
Pernikahan itu mengandung kompromi dan toleransi seumur hidup. Tujuan pernikahan bukanlah untuk berpikiran sama, melainkan untuk berpikir bersama. Pernikahan bukanlah untuk orang yang mementingkan dirinya sendiri. Pernikahan adalah hak untuk menemukan kesempatan saling berbahagia dan bertengkar sesering mungkin.
Malam pertama pernikahan Wilona ditemani oleh tangisan yang begitu pilu. Wilona tidak dapat menyembunyikan perasaannya saat ini,dirinya benar-benar rapuh. Setelah lelah menangis tidak lama dirinya pun terlelap menjemput mimpi indahnya.
Dikamar tempat Leon menginap saat ini dirinya sedang merasakan sulit memejamkan matanya. Bayangan wajah Wilona saat mereka bersanding di pelaminan dan saat Wilona baru selesai mandi pun selalu melintas di dalam pikirannya.
"Aaarrrggg… Kenapa wajah perempuan itu selalu melintas dalam pikiranku?" Ujar Leon dengan memukul bantal yang ada di dalam dekapannya.
Leon pun akhirnya bangun dari tidurnya dan berjalan menuju jendela kamar,menatap pemandangan luar dengan suasana kota dimalam hari.
Haaahhhh
Helaan nafas kasar keluar dari bibir Leon begitu saja. Malam ini benar-benar membuat Leon kembali mengalami insomnia. Ya,sudah cukup lama Leon mengidap insomnia. Dirinya sudah sering berkonsultasi dengan psikolog tentang penyakitnya ini. Dokter menyarankan agar Leon tidak terlalu stres dan juga harus sering berlibur agar pikirannya selalu rileks dan tenang.
Pukul empat dini hari Leon masih saja membuka matanya,sedangkan Wilona baru saja membuka matanya dari tidur yang cukup nyenyak untuknya. Wilona bangun dan segera menuju kamar mandi,setelah selesai Wilona segera bersiap untuk melaksanakan sholat subuh. Sambil menunggu adzan subuh berkumandang,Wilona keluar kamar untuk membangunkan Leon dan segera menuju kamar Leon. Dengan ragu Wilona mengetuk pintu kamar dimana Leon menginap.
Pintu kamar diketuk Wilona sebanyak tiga kali,barulah pintu itu terbuka dan menampilkan Leon dengan membawa secangkir kopi di tangannya.
"Ada apa?" Tanya Leon dengan sangat ketus
Wilona dengan penuh keberanian akhirnya berucap "aku ingin mengajak kamu untuk sholat berjamaah" jawab Wilona dengan raut wajah yang sangat berbeda dengan hari dimana saat mereka bertemu.
Leon sempat tertegun dengan apa yang diucapkan oleh Wilona.
"Sholat berjamaah?" Tanya Leon kembali
Wilona mengangguk "ya,sebentar lagi waktu subuh. Maka dari itu aku ingin mengajak kamu untuk sholat bersama."
Leon berpikir sejenak,tak lama dirinya pun meminta Wilona untuk masuk terlebih dahulu.
"Masuklah"
Wilona pun menuruti apa yang diperintahkan oleh suaminya. Gadis itu segera menggelar sajadah untuk dirinya dan Leon hanya diam berdiri memperhatikan apa yang dilakukan oleh Wilona.
Dirasa tidak ada pergerakan dari Leon,akhirnya Wilona pun menatap Leon dengan tatapan bingungnya.
"Kenapa kamu hanya berdiam diri disana? Kenapa kamu tidak mengambil air wudhu,sambil menunggu adzan berkumandang sebaiknya kita mengaji saja dulu."
"Cih,ternyata dirimu cerewet juga ya? Untuk apa kamu ngatur-ngatur hidup aku? Memangnya kamu itu siapa,haahh?" Jawab Leon dengan berkacak pinggang dengan sebelah tangan dan tangannya yang satunya sibuk menunjuk-nunjuk ke arah Wilona.
Ada desiran aneh saat mendengar Wilona mengatakan bahwa dirinya adalah istrinya,Leon masih menatap Wilona dengan tajam.
"Istri yang hanya beberapa bulan saja. Ingat ini nona Wilona Charlotte,aku Leon Averus Aksara akan menceraikan dirimu setelah usia pernikahan kita menginjak dua bulan……. Ingat itu dua bulan." Ucap Leon sambil menunjukan dua jari ke arah Wilona dan pernyataan Leon membuat tubuh Wilona menegang dengan detak jantung yang seakan berhenti berdetak. Dirinya seperti sedang tersambar petir saat ini,akhirnya perceraian itu akan terjadi setelah mereka menikah selama dua bulan.
Wilona menatap Leon dengan tatapan nanar sambil menelan salivanya. "Kalau begitu,selama dua bulan kita menikah izinkan aku melaksanakan tugasku sebagai istrimu." Jawab Wilona yang masih menatap Leon yang sedang berdiri dengan berkacak pinggang.
"Izinkan aku melaksanakan tugasku sebagai istrimu,Leon. Sepertinya tidak perlu ku jelaskan lagi,kamu pasti juga sudah paham tugas istri seperti apa. Maka izinkan aku untuk tetap melakukannya,walaupun dirimu tidak menginginkannya aku akan tetap melakukan tugasku." Wilona melanjutkan ucapannya dan mampu membuat Leon semakin tertegun dengan kegigihan yang Wilona miliki.
"Oke,terserah kamu saja. Tapi,ingat selama kita menikah jangan harap aku akan menyentuh dirimu. Bahkan untuk tidur satu ranjang pun aku tidak akan sudi,ingat itu baik-baik nona Charlotte." Ucap Leon kembali dengan nada yang begitu sinis.
"Baiklah" jawab Wilona singkat
Wilona tidak ingin berlarut dalam perdebatan di pagi ini. Suara adzan terdengar dari ponsel Wilona,dengan cepat dirinya meraih ponselnya dan segera mematikan ponselnya.
"Ini sudah adzan sebaiknya kita sholat,kalau ada yang ingin dibahas lagi sebaiknya setelah sholat saja." Ucap Wilona
Leon pun tidak menjawab ucapan Wilona, pria itu langsung menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melakukan sholat bersama dengan Wilona.
Wilona menatap pria yang sudah menjadi suami sekaligus imamnya selama dua bulan kedepan dengan tatapan kagum. Leon sudah rapi dengan kemeja koko dan celana panjangnya,tapi sayang dirinya tidak mengenakan peci. Sebenarnya Leon tidak menyiapkan pakaian,yang saat ini dikenakan itu semua adalah milik Roy asistennya. Leon memang sengaja tidak membawa pakaian miliknya karena dirinya pikir mereka hanya menginap satu malam saja. Itu artinya siang ini mereka akan cek out.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu" tanya Leon yang membuat Wilona menjadi salah tingkah dan saat itu juga lamunan Wilona terhadap Leon pun buyar.
"Jangan bilang kamu sedang memikirkan strategi apa yang akan kamu lakukan terhadapku agar hartaku jatuh ke tanganmu,begitu?" Lanjut Leon berucap tanpa memikirkan perasaan Wilona.
Wilona menggelengkan kepalanya "astagfirullah,tidak bisakah dirimu berpikir positif kepadaku Leon?" Tanya kembali Wilona dengan menatap sendu pada Leon.
"Hillliiihh.. aku tahu siapa kamu nona Wilona" jawab Leon lagi
Sejenak Wilona memejamkan matanya dan menarik nafas lebih dalam,dirinya tidak ingin menghadapi Leon dengan dalam keadaan ingin sholat.
"Kita mulai sholat saja" jawab Wilona.
Leon tersenyum mengejek ke arah Wilona,kali ini dirinya merasa menang berdebat dengan Wilona. Leon akan membongkar semua fakta tentang Wilona pada Averus agar dirinya mudah untuk menceraikan Wilona.
Dengan segera Leon memimpin sholat subuh di hari pernikahan mereka untuk pertama kali bagi Leon dan Wilona. Terutama Leon,karena ini adalah pertama kalinya pria itu menjadi imam dan kembali melaksanakan shalat lagi setelah mamanya tiada,karena sebelum sang mamah meninggal dirinya selalu diingatkan oleh sang mamah untuk melaksanakan shalat lima waktu. Kini tidak ada yang mengingatkan dirinya lagi,walaupun Averus ada pun dirinya tidak memikirkan bahwa anaknya tidak akan lupa dengan kewajibannya sebagai seorang muslim,tapi sayang sepertinya Averus salah besar. Sudah hampir lima tahun Leon tidak pernah melaksanakan sholat,beruntunglah dirinya memiliki daya ingat yang begitu tajam. Jadi,tidak terlalu malu saat membaca ayat suci Al-Quran dalam melaksanakan sholat bersama Wilona.