa yang terjadi dengan kalian?" Tanya Wilona yang belum puas mendapat jawaban dari Claudia.
"Leon tahu kalau selama ini aku sudah membohonginya,bahkan dia sudah tahu fakta yang sebenarnya tentang kamu dan juga diriku. Bahkan dirinya juga tahu keberadaan Maxim yang aku sembunyikan selama ini." Jawab Claudia yang membuat Wilona terdiam dan menundukkan wajahnya.
"Lona…"
"Ya"
"Apakah kamu mencintai Leon?" Tanya Claudia yang lagi-lagi membuat Wilona terdiam dan merasa lidahnya saat ini begitu kelu
"A-aku.." ragu Wilona
"Aku tahu kamu mencintanya,Lona" ujar Claudia lagi dengan tersenyum
Wilona tersenyum kecut "tapi,dia tidak mencintaiku Clau. Aku yakin walaupun hubungan kalian berakhir dihati Leon pasti tersimpan baik namamu di sana." Jawab Wilona dengan menatap Claudia.
Claudia menggelengkan kepalanya "tidak,aku yakin Leon juga mencintaimu Lona. Aku bisa lihat itu dari pancaran matanya saat memandangmu." Jawab Claudia dan hanya ditanggapi senyuman oleh Wilona.
"Haha,aku tidak yakin" jawab Wilona
Claudia mengangkat kedua bahunya "kamu ingin bukti?" Tanyanya lagi pada Wilona
Wilona mengernyitkan dahinya "bukti apa?"
"Bukti kalau Leon sudah mulai mencintaimu,bukan diriku lagi." Jawab santai Claudia
Wilona menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecut "tidak perlu,jika kami berjodoh maka akan disatukan nantinya. Biarkanlah waktu yang menjawab bagaimana nantinya cintaku ini akan singgah." Ucap Wilona pasrah saat mengingat ini sudah dua bulan lebih mereka menikah,tapi Leon belum juga menggugatnya dalam perceraian.
"Kamu selalu seperti itu Lona,selalu pasrah pada keadaan. Setidaknya berjuanglah untuk mendapatkan hati Leon." Ucap Claudia
"Kamu tahu aku seperti apa,aku bukan orang yang begitu pemaksa dalam keadaan. Bagiku melihat Leon bahagia dengan orang yang dicintainya kelak,itu sudah cukup bagiku asalkan Leon bahagia walaupun bukan dengan diriku." Jawab Wilona dengan cengiran di wajahnya
"Cih,dasar kamu ini." Ucap Claudia dengan terkekeh geli
"Lalu bagaimana dengan kamu? Apakah kamu sudah berusaha mencari tahu siapa ayah biologis putramu?" Pertanyaan Wilona membuat Claudia kembali terdiam dan menggeleng dengan lesu
"Aku tidak tahu siapa orang itu,Lona. Bahkan wajahnya saja aku lupa yang aku ingat hanya tatapan mata itu yang sama dengan mata Max,hanya itu." Jawab Claudia sambil menoleh menatap Wilona
"Kenapa tidak kamu minta tolong saja sama Leon,bukankah tadi kamu mengatakan kalau Leon tahu semuanya tentang kamu,Claudia?"
Claudia menghela nafasnya dan membuangnya dengan perlahan "Leon sedang menyelidikinya,Lona. Tapi belum mendapatkan hasilnya." Jawab Claudia dengan suara tidak semangat