WHEN I FOLLOW MY HEART

WHEN I FOLLOW MY HEART
16. Bersama Javier



Saat salah satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka. Hanya seringkali kita terpaku begitu lama pada pintu yang tertutup sehingga tak melihat yang telah terbuka untuk kita. 


Javier bangkit dari posisinya setelah mendoakan kedua orang tua Wilona,lalu pria itu memegang kepala batu nisan makam Mark dan Erisa. Kemudian Javier bangkit dari posisinya dan berdiri menatap Wilona. 


"Aku sudah meminta izin sama om dan tante untuk mengajak kamu jalan-jalan malam ini." Ujar Javier pada Wilona 


Wilona mendengar perkataan Javier langsung mengernyitkan dahinya lagi. "Kakak ingin mengajakku jalan malam ini?" Tanya Wilona dan dijawab dengan anggukan oleh Javier


"Ya,apakah kamu tidak mau?" Tanya balik Javier


"Aku tidak mengatakan tidak mau,aku kan' hanya bertanya. Kamu semakin menyebalkan sekali,setelah lama kita tidak pernah bertemu. Jujur saja aku sangat menyesal karena bertemu denganmu lagi,kak." Ucap Wilona kesal dan menatap sinis pada Javier


Javier hanya tertawa melihat sifat asli dari teman lamanya  ini. Wilona adalah teman main Javier semasa mereka masih beranjak dewasa,saat itu Javier yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas diajak oleh sang bibi ke rumah sahabatnya yang tidak lain adalah bibi Rose. Pada saat itu bibi Rose masih tinggal bersama keluarga Wilona karena sang ayah sudah tidak memiliki sanak saudara lagi kecuali bibi Rose yang sebagai adiknya. Ketika Javier datang,saat itu Wilona sedang membantu sang ibu menanam bunga rose di pekarangan rumah. Javier begitu terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh Wilona dengan bola mata yang bulat dan bulu mata yang lentik serta hidung yang begitu mancung dan yang menambah Javier semakin terpesona adalah dimple yang berada di kedua pipi Wilona,jika gadis itu tertawa atau tersenyum maka orang yang akan melihatnya pun ikut merasakan euforia yang sedang dirasakan oleh Wilona. 


Cantik


Satu kata yang tiba-tiba lolos keluar dari bibir Javier. Membuat sang bibi yang saat itu  berada di samping Javier pun tersenyum mendengar apa yang diucapkan oleh keponakannya itu. 


...*******...


Wilona kembali menatap Javier dengan intens,lalu mengernyitkan dahinya. 


"Kak"  panggilnya sambil melambaikan tangannya ke arah wajah Javier


"Halo,kak Javier"  ucapnya lagi,tapi masih tidak ada jawaban Javier masih berada di posisinya yaitu menatap Wilona tanpa kedip. Wilona menengok ke kanan dan ke kiri,tiba-tiba bulu kuduknya berdiri dan membuat dirinya merinding. 


"Kak Javier" teriak Wilona dan itu berhasil membuat Javier tersadar dari lamunannya


"Kakak kenapa melamun gitu sih?" Bukannya menjawab pertanyaan Javier malah gadis ini balik bertanya padanya.


Javier menatap bingung ke arah Wilona "aku? Aku melamun?" Javier bertanya balik dan hanya dijawab anggukan oleh Wilona


"Kak,kita ini masih berada di pemakaman loh. Kalau kakak tiba-tiba kesurupan aku gak mau bantuin kakak ya,aku bakalan ninggalin kakak disini." Jawab Wilona sinis dan kesal dengan ulah Javier,lalu gadis itu membalikkan badannya dan meninggalkan Javier yang masih berdiam diri. 


Javier sadar kalau dirinya ditinggal oleh Wilona dengan segera pria itu mengejar gadis yang sudah meninggalkan pemakaman terlebih dahulu. 


"Wilona tunggu" teriak Javier sambil berlari mengejar gadis itu


Wilona menoleh ke arah Javier berada "males" jawabnya singkat sambil menjulurkan lidahnya mengejek Javier


Dengan sigap Javier mengejar Wilona, ketika sudah dekat Javier langsung merangkul leher gadis itu yang mampu membuat tubuh Wilona hampir limbung jika tidak ditahan Javier. Seketika itu pula tawa mereka terdengar sepanjang perjalanan mereka menuju parkiran mobil. 


Setelah tiba di parkiran,Javier mempersilahkan Wilona untuk masuk kedalam mobil. Javier segera melajukan kendaraannya keluar dari parkiran tersebut,sebelum Javier mengajak Wilona untuk makan malam. Pria itu memberhentikan mobilnya di masjid yang masih dekat dengan pemakaman. 


"Kita sholat maghrib dulu ya." Ajak Javier dan dijawab oleh anggukan dari Wilona


Mereka keluar dari dalam mobil dan melangkah ke dalam masjid. Beberapa menit kemudian Javier dan Wilona selesai melaksanakan ibadah sholat maghrib nya. Javier kembali melajukan mobilnya menuju Galata Bridge. Selama dalam perjalanan Javier menceritakan tentang dirinya yang sangat sibuk akhir-akhir ini sehingga pria itu tidak pernah berkunjung lagi ke rumah Wilona. Javier juga mengatakan kalau bibi Elif masih berada di Austria karena suaminya sudah bertugas di sana,suami bibi Elif sendiri pun juga seorang dokter ahli bedah sama seperti kedua orang tua Javier. 


Sekitar tiga puluh menit akhirnya mereka tiba di Galata Bridge. Javier memilih Galata Bridge untuk menikmati malam ini bersama Wilona karena Galata Bridge bukan jembatan biasa,jembatan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara untuk menikmati indahnya pemandangan sekitar,apalagi kalau malam hari. Letak  Galata Bridge yang strategis dalam hal budaya dan geografi membuat jembatan ini selalu ramai, karena menyajikan dua sisi pemandangan yang berbeda yaitu bangunan bergaya Eropa dan juga Asia.  Jembatan Galata ini memiliki arsitektur yang unik yaitu terdiri dari dua tingkat. Untuk bagian atas Jembatan digunakan untuk transportasi kendaraan dan juga pejalan kaki sedangkan untuk bagian bawahnya dipenuhi dengan cafe dan juga restoran yang menawarkan atmosfer khas dan pemandangan indah di tengah laut. Di bagian atas jembatan juga seringkali dijumpai para nelayan yang sedang ramai memancing sembari menikmati pemandangan di atas jembatan


Javier memesan salah satu makanan yang sangat populer di restoran bawah jembatan ini yaitu balik ekmek  (sandwich ikan). Potongan daging ikan yang diselipkan di dalam roti keras bersama bawang bombay dan selada. Tidak hanya itu Javier juga memesan beberapa aneka hidangan seafood yang juga disajikan untuk para wisatawan yang ingin mencicipinya. Di tepi dermaga dekat Galata Bridge sendiri, banyak penjual kaki lima yang menjual jajanan khas Turki lainnya seperti Simit dan Misir. Karena, tepi dermaga merupakan salah satu tempat favorit untuk jalan-jalan dan duduk bersantai menikmati keindahan pemandangan sekitar.  Wilona meminta Javier setelah makan di restoran ini Javier harus mengajaknya untuk berkeliling menikmati jajanan khas Turki. Javier sangat mengenal Wilona,karena gadis itu tidak terlalu menyukai dinner di tempat restoran mewah,Wilona sejak dulu sangat menyukai jenis kencan yang seperti ini. Ya,walaupun memang mereka tidak sedang berkencan,tapi Javier menganggap kalau ini adalah kencannya bersama Wilona untuk kesekian kalinya setelah tidak pernah bertemu selama hampir tiga bulan karena kesibukan masing-masing.


Javier mengabadikan momen kebersamaan mereka dengan melakukan siaran langsung lewat instagramnya,sesekali pria itu mencuri foto Wilona tanpa sepengetahuan gadis itu.