WHEN I FOLLOW MY HEART

WHEN I FOLLOW MY HEART
63. Keputusan Leon



"Ini sudah lebih dari dua bulan Leon,maka dari itu aku ingin menanyakan hal ini padamu. Aku ingin kepastian dari kamu,Leon. Apapun keputusanmu nantinya aku terima dengan lapang dada." Lanjut Wilona yang sesekali menatap Leon yang ada di sebelahnya. 


Leon masih diam dan tidak bergeming sedikitpun. "Jika aku ingin menceraikan mu apakah kamu akan setuju? Dan jika aku tidak ingin kita bercerai apakah kamu juga setuju?" Pertanyaan Leon kali ini benar-benar membuat Wilona bungkam. Bagaimanapun jika harus jujur Wilona tidak ingin Leon menceraikannya,karena bagi dirinya pernikahan itu sekali dan seumur hidupnya. Jika nantinya ada perceraian dalam pernikahannya,Wilona tidak akan menikah lagi karena di hatinya hanya ada pria yang saat ini duduk di sebelahnya saat ini.


"Aku akan terima apapun keputusanmu,Leon. Aku hanya ingin kepastian darimu,aku hanya tidak ingin suatu saat merasakan  kecewa saat pernikahan ini terus berjalan tetapi tidak ada cinta untukku sedikitpun darimu. Aku juga tidak ingin menjadi wanita yang egois karena menginginkan dirimu,Leon. Aku tahu diri akan hal itu,terlebih lagi aku tahu kamu mencintai wanita lain." Jawab Wilona dengan senyum kecutnya saat memandang Leon. Leon merasakan dadanya terasa sesak saat mendengar pernyataan yang Wilona lontarkan,ia akui memang dirinya sudah begitu menyakiti hati gadis baik seperti Wilona. 


Leon menatap Wilona yang kembali menundukkan kepalanya,pria itu terus memperhatikan apa yang dilakukan oleh Wilona. Menatap dari samping wajah Wilona yang bagaikan lukisan hidup dengan rambut panjang yang terurai dan poni yang sedikit menutupi wajahnya. Ingin rasanya Leon menyingkirkan poni itu dan menatap lekat wajah cantik Wilona dengan lesung pipi yang membuat wanita itu semakin manis saat tersenyum. 


Leon bergerak menggeser tubuhnya agar lebih mendekat pada Wilona,wanita itu pun merasakan kalau Leon sedang mengikis jarak diantara mereka. Wilona langsung menoleh dan betapa terkejutnya ia saat Leon sudah begitu dekat dengannya. Tatapan mata mereka pun bertemu dan saling mengunci satu sama lain.  Tangan Leon terulur untuk menyingkirkan rambut poni yang menghalangi wajah Wilona,menangkupkan wajah Wilona dengan satu tangannya sambil mengusap lembut wajah wanita itu dengan jari jempolnya. 


Jika ada yang bertanya bagaimana perasaan Wilona saat ini? Tentu benar-benar membuat jantungnya tidak baik-baik saja. Wilona seakan kesulitan bernafas karena sentuhan tangan Leon di wajahnya membuat kinerja jantungnya memompa begitu cepat,bahkan menelan salivanya saja sulit dilakukannya. Leon semakin mengikis jarak diantara mereka,nafas diantara keduanya terasa begitu dekat karena hidung mereka saat ini sudah saling berdekatan. Leon menyatukan bibirnya pada bibir Wilona,membuat wanita itu melotot karena serangan yang dilakukan oleh Leon. Tubuh Wilona bergetar karena sentuhan Leon. Merasa tidak ada balasan dari Wilona,akhirnya Leon menggigit sedikit bibir Wilona dan ********** saat Wilona membuka bibirnya. Wilona tidak dapat bergerak bahkan dirinya sulit bernafas,tubuhnya bergetar hebat. 


Leon melepas pagutannya dan menatap Wilona yang sedang bergetar,"kenapa kamu tidak bernafas saat aku menciummu? Dan ada apa denganmu Wilona?" Tanya Leon yang heran saat mendapati respon diluar dugaannya


Wilona menatap Leon sebentar,lalu mengalihkan pandangannya ke sembarang tempat. "I-itu…." Wilona tergagap karena merasa bingung harus menjelaskannya bagaimana. 


Bagaimana Wilona tidak  bingung,sebenarnya ciumannya bersama Leon bisa dikatakan ciuman pertamanya. Dulu saat Chandra berusaha melecehkannya pria itu sudah pernah mencium Wilona,tapi tidak seperti Leon saat ini yang menciumnya dengan lembut dan dengan ******* di bibirnya. Sedangkan saat Chandra berusaha menciumnya,Wilona berusaha menolak jadi hanya menempel sebentar saja. 


"Apakah ini yang pertama bagimu?" Tanya Leon saat mengangkat dagu Wilona agar dirinya dapat melihat wajah cantik istrinya itu. Tubuh Wilona masih bergetar. 


"Emm,bisa dikatakan seperti itu,tapi..."  Wilona menjeda ucapannya,ia takut menjelaskannya pada Leon. Mungkin bukannya takut,tapi lebih ke arah bingung harus menceritakan semuanya. 


"Tapi apa?" Tanya Leon yang sangat penasaran,pasalnya Leon tahu kalau Wilona sejak dulu belum pernah berpacaran.


Akhirnya Wilona pun menceritakan kejadian yang sudah menimpanya dirinya saat Chandra berniat melecehkan Wilona saat itu. Leon mendengarkan semua cerita Wilona dan begitu geram dengan apa yang dilakukan Chandra pada Wilona. Leon semakin merasa prihatin dengan kehidupan  Wilona,pria itu langsung merengkuh tubuh istrinya dengan erat dan mengecup kepala Wilona. 


"Maafkan aku" lirih Leon disela pelukannya pada Wilona


Wilona merenggangkan pelukannya. "Aku ingin melupakan bayang-bayang peristiwa itu,Leon. Jujur saja aku masih sedikit trauma,tapi aku terus berusaha melawan rasa trauma itu. Selama ini kak Javier lah yang selalu membantu agar aku mampu menerima sentuhan kecil dari seorang pria,kak Javier memberikan aku terapi kecil agar tubuh ku dapat merespon sentuhan dari seorang pria seperti sebuah pelukan dan berjabat tangan atau bergandeng tangan. Kak Javier hanya membantuku dalam melakukan skinship antara aku dan dirinya tidak lebih dari itu. Selama itu aku jadi bisa bersahabat dengan kak javier,bahkan dirinya sudah ku anggap seperti kakakku sendiri. Jadi,maafkan aku jika saat kamu mencium ku tadi aku malah memberikan respon yang mengejutkan untukmu."  Ucap Wilona seakan sedang mengingat masa lalunya bersama Javier dalam menghilangkan rasa trauma pada diri Wilona.


"Apakah kamu ingin berkonsultasi dengan psikiater?" Tanya Leon  pada Wilona 


Wilona menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu Leon," jawab Wilona dengan senyumannya. 


Leon menggenggam tangan Wilona begitu erat,"aku akan selalu ada untukmu dan akan menunggumu. Kamu mau kan memulainya dengan diriku dari awal?" Tanya Leon dengan penuh keyakinan


"Tapi…." Ucapan Wilona menggantung di udara saat Leon memotong ucapannya.


"Ini sudah menjadi keputusanku Wilona,aku akan tetap mempertahankan pernikahan ini bersama dirimu. Maukah kamu memaafkan dan menerima pria yang sudah pernah menyakiti hatimu? Maukah kamu menemani pria ini sampai akhir hayatnya?" Ucapaan dari setiap pertanyaan Leon mampu membuat Wilona yang sedari tadi menahan air matanya yang ingin keluar,kini sudah tidak tertahankan lagi. Tanpa ada kata lain,Wilona pun mengangguk dengan derai air mata yang sudah membasahi wajahnya. 


Leon kembali memeluk tubuh Wilona,"terima kasih… terima kasih,karena sudah mau menerima diriku lagi" ucap Leon lagi dengan rasa bahagianya,Wilona pun membalas pelukan Leon dan tersenyum,lalu  menganggukan kepalanya. 


...🌻🌻🌻🌻...


Maafkan saya yang baru bisa update sekarang,karena efek vaksin booster badan jadi drop dan gak bisa konsen untuk buat lanjutan ceritanya. Terima kasih buat yang selalu mendukung aku dimanapun kalian berada,saya ucapkan banyak-banyak terima kasih. Apapun komentar kalian,akan selalu saya terima untuk saya jadikan semangat buat saya menulis cerita di aplikasi lain 🤣. Bercanda ding… Saya sayang sama para pembaca cerita dari hasil kehaluan saya sendiri. Sekali saya ucapkan terima kasih banyak-banyak sama kalian,jangan lupa like,komen dan vote nya aku tunggu. Sarangeeeekkkk….🥰💚