
"Aku akan menikahinya dan mempertanggung jawabkan semuanya. Aku hanya ingin membuat mereka bahagia." Jawab Bryan yang langsung menatap ke arah Leon dan Gabriel dengan jarak yang cukup jauh. Karena saat ini posisi Leon dan Gabriel berada di meja kerja Leon.
"Itu lebih baik,daripada kamu tidak sama sekali bertanggung jawab dengan Claudia dan putranya." Ujar Leon yang masih menatap kesal ke arah Bryan
"Ya,secepatnya aku akan menikahinya." Jawab Bryan kembali
Saat suasana kembali tenang tiba-tiba saja pintu ruangan kerja Leon diketuk oleh seseorang. Kepala Wilona menyembul di balik pintu,Leon yang melihat istrinya datang pun langsung tersenyum dan berdiri dari duduknya.
"Eoh,ada apa sayang?" Tanya Leon yang sudah berjalan untuk menghampiri Wilona
Roy dan Gabriel tercengang saat mendengar Leon memanggil Wilona dengan panggilan itu. "Sayang?" Gumam Roy dan Gabriel yang masih menatap Leon dan juga Wilona. Mereka bahkan memicingkan mata mereka menatap ke arah sepasang suami istri tersebut. Karena yang mereka tahu Leon tidak mencintai Wilona. Tapi,kata-kata yang Leon ucapkan tadi membuat kedua pria itu tercengang dan bingung.
"Emm,maaf apakah aku mengganggu kalian?" Tanya Wilona menatap satu persatu keempat pria yang ada di ruangan itu.
"Tidak" jawab semuanya serentak
Wilona tersenyum,"aku ada janji bertemu dengan Grace di butik sekarang juga. Apakah ada yang ingin kalian butuhkan?" Ujar Wilona lagi dengan menyelipkan pertanyaan
"Ah,iya aku hampir lupa mengatakannya padamu Wilona. Kami akan memesan pakaian untuk acara kami dengan kolega bisnisku dua minggu lagi. Untuk desainnya aku menyerahkannya padamu dan Grace." Gabriel langsung menyahuti ucapan Wilona
"Ya sudah kamu pergi saja,nanti aku dan Gabriel akan menyusul ke butik." Jawab Leon dengan tersenyum di depan Wilona
"Terima kasih kalau begitu aku berangkat." Ujar Wilona yang masih tersenyum
"Hhmmm,hati-hati di jalan. Biarkan sopir mengantarkan dirimu,tunggu sebentar aku akan menghubunginya." Jawab Leon yang segera merogoh kantong celananya,lalu mengambil ponsel di dalam sana. Leon terlihat menghubungi sang sopir dan mengatakan kalau istrinya akan pergi ke butiknya.
"Tunggulah sepuluh menit lagi,sopir akan sampai di depan lobby." Ucap Leon setelah menghubungi sopir pribadinya
Wilona mengangguk,"terima kasih aku akan menunggunya di bawah lobby saja. Kalau begitu aku pamit pada kalian semuanya." Jawab Wilona sambil berpamitan
"Ya,hati-hati Wilona." Jawab ketika pria yang sedang duduk
"Hati-hati di jalan" jawab Leon yang mulai mendekat pada Wilona
Cup….
Wilona membulatkan matanya saat Leon mencium keningnya di depan semua sahabatnya itu. Wajah keterkejutan Wilona dapat dilihat oleh Leon dan membuat pria itu gemas dengan istrinya sendiri.
"Hati-hati…" ujar Leon yang tersenyum manis pada Wilona
Wilona mengangguk dan membungkukkan tubuhnya sedikit sebagai tanda hormat pada teman-teman Leon dan berpamitan tanpa berkata-kata lagi. Dengan cepat Wilona keluar dari ruangan tersebut sambil memegang dada kirinya. Saat keluar dan menutup pintu ruangan kerja Leon,Wilona masih mencoba mengatur dan menetralkan debar jantungnya menarik nafas biar pasokan oksigen dalam dirinya kembali memenuhi ruang paru-parunya. Disaat Wilona berusaha menetralkan degup jantungnya lain halnya dengan Gabriel dan Roy yang menatap tidak percaya pada apa yang dilakukan Leon tadi terhadap Wilona.
Saat Wilona sudah keluar dan menutup pintu pintu ruangan kerja Leon,ia segera berjalan sedikit menjauh dari ruangan itu.
"Apa kamu masih mencintainya Leon? Kenapa sampai kamu semarah itu pada sahabatmu sendiri." Gumam Wilona yang menoleh menatap ke arah pintu ruang kerja Leon
Saat Wilona ingin meminta izin pada Leon,sebenarnya ia sudah lama berdiri lama di depan ruang kerja Leon. Tapi,ada rasa keraguan dalam dirinya untuk mengetuk dan masuk ke dalam ruangan itu. Dengan keberanian penuh Wilona mendekat dan sedikit terkejut saat mendengar suara Leon yang terdengar sangat marah pada sahabatnya itu,Wilona pun semakin mendekat dan menguping pembicaraan mereka,walaupun tindakan itu tidak baik tetapi rasa penasaran yang tinggi akhirnya ia lakukan. Wilona pun terkejut saat mendengar penuturan dari Bryan yang ternyata ayah biologis dari Maxim.
Wilona kembali menempelkan telinganya ke pintu dan merasa tidak ada obrolan sedikit pun,akhirnya ia beranikan diri untuk mengetuk pintu dan masuk untuk izin ke butik karena janji bertemu dengan Grace disana.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
Dalam perjalanan menuju butik,Wilona hanya berdiam diri saja,memikirkan tentang perasaan Leon pada Claudia. Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Wilona,sopir yang melihat majikannya seperti orang yang banyak pikiran pun hanya dapat diam dan sesekali melihat nona mudanya itu yang tampak murung.
Wilona tiba di butik langsung disambut oleh Grace dengan pelukan ya,Wilona yang baik dalam menyembunyikan perasaannya itu pun selalu tersenyum pada adik ipar sekaligus sahabatnya itu. Mereka masuk ke ruang kerja Wilona dan Grace langsung meminta sahabatnya itu untuk menggambarkan desain baju untuk dirinya dan suaminya.
"Wah,kamu memang berbakat,Ilona. Aku suka dengan desain yang kamu buat ini." Ucap Grace yang memuji desain gambar pakaian yang wilona buat
"Syukurlah kalau kamu suka,aku menyesuaikan dengan perutmu yang semakin membesar itu." Jawab Wilona dengan tersenyum senang sambil menunjuk ke arah perut adik iparnya yang sudah mulai membesar. Ya,Grace saat ini sedang hamil enam bulan.
"Ah,kamu memang selalu mengerti akan diriku,Ilona." Ucap Grace lagi
Grace meraih ponselnya yang berdering,Gabriel menghubunginya dan mengatakan akan ke butik untuk melihat gambar Wilona yang akan dibuatkan pakaian untuk mereka di acara anniversary pernikahan kedua orang tua Gabriel. Gabriel juga sekalian menjemput istrinya itu.
"Gabriel akan kesini?" Tanya Wilona yang sedang merapikan beberapa bahan yang akan diukur untuk pesanan orang lain
"Iya,mereka sedang dijalan." Jawab Grace,yang dapat menghentikan gerakan Wilona
"Mereka?" Wilona menoleh menatap Grace seakan meminta penjelasan
"Hhmm… Leon katanya juga akan ke butikmu,untuk menjemputmu." Jawab Grace dengan santai sambil memakan cemilan yang disediakan sejak awal oleh Wilona
"Eoh…." Jawab Wilona lagi dan melanjutkan kegiatannya
"Wilona…" Grace memanggil sahabatnya yang sedang mengukur bahan
"Hhmmm…" Wilona hanya bergumam saja dan masih fokus mengukur
"Bagaimana?"
Wilona menghentikan kegiatannya lagi dan mengernyitkan dahinya.
"Bagaimana apanya?" Tanya Wilona yang tidak mengerti apa yang ingin dikatakan Grace
"Apa kamu sudah melakukannya bersama kak Leon?" Pertanyaan Grace membuat Wilona mematung dan bingung harus menjawab apa. Hingga Wilona menormalkan kembali dirinya.
"Melakukan apa?" Tanya Wilona yang berpura-pura tidak tahu
"Ck,menyebalkan jangan berpura-pura tidak tahu. Aku tahu kalau kamu itu sedang mencoba mengalihkan pertanyaan aku,aku tidak bisa kamu tipu Ilona." Grace terlihat begitu sangat kesal dengan Wilona
Wilona terkekeh melihat perubahan pada sahabatnya itu. Mood ibu hamil benar-benar membuat Wilona menggelengkan kepalanya.