
Rose menatap Averus dengan begitu marahnya. Bagaimana tidak Rika meluapkan amarahnya saat ini,dirinya seperti dipaksa untuk mengingat masa lalunya yang begitu kelam. Masa lalu yang merusak masa depannya,bahkan sampai saat ini dirinya masih mengalami trauma dan itu semua karena pria yang berada di hadapannya saat ini.
"Aku tidak membuang dirimu seperti sampah,Rose." Ujar Averus yang membela dirinya. "Aku tidak membuang mu,buktinya aku selama ini mencari mu,Rose. Aku tahu kesalahan apa yang dulu aku perbuat itu tidak akan bisa mengembalikan semuanya seperti awal kehidupanmu. Tapi,aku berjanji pada hatiku,jika nanti suatu saat aku menemukan dirimu,aku ingin memperbaiki nya,Rose. Kini aku sudah menemukan dirimu lagi,aku berjanji tidak akan melepaskan dirimu lagi."
Rose tersenyum kecut mendengar ucapan Averus "kamu berucap seperti sedang membalikkan telapak tangan,semudah itukah? Lalu,bagaimana dengan rasa trauma yang aku alami selama ini? Trauma atas kehilangan seseorang yang begitu aku cintai,bahkan rasa trauma itu membuat aku kehilangan janinku,bayiku… AVERUS." Teriak Rose dengan menekankan nama Averus.
"Bayiku meninggal.."
"Aku membunuh bayiku."
Rose terus meracau,hingga tubuh itu meluruh ke lantai dengan tangan menutup wajahnya. Akhirnya air mata yang tertahan itu keluar begitu juga,Rose menangis dengan isakan yang begitu memilukan hati. Averus tidak bisa menggerakkan tubuhnya,mendengar pernyataan Rose membuat Averus begitu merasa seperti orang yang tidak pantas untuk diberi maaf. Tanpa Averus sadari dirinya sudah begitu dalam menorehkan luka bahkan sampai trauma yang mendalam pada diri Rose. Seperti tubuh yang tulang kakinya copot,tubuh Averus langsung terjatuh bersimpuh di hadapan Rose yang sedang terisak sambil menutup telinganya. Tangan Averus terulur untuk memeluk tubuh Rose,tapi sayangnya tangan Rose segera menepis tangan Averus. Tubuh Averus seketika lemas mendapat penolakan dari wanita yang dicintainya.
Merasa kecewa memang terkadang sulit untuk diungkapkan. Kekecewaan ini biasanya disebabkan karena sakit hati yang begitu dalam. Padahal sebenarnya, ketika seseorang berhasil mengungkap isi hatinya, perlahan sakit hati akan hilang.
"Aku membencimu…. Sangat membencimu, aku benci betapa sempurnanya hidupmu tanpa diriku." Lirih Rose yang masih menutup telinganya dengan kedua tangannya. "Terkadang aku berharap aku tak pernah bertemu denganmu. Karena dengan begitu aku bisa tidur nyenyak di malam hari tanpa tahu ada orang sepertimu di luar sana. Setiap malam aku selalu dihantui rasa salah ku karena kehilangan bayiku dan betapa bodohnya aku karena begitu mudahnya masuk dalam perangkapmu." Lanjut Rose yang masih di posisi yang sama.
*Flashback on*
Rose dan Averus yang saat itu baru saja beranjak dewasa begitu menikmati masa remaja mereka. Jalan-jalan bersama teman,melakukan party kecil-kecilan hanya untuk sekedar berkumpul dengan teman. Seperti saat ini Rose dan Averus sedang menghadiri sebuah pesta ulang tahun teman sekelas yang sama dengan Rose. Sedangkan Averus hadir di sana karena menemani adik sepupunya yang tak lain adalah sahabat Rose. Averus sendiri adalah mahasiswa di sebuah Universitas milik keluarganya. Averus sudah saling kenal dengan Rose karena Adeline sang adik sepupu. Rose sering datang ke rumah Adeline,jadi karena seringnya bertemu dengan Averus diam-diam mereka memiliki perasaan yang sama. Averus yang sudah lama menyimpan perasaan untuk Rose berencana akan menyatakan cintanya pada Rose malam ini juga di hadapan teman sekelas dan guru mereka. Ya,pihak yang mempunyai acara sengaja mengundang para guru untuk menikmati acara ini. Singkat cerita Averus yang datang karena menemani sang adik sepupu itu datang karena ajakan dan undangan dari sang pemilik acara,ya Averus diundang dalam acara itu karena kedua orang tua mereka bersahabat. Averus selalu memperhatikan semua yang dilakukan oleh wanita pujaannya itu pun kini mendekat ke arah Rose yang sedang duduk sendirian.
"Rosalina"
Rose yang namanya disebut pun menoleh dan tersenyum pada Averus. Senyum yang selalu membuat pria itu terpesona,senyum yang selalu membuat pria itu merindukan gadisnya.
"Hai" jawab Rose
"Kamu sendirian?" Tanya Averus dan dijawab anggukan oleh Rose.
"Sebenarnya sih berempat,tapi mereka sedang berdansa." Ujar kembali Rose sambil menunjuk ke arah tiga sahabatnya yang juga salah satu diantara mereka.
Averus pun menoleh ke arah jari telunjuk Rose,pria itu kembali tersenyum "kamu mau berdansa denganku?" Tanya Averus
Sejenak Rose terdiam dirinya ragu dengan permintaan pria yang sedang duduk di hadapannya ini. Tanpa banyak berbasa basi lagi Averus langsung menarik tangan Rose ke lantai dansa bergabung bersama para sahabatnya. Suara dari para tamu undangan begitu riuh kala mereka melihat Averus menarik tangan Rose. Siapa yang tidak kenal dengan Averus anak tunggal kaya raya yang terkenal begitu dingin dan arogan itu bahkan tidak ada gadis yang berani mendekati dirinya,tiba-tiba saja menarik tangan seorang gadis yang juga cukup terkenal di kalangan mahasiswa lainnya. Mereka berdansa sesuai dengan irama sesekali mereka saling melempar senyum. Tiba-tiba saja Averus membisikkan kepada temannya yang memiliki acara itu dan tiba-tiba saja musik berhenti atas perintah sang pemilik acara. Lampu sorot menyala mengarah ke arah Rose dan juga Averus.
"Rosalina"
"Rose,maukah kamu menjadi kekasihku?" Ujar Averus yang masih berlutut di hadapan Rose dan mampu membuat Rose terkejut dengan ungkapan yang disampaikan oleh Averus.
Suara gaduh dan tepuk tangan dari para tamu undangan meramaikan suasana hati Averus.
Terima…
Terimaa….
Terimaa….
"Ayo,terima saja Rose." (Teriak salah satu teman Rose dan Averus)
Averus masih menatap dengan senyuman yang merekah di wajahnya. Rose menatap kedua mata Averus,dengan rasa bahagia juga Rose menyambut pernyataan cinta dari pria yang juga selama ini sudah mengisi hatinya.
"Yes,I will." Ucap Rose sehingga membuat Averus bangkit dan memeluk dan mengangkat tubuh Rose sambil berputar,tanpa menghiraukan semua yang ada di acara itu.
"I love you"
"Love you too" jawab Rose dengan senyumnya
Averus segera membawa Rose pergi dari acara tersebut,padahal acara belum dimulai. Pacar atau pasangan bisa jadi salah satu sosok istimewa di kehidupan seseorang. Hari-hari yang dilalui bersama sang pacar akan terasa begitu indah dan bahagia. Tak salah jika banyak orang yang mengharapkan punya sosok pacar yang terbaik. Bukan tanpa alasan, mengapa setiap orang ingin punya pacar terbaik. Pasalnya, hampir setiap orang pasti berharap bisa membawa hubungan asmaranya dengan sang pacar ke jenjang yang lebih serius. Sehingga harapannya, pacar yang terbaik juga akan menjadi pasangan suami atau istri yang sempurna.
Cara yang paling mudah untuk tahu apakah kita cocok dengan orang tersebut atau tidak adalah ketika kita merasa lupa waktu.Terkadang perasaan cinta itu abstrak dan susah dijelaskan. Ada yang bilang bak dunia milik berdua, bisa terbang bebas seperti kupu-kupu, dan lain sebagainya. Apalagi saat kamu sedang bersamanya, hati seakan berbunga-bunga dan sulit diungkapkan.
Tentu saja perasaan itu adalah idaman setiap orang. Namun pada kenyataannya, tak semua orang bisa mendapatkan cinta yang diharapkan. Akibat berbagai faktor, mereka tidak bisa bersatu menjalin hubungan.
...********...
Hai… aku kembali,hari ini aku akan triple up,mungkin akan up pada malam hari. Jadi,ditunggu saja ya…