
Semua yang berada di sana pun tertawa melihat kelakuan Javier dan Wilona. Tapi,tidak dengan Leon,wajah pria itu berubah ketika mendengar nama seseorang yang disebutkan oleh Wilona tadi.
"Siapa Kim Taehyung? Apa dia calon suami Wilona? Tapi,tadi katanya Kim Taehyung tidak mengenal Wilona,lalu bagaimana Wilona bisa mengenal orang itu?" Ucap Leon di dalam hati
Leon masih terus menatap ke arah Wilona, baru kali ini dirinya melihat perilaku Wilona yang selalu terlihat diam dan tegar serta memasang wajah kakunya itu tiba-tiba saja berceloteh sambil tertawa mampu membuat Leon terpesona. Wajah yang sering terlihat kaku dan dingin itu kini berubah menjadi wajah yang begitu manis dan menggemaskan bagi Leon. Seulas senyum terbit di wajah Leon karena melihat tawa Wilona yang masih saja berdebat dan memukul Javier dengan bantal sofa. Diam-diam Javier pun melirik ke arah Leon yang menunduk karena menahan tawanya,Javier tersenyum dan seperti dugaannya kalau Leon benar sedang cemburu.
...*****...
Bertepatan dengan hari ini ujian mid diselenggarakan tidak sedikit dari para mahasiswa yang terlihat tegang dan gugup. Di sebuah ruang kelas Wilona dan para mahasiswa lainnya sudah bersiap untuk melaksanakan ujian final semester hari ini. Suasana dalam ruangan itu sangat sunyi,karena mereka dengan sangat serius mengisi lembaran-lembaran soal dengan jawaban sesuai materi. Waktu terus berjalan satu persatu dari beberapa mahasiswa meninggalkan ruangan tersebut karena sudah selesai dalam mengisi lembar ujian. Begitupun dengan Wilona,gadis itu baru saja keluar dari ruangan tersebut. Raut wajah lega terlihat jelas di wajah cantik tanpa make up itu,seulas senyum terbit ketika melihat sahabatnya yang juga baru saja keluar dari ruangan ujian.
Wilona dan Grace saat ini sedang duduk santai di taman kampus dengan pemandangan kolam yang cukup besar dengan air mancur dan ditemani dengan segelas jus dan beberapa cemilan.
"Bagaimana tadi? Apakah kamu mengalami kesulitan?" Tanya Grace pada Wilona
Wilona menggelengkan kepalanya "alhamdulillah,tidak ada. Bagaimana dengan kamu?" Tanya balik Wilona pada gadis yang menjadi sahabatnya itu
"Sama seperti yang kamu katakan" jawab Grace dengan senyum
Wilona pun ikut tersenyum,gadis itu kini kembali memandang ke arah kolam,menikmati pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.
"Wilona,aku ingin jalan-jalan ke mall. Apakah kamu mau ikut?" Tanya Grace pada Wilona
Wilona pun menoleh dan mengangguk "ayo,kebetulan aku juga sedang memiliki waktu luang."
Akhirnya mereka pun segera meninggalkan taman kampus,tapi sebelum mereka menuju parkiran mobil Wilona menghentikan Grace.
"Tunggu Grace,kita ke mall naik mobil? Bagaimana dengan motorku?" Tanya Wilona
"Motor? Kamu tadi berangkat membawa motor?" Bukannya menjawab Grace malah kembali bertanya kepada Wilona dan dibalas dengan anggukan darinya.
Grace menepuk jidatnya "sejak kapan kamu bisa mengendarai motor? Dan sejak kapan kamu memiliki motor,Wilona?" Tanya Grace kembali
Wilona yang mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari Grace pun hanya mampu menyengir dan menampilkan deretan giginya yang putih. "Hehe,aku baru kemarin membelinya,Grace. Aku juga sudah lama bisa mengendarai motor bahkan mobil pun aku juga bisa." Jawab Wilona santai.
"Omg… Kenapa aku tidak tahu dengan hal itu. Baiklah kalau gitu kamu yang membawa mobilku,urusan motor biar aku menyuruh seseorang yang akan mengantarkannya ke rumahmu."
"Okelah kalau begitu… Let's go." Ajak Wilona,akhirnya mereka pun meninggalkan kampus dan segera menuju mall untuk sekedar menghilangkan kepenatan setelah melaksanakan ujian mid semester.
...00000...
Setibanya di mall Grace dan Wilona mencari food court terlebih dahulu,karena Grace sudah sangat lapar. Setelah berkeliling mencari restoran yang mampu menggairahkan selera makan Grace akhirnya mereka memutuskan untuk makan makanan seafood saja. Grace memesan beberapa jenis makanan seafood untuk dirinya dan juga Wilona.
"Grace bagaimana persiapan pernikahan kalian?" Tanya Wilona membuka perbincangan mereka berdua.
"Mm,sudah hampir mendekati seratus persen selesai" jawab Grace
Wilona menganggukkan kepalanya "syukurlah,jika ada kesulitan tolong katakan padaku,mungkin saja aku bisa membantumu." Ujar Wilona lagi
"Grace,kenapa kamu… "
"Tidak ada penolakan lagi Wilona ku sayang. Kamu sudah setuju menjadi bridesmaid ku."
Wilona sudah tidak bisa berkata lagi,bahkan menolak permintaan Grace pun tidak bisa. Beberapa obrolan mereka bicarakan dari berbagai cerita tentang masa lalu maupun sekarang. Banyak beberapa fakta yang belum Grace ketahui dari Wilona,seperti saat dirinya bisa mengendarai sebuah motor. Pembicaraan mereka sempat terhenti ketika seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka.
"Selamat makan" ucap mereka berdua
Grace dan Wilona menikmati makan siang mereka dengan nikmat. Sesekali Grace meledek Wilona dengan menyangkut pautkan dirinya dengan Leon. Semburat merah selalu terlihat di wajah Wilona ketika Grace sendiri sudah terang-terangan menginginkan Wilona menjadi kakak iparnya. Bahkan Grace juga mengatakan kalau dirinya tidak begitu menyukai Claudia,melihat wajah Claudia saja dirinya tidak suka. Maka dari itu di acara pernikahan dirinya dan Gabriel tidak ingin mengundang dan melihat kehadiran Claudia di pesta pernikahan mereka.
Wilona dan Grace melanjutkan acara berbelanja mereka di mall itu,beberapa kali mereka terlihat memasuki toko dari satu ke toko yang satunya lagi.
"Lona,coba sini" ujar Grace agar sahabatnya itu mau menghampirinya
"Ada apa?" Tanya Wilona sambil berjalan menghampiri Grace
Grace menunjukkan sebuah gaun berwarna biru langit,warna kesukaan Grace. "Ini cantik tidak?" Tanya Grace kembali dengan menempelkan gaun itu di tubuhnya sambil bercermin.
Wilona pun memperhatikannya,menilai seakan-akan dirinya itu adalah desainer profesional.
"Hhmm,lebih baik kamu coba saja,Grace."
"Ini bukan untukku,tapi untuk kamu Wilona."
Wilona terbengong dengan ucapan Grace,lalu Grace menarik tangan Wilona ke ruang ganti. "Cepat dicoba gaunnya" ujar Grace sambil memberikan gaun itu pada Wilona.
Dengan terpaksa wanita itu pun mengikuti kemauan sahabatnya itu,Wilona melihat sebentar gaun itu. Grace menunggu Wilona di luar ruang ganti, dan beberapa menit kemudian akhirnya Wilona keluar dengan mengenakan gaun itu.
Grace tercengang melihat penampilan Wilona yang begitu cantik dengan gaun itu. Kedua jari jempol Grace mengacung ke arah Wilona.
"Cantik… aku ambil ini untuk kamu,Wilona."
"Tapi,Grace…."
"Tidak ada penolakan,Wilona sayang."
"Huff… kamu selalu seperti ini. Dasar pemaksa." Jawab Wilona dengan mengerucutkan bibirnya
"Uuhh,itu bibir. Minta di cium sama kak Leon ya? Hahaha" ledek Grace
Wilona membulatkan matanya "kamu ini apa-apaan sih,malu tahu kalau didengar orang lain."
Mereka pun tertawa bersama,akhirnya Wilona menerima gaun itu. Wilona dan Grace benar-benar menghabiskan waktunya di mall itu. Sampai tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul enam sore.