
Leon memutuskan untuk mengajak Bryan berbincang di ruang kerjanya saat ini,mereka duduk di kursi yang sama.
"Coba kamu ceritakan saat kecelakaan malam itu Bryan. Lalu kamu kemana setelah kecelakaan itu?" Leon mencecar beberapa pertanyaan pada Bryan.
Bryan tampak tersenyum,"apa sebaiknya kita menunggu yang lainnya dulu,Leon? Jadi,aku tidak mengulang kembali cerita yang akan aku sampaikan." Jawab Bryan
Tidak lama pintu ruang kerja Leon pun diketuk dan menampilkan kedua sahabatnya itu.
"Apa kabar Bryan?" Ujar Gabriel sambil berjabat tangan lalu memeluknya
"Alhamdulillah kabar aku baik,kamu sendiri bagaimana? Aku dengar dari Leon kalau kamu juga sudah menikah." Jawab Bryan saat melepaskan pelukan mereka.
"Ya,yang dikatakan Leon itu benar,bahkan aku menikahi adiknya. Aku dan istriku juga baik." Ucap Bryan lagi.
Bryan pun melakukan hal yang sama dengan Roy,mereka pun sudah duduk di tempat mereka masing-masing. Mereka saling bercerita satu sama lain,hingga waktu dimana Bryan harus menceritakan semua yang telah terjadi kepada dirinya.
"Jadi,kamu kemana saja selama ini Bryan?" Tanya Gabriel yang sedang duduk di sebelah Leon
"Aku ada di negara S" jawab Bryan singkat
"Selama lima tahun kamu ada di negara itu?" Tanya Roy yang juga penasaran dengan sahabatnya itu,dan hanya dibalas dengan anggukan kepala saja.
"Sebenarnya apa yang terjadi setelah kecelakaan itu dan bagaimana kamu bisa sampai kecelakaan malam itu Bryan?" Leon pun akhirnya bertanya mengenai kejadian naas yang dialami sahabatnya itu
Bryan pun mulai menceritakan semua yang terjadi saat malam sebelum kecelakaan dan setelah terjadinya kecelakaan yang dialami oleh dirinya. Mereka semua menyimak apa yang diceritakan oleh Bryan,mereka tidak menyangka kejadian yang dialami Bryan begitu fatal.
"Saat aku kecelakaan waktu itu,aku dinyatakan koma dan baru tersadar setelah kurang lebih dari tiga tahun dokter juga mengatakan kalau aku mengalami amnesia jangka pendek dan kelumpuhan pada kaki ku. Selama itu juga aku terus menjalani terapi untuk memulihkan semua ingatanku dan juga agar aku dapat berjalan kembali. Tiga bulan yang lalu,aku sudah sembuh total aku dapat berjalan kembali dan juga ingatanku kembali." Penjelasan Bryan di akhir ceritanya
"Maafkan kami yang tidak ada di masa tersulit dirimu,Bryan." Ujar Leon
"Ya,kami sangat menyesal akan hal itu." Sahut Gabriel
"Aku senang pada akhirnya kamu kembali pada kami,Bryan. Maafkan semua kesalahan kami di masa lalu,sebenarnya kami sudah berusaha meminta bantuan seseorang yang dapat melacak keberadaan dirimu,tapi entahlah kami tetap tidak dapat menemukanmu." Ucap Roy sambil menepuk punggung Bryan
Bryan pun mengangguk,"sudahlah aku pun minta maaf pada kalian terutama pada kak Javier. Aku ingin bertemu dengannya. Soal kalian tidak dapat melacak keberadaan ku itu karena adanya campur tangan kedua orang tuaku. Mereka menutup akses tentang diriku,jadi kalian tidak akan bisa menemuiku." Jawab Bryan yang benar-benar menyesal dan ingin meminta maaf pada Javier
"Kak Javier sedang tidak ada di negara ini,dia sedang melakukan dinas ke negara K. Pantas saja kami tidak dapat melacak keberadaan kamu,tapi kami bersyukur karena sekian lama akhirnya kamu kembali." Jawab Leon
"Sebenarnya aku kembali ke negara ini bukan hanya ingin bertemu dengan kalian saja,aku ingin menemui wanita yang sudah aku renggut mahkotanya pada malam itu." Bryan sedikit menjelaskan apa yang menjadi tujuannya kembali ke negara tempat kelahirannya.
"Apa kamu sudah menemukannya?" Tanya Gabriel pada Bryan
"Ya,beberapa hari lalu aku sudah bertemu dengan mereka." Jawab Bryan menatap ke arah tiga sahabatnya itu.
"Ya,wanita itu dan putraku. Aku sudah menyelidiki semuanya dan ya setelah aku merenggut kesuciannya beberapa bulan kemudian wanita itu dinyatakan hamil dan aku yakin kalau itu adalah putra ku." Jawab Bryan
"Siapa wanita itu? Apa yang akan kamu lakukan setelah mengetahui kalau itu adalah anakmu?" Tanya Gabriel yang penasaran dengan sosok wanita yang sudah direnggut kesuciannya oleh sahabatnya itu
"Leon mengenal wanita itu,mungkin kalian juga mengenalnya. Bahkan istri kamu juga sangat mengenal wanita itu,Leon." Jawab Bryan menatap satu persatu sahabatnya yang juga sedang menatap dirinya dengan tatapan penuh tanya.
"Kami semua mengenalnya?" Leon mengulang kata-kata Bryan
"Ya" jawab singkat Bryan
Leon,Gabriel dan Roy saling pandang,lalu kembali melihat ke arah Bryan. Leon bahkan menatap lekat wajah Bryan,seakan sedang berpikir dan mengingat hal yang sedang dilewatkan olehnya. Wajah Bryan mengingatkannya pada seorang anak Claudia,memang Leon saat itu ingin membantu Claudia untuk mencari siapa ayah biologis dari putranya,tapi dirinya melupakan hal itu karena sibuk mengurus Wilona yang masih harus membutuhkan perawatan. Leon masih menatap lekat wajah sahabatnya yang duduk di seberangnya itu yang hanya terhalang oleh meja kecil saja. Pikirannya saat ini sedang menduga-duga mengenai Bryan dan putra dari Claudia,Leon menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Claudia…." Ucap Leon yang masih menatap kearah Bryan,dan Bryan hanya tersenyum menatap Leon
Semua menatap ke arah Leon,seketika wajah Leon berubah dengan rahang yang mengeras dan tangannya yang mengepal kuat.
"Brengsek kamu Bryan." Leon menggebrak meja bahkan menendang meja tersebut cukup keras.
Leon berdiri dan ingin menghajar Bryan,tapi dengan cepat Gabriel dan Roy menghalangi dan mencegah Leon untuk melakukan hal bodoh itu.
"Sabar Leon,tidak bisakah kita selesaikan semuanya ini dengan baik-baik?" Ujar Gabriel yang tidak ingin persahabatan mereka kembali renggang hanya karena seorang wanita.
Leon langsung menepis kasar tangan Gabriel dan duduk kembali ke tempatnya dengan menatap tajam ke arah Bryan. Roy dan Gabrielnya pun menghela nafas mereka dengan kasar.
"Apakah itu benar Bryan? Wanita itu benar Claudia?" Tanya Gabriel dengan tenang dan sebagai penengah antara Leon dan Bryan
Bryan pun mengangguk,"itu benar" jawab Bryan dengan singkat
"Brengsek…"
Bugh….
Leon dengan gerakan cepat dan tidak dapat dihindari oleh Bryan memukul wajah sahabatnya itu,bahkan Gabriel dan Roy pun tidak dapat menghadangnya karena gerakan Leon yang begitu cepat. Beruntung hanya satu pukulan yang mengenai wajah Bryan. Gabriel menarik tubuh Leon agar lebih menjauh dari posisi Bryan saat ini. Roy segera mengambil kotak P3K yang ada di ruang kerja Leon,karena sudah terbiasa keluar masuk ruang kerja Leon jadi Roy tahu dimana letak kotak P3K tersebut.
"Leon,aku mohon tenanglah sedikit. Jangan hanya karena wanita persahabatan kita kembali renggang. Kita bukan remaja lagi Leon,ingat itu." Gabriel sedikit mengeluarkan apa yang ada di dalam hatinya saat ini
Roy mengobati luka Bryan pada sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Ringisan kecil terdengar pelan dari bibir Bryan saat Roy menyentuh luka bekas pukulan Leon.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan pada Claudia dan putranya,Bryan?" Gabriel kembali bertanya pada Bryan
"Aku akan menikahinya dan mempertanggung jawabkan semuanya. Aku hanya ingin membuat mereka bahagia." Jawab Bryan yang langsung menatap ke arah Leon dan Gabriel dengan jarak yang cukup jauh. Karena saat ini posisi Leon dan Gabriel berada di meja kerja Leon.