WHEN I FOLLOW MY HEART

WHEN I FOLLOW MY HEART
53. Kedatangan Claudia & Maxim



Kabar bahagia yang diberikan oleh Averus membuat Wilona turut bahagia,karena pada akhirnya cinta pertama sang bibi sudah kembali. Begitupun dengan Averus yang sangat bahagia karena sebentar lagi dirinya akan kembali merajut asa bersama cinta pertamanya.


Waktu terus berlalu sudah dilewati Wilona selama dirumah sakit,bahkan dirinya sudah melewati serangkaian pengobatan dan terapi untuk memulihkan dan menyembuhkan kaki Wilona agar dapat berjalan kembali. Leon dengan setia selalu menemani Wilona melakukan terapi untuk berjalan,kini Wilona dapat melangkahkan kakinya beberapa langkah,tapi setelah itu rasa nyeri masih dirasakan oleh Wilona. Maka dari itu Leon meminta dokter Erik dan dokter Friska yang sebagai dokter ortopedi yang menangani Wilona selama pengobatan Wilona.  


"Untuk hari ini cukup sampai disini saja,anda sangat hebat nona semangat anda dalam berlatih berjalan itu sangat luar biasa. Apalagi mendapat dukungan dari suami anda,pasti anda semakin bersemangat tentunya." Ujar dokter Friska sambil sedikit menggoda Wilona


Wilona tersenyum malu karena godaan dari sang dokter "dokter bisa saja,saya ucapkan terima kasih banyak atas kesabaran dokter dalam merawat saya untuk dapat berjalan kembali." Jawab Wilona dengan nada yang tulus


"Sama-sama nona lusa kita akan bertemu kembali,kalau begitu saya pamit undur diri,nanti akan ada suster yang mengantar anda kembali ke ruang rawat. Selamat siang." Ucap dokter Friska seraya tersenyum pada Wilona dan juga Leon dan dibalas anggukan serta senyuman juga oleh kedua pasangan itu. 


Tidak lama dokter Friska dan dokter Erik keluar datanglah seorang perawat yang akan membantu Wilona untuk kembali ke ruang rawatnya. 


"Selamat siang nona dan tuan muda,mari saya akan membantu anda nona untuk kembali ke kamar." Ucap salam suster dengan name tag Anita


"Terima kasih suster" ucap Wilona dan Leon bersamaan


Suster Anita membantu mendorong kursi roda Wilona menuju kamar rawatnya,tapi saat mereka sudah hampir dekat dengan kamar rawat Wilona disana sudah ada seorang wanita bersama dengan seorang anak yang sangat tampan. 


Senyum Wilona kembali merekah saat melihat anak kecil itu. 


"Maxim…" panggil Wilona dengan senyum yang selalu manis dengan dimple yang dimilikinya. 


Mendengar namanya dipanggil pun anak itu menoleh dan segera menghampiri Wilona. 


"Tante cantik…" ucapnya sambil berlari menuju Wilona


Hap… 


Maxim langsung berhambur memeluk tubuh Wilona dengan erat,terdengar ringisan sedikit dari bibir Wilona. Sontak membuat Maxim merenggangkan pelukannya dan menatap Wilona. Leon yang dari tadi hanya memperhatikan Maxim pun sempat terkejut saat Max berhambur memeluk tubuh Wilona. 


"Apa ada yang sakit?" Tanya Leon dengan begitu khawatir


"Apakah Max menyakiti tante cantik?" Tanya Maxim dengan air muka khawatir.


Wilona menggelengkan kepalanya "tidak,kamu tidak menyakiti tante sayang" jawab wilona sambil memberikan kecupan di kening Maxim,dan anak itu pun hanya tersenyum mendapatkan kecupan di keningnya. 


"Aku dicium tante cantik,hehehe." Ujar Maxim yang membuat para orang dewasa yang ada disana menertawakan tingkah anak itu. 


"Sebaiknya kita masuk nona" ucap suster Anita dan dibalas anggukan oleh Wilona


"Maxim,ayo ajak mommy kamu masuk kedalam." Ajak Wilona pada  Maxim


Maxim pun mengangguk "ayo mommy" ucap Max sambil menarik tangan Claudia


Wilona tersenyum menatap Claudia dan berlalu memasuki ruang rawat tersebut. Saat Claudia berpapasan dengan Leon,wanita itu hanya mendapatkan tatapan datar tanpa membalas senyuman dari Claudia. 


Tanpa terasa Claudia memegang dada kirinya "sesakit inikah,Leon? Kini tatapanmu seperti saat kamu melihat Wilona dulu,tatapan yang penuh rasa ketidaksukaan dirimu terhadap Wilona,kini aku merasakan apa yang dirasakan Wilona,Leon. Rasanya sakit.." batin Claudia yang masih berdiam diri memegang dada kirinya. 


"Mommy ayo…" ujar Maxim saat menarik tangan Claudia.


Claudia mengangguk sambil menetralkan perasaannya saat ini,bagaimanapun juga dirinya harus bisa mengikhlaskan keputusan yang Leon berikan. Sebenarnya Claudia adalah wanita yang baik,tapi kondisi lah yang membuat dirinya berbuat jahat pada Wilona selama ini. Tapi,kini dirinya sadar kalau sudah terlalu membuat Wilona sakit dan terpuruk karena harus mendapat hinaan dan fitnah yang belum tentu dirinya lakukan. Claudia masuk dengan tangan yang masih ditarik oleh Maxim,saat masuk Maxim langsung melepas genggaman tangannya pada Claudia dan segera berlari menuju tempat tidur Wilona. 


Wilona menyambut antusias Maxim yang sudah ada di dekatnya. "Sini sayang" ucap Wilona sambil menepuk sisi sebelah kanan Wilona agar Maxim duduk di dekatnya.


Dengan semangat Maxim naik ke atas ranjang Wilona dengan bantuan Leon,dan duduk di sampingnya. Sedangkan Leon hanya tersenyum dan mengacak-acak  rambut Maxim. 


"Jangan acak-acak rambutku paman,nanti tampanku hilang." Ucap Max dengan mengempotkan bibirnya yang semakin terlihat menggemaskan


Wilona dan Leon hanya bisa tertawa gemas mendengar ucapan Maxim. Claudia pun tidak kalah gemasnya dengan putranya itu. 


"Bagaimana kabarmu Claudia?" Tanya Wilona dengan menampilkan senyum yang tulus


"A-aku baik,lalu bagaimana dengan kondisimu? Kapan kamu akan diperbolehkan pulang oleh dokter?" Tanya Claudia dengan rasa gugup bercampur rasa bersalah dalam dirinya pada Wilona. 


Wilona tersenyum "ya,dokter belum mengijinkan aku pulang. Padahal aku ingin sekali cepat pulang,aku sudah tidak betah disini rasanya sepi. Tapi tidak untuk saat ini,aku merasa terhibur dengan kedatangan pangeran tampan ini." Jawab Wilona sambil mencium pipi Maxim dan yang dicium hanya nyengir saja


Claudia pun tersenyum saat mendengar Wilona berkata seperti itu. Perkataan Wilona terdengar begitu tulus saat memuji putranya,bahkan saat ini Wilona terlihat bahagia saat didekat Maxim yang sedang sibuk mengunyah buah apel yang dikupas oleh Leon untuk Wilona,tapi Wilona membaginya dengan Maxim dan Leon hanya bisa tersenyum saja. 


"Mmm,Leon bolehkah aku berbicara berdua dengan Wilona?" Tanya Claudia pada Leon 


Leon pun mengernyitkan dahinya menatap Claudia,dirinya tidak ingin kecolongan atas sikap Claudia. Leon takut semua pembicaraan Claudia kepada Wilona menjadikan dirinya untuk sulit dekat dengan Wilona. 


"Bicara saja sekarang,aku tidak ingin meninggalkan istriku. Jika pun ada yang ingin kalian bicarakan silahkan bicara saja." Jawab Leon dengan nada dinginnya


Wilona yang dari tadi memperhatikan sikap Leon yang berubah saat bertemu Claudia pun merasakan ada yang tidak beres dengan hubungan mereka berdua,dan pada akhirnya Wilona angkat bicara. 


"Tapi Leon…" 


"Leon tolong bawa Maxim sebentar,aku juga ingin berbicara kepada Claudia." Ucap Wilona yang memotong perkataan Claudia


Leon menatap Wilona "kamu yakin?" Tanyanya pada Wilona


"Ya,aku yakin" jawab Wilona dengan tersenyum. 


"Baiklah,aku akan meninggalkan kalian berdua" ucap Leon dan Wilona hanya tersenyum menatap Leon.


"Ayo jagoan,ikut paman keluar kita beli es krim" ucap Leon sambil menggendong tubuh Maxim


"Benarkah paman?" Tanya Maxim dan dijawab dengan anggukan kepala dari Leon


"Hore…." Suara seru Maxim membuat Leon tertawa kecil,begitupun dengan Wilona dan Claudia.