WHEN I FOLLOW MY HEART

WHEN I FOLLOW MY HEART
10. I Love You



Membuat momen kebersamaan keluarga semakin dirindui tentunya. Itulah yang dirasakan Javier saat ini, kenyamanan dan kehangatan yang tidak bisa diganti dengan apapun juga. Walaupun ia berkumpul dengan paman dan adik sepupunya itu,tapi dapat dirasakan kekeluargaan yang sangat ia rindukan. Ketika Javier berusia tujuh belas tahun kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Jadi tidak heran ketika ia datang ke mansion keluarga Averus,Javier sangat merindukan momen kebersamaan keluarga. 


Waktu terus berjalan,tidak terasa hari sudah siang. Mereka masih berada di ruang keluarga berbincang tentang bisnis dan perkembangan rumah sakit yang sedang dikelola oleh Javier. Ya,Javier sendiri adalah pemilik rumah sakit J Hospital. Ditengah obrolan mereka,datanglah si kepala pelayang yang menyampaikan makan siang yang sudah siap. 


"Sebaiknya kita makan siang dulu,baru nanti kita lanjut obrolan ini." Ajak Averus kepada Javier dan Leon


Mereka bertiga segera ke ruang makan,disana sudah siap para pelayan yang akan melayani mereka. Terdapat berbagai menu untuk makan siang ini,lengkap juga dengan menu penutupnya. 


...*********...


Di sebuah studio foto terlihat Grace dan Gabriel sudah selesai memilih beberapa foto untuk preweddingnya. Mereka sudah selesai dengan sesi pemotretan di sebuah studio terkenal yang biasa digunakan oleh para model dan juga artis ibu kota di negara E. Sesi pemotretan selesai dan kini Grace dan Gabriel sedang berganti baju dengan pakaian mereka sendiri. 


"Sayang setelah ini kita harus mencari restoran untuk makan siang. Aku tidak ingin calon istriku ini sakit karena telat makan." Ujar Gabriel yang sedang menunggu Grace mengganti pakaiannya.


Grace yang baru saja selesai mengganti pakaian pun menoleh ke arah Gabriel,ia tersenyum manis. 


"Baiklah,ayo kita makan siang dulu. Setelah itu kita harus fitting baju untuk pernikahan kita." Jawab Grace sambil mendekatkan tubuhnya pada calon suaminya itu. 


Cup 


Karena merasa sangat diperhatikan dan sangat diistimewakan oleh calon suaminya itu, Grace memberikan sebuah hadiah berupa kecupan di bibir Gabriel dengan singkat.  Tapi,karena tidak tahan Gabriel langsung menahan tengkuk Grace dan melu*** bibir calon istrinya yang sejak dari tadi selalu menggoda Gabriel. Mereka menyatukan kening mereka dan tersenyum dengan ulah yang mereka lakukan.


"I Love You.." ucap Gabriel dengan suara seraknya.


"I Love You Too,honey." Jawab Grace yang masih tersenyum menatap Gabriel. 


"Aku tidak menyangka akhirnya sebentar lagi kamu akan menjadi milikku seutuhnya,sayang. Terima kasih sudah mau menerima diriku dan juga cintaku ini." Ujar Gabriel dengan tatapan yang sangat lembut dan penuh cinta kepada Grace. 


Grace tersenyum manis kedua tangannya menangkup wajah Gabriel dan mengecup sekali lagi bibir Gabriel. "Aku juga sangat bersyukur karena cintaku tidak bertepuk sebelah tangan,terima kasih juga karena sudah membalas dan menyambut cintaku." Grace langsung memeluk Gabriel begitupun dengan Gabriel membalas pelukan dari wanita yang sangat ia cintai. 


"Ayo,sayang sebaiknya kita mencari restoran. Karena aku sudah sangat lapar." Ajak Gabriel pada Grace dan dijawab dengan anggukkan kepala. 


Gabriel dan Grace sudah selesai dengan urusannya di studio foto itu,lalu mereka keluar untuk mencari restoran. Gabriel melajukan kendaraannya dengan kecepatan diatas rata-rata. Setelah melewati dua kali lampu merah,akhirnya mereka tiba di sebuah restoran favorit mereka. Setelah memarkirkan mobilnya Gabriel dan Grace keluar dari mobil dan segera menuju pintu masuk restoran yang terlihat sedang banyak pengunjung itu karena ini masih jam makan siang. Jadi,tidak heran jika restoran ini sangat ramai pengunjungnya. Untungnya ketika di perjalanan tadi Grace sudah memesan ruang VIP untuk mereka berdua. Seorang pelayan menunjukkan jalan kepada mereka untuk menuju ruangan VIP yang sudah mereka pesan. Tak lama setelah mereka mendudukkan diri di kursi meja makan beberapa pelayan membawakan makan siang mereka. Gabriel dan Grace menikmati makan siang mereka dengan diselingi obrolan ringan dan canda tawa mereka. Kini mereka sedang menikmati makan penutup makan siang ini. 


"Sayang bagaimana dengan nyonya Rosalina? Sudah ada kabar?" Tanya Gabriel yang sambil menikmati cheese cake 


"Oh,hampir lupa aku belum memberi kabar kepada bibi Rosalina." Grace memanggil Tose dengan bibi berbeda dengan Gabriel,memang Rosalina yang meminta Grace untuk memanggilnya bibi ketika mereka bertemu. Sedangkan Gabriel sendiri belum pernah bertemu dengan Rose. 


Tut… 


"Halo" jawab Rosalina dalam sambungan telepon


"Halo bibi,selamat siang."


"Selamat siang juga sayang,bagaimana kamu jadi datang ke butik siang ini?" 


"Tapi,bibi tidak sedang di Rose Butik sayang,bibi sedang berada di butik keponakan bibi. Tapi,bibi bisa meminta keponakanku untuk membantumu untuk fitting bajunya. Bagaimana?" 


"Hmm,sangat disayangkan. Tapi,tidak masalah jika keponakan bibi juga sangat paham dengan konsep gaun yang aku pesan itu." 


"Tenang saja,bahkan gaun itu dia yang merancangnya." 


Senyum terbit di bibir Grace "ok,kalau begitu aku akan segera ke butik bibi." 


"Baiklah,keponakan bibi juga sudah dalam perjalanan ke sana." 


"Sampai jumpa bibi" 


"Sampai jumpa sayang." 


Panggilan pun berakhir,begitu pun dengan sesi makan siang mereka. Seorang pelayan menghampiri mereka dengan membawa bill tagihan,Gabriel mengeluarkan black card nya untuk membayar tagihan dari restoran itu. 


*


Gabriel dan Grace sudah tiba di depan bangunan yang bertuliskan ROSE BOUTIQUE.  Mereka memasuki bangunan,seorang pegawai membukakan pintu untuk Gabriel dan Grace. Pengharum ruangan beraromakan bunga rose begitu melekat dalam penciuman Grace dan Gabriel. Seorang pegawai perempuan menghampiri mereka. Sepertinya perempuan itu adalah kepala toko disini.


"Selamat siang tuan dan nona." Sapa pegawai perempuan dengan name tag bertuliskan Sofia 


Grace dan Gabriel tersenyum "siang" jawab mereka singkat. 


"Ada yang bisa kami bantu tuan dan nona?" Tanya Sofia


"Saya Grace dan ingin bertemu dengan keponakan bibi Rosalina." 


"Oh,maaf. Kalau begitu mari ikut dengan saya nona,beliau sudah menunggu kedatangan kalian." Sofia berjalan terlebih dahulu untuk menunjukkan ruangan dimana disana sudah ada keponakan bibi Rosalina. 


Sofia membuka salah satu ruangan dengan pintu berwarna pink,hampir rata-rata ruangan di butik ini berwarna pink,karena butik ini didominasikan dengan warna pink dan putih. Karena sang pemiliknya menyukai kedua warna itu. 


(Namanya juga wanita,ya gak jauh dari dua warna itu. Tapi,kalau saya pribadi lebih suka warna monokrom) 🤭


Sofia mempersilahkan tamu bos nya itu untuk masuk,di ruang itu terlihat seorang wanita berpenampilan sangat modis dengan rambut yang dikuncir kuda sedang membelakangi mereka. 


"Selamat siang nona,tamu yang anda tunggu sudah datang." Ujar Sofia pada wanita itu,lalu kemudian ia pamit undur diri.


Wanita itu pun menoleh dan betapa terkejutnya Grace dan Gabriel melihat siapa wanita yang akan mereka temui ini. 


"Wilona…" teriak Grace 


"Grace.. " teriak Wilona juga