
Siang ini Wilona masih berkutat dengan buku-buku mata kuliahnya,gadis itu kini sedang mempersiapkan dirinya untuk menjalani ujian mid dan final semester. Wilona mengulang kembali semua materi yang sudah dirinya pelajari selama ini. Bukan hanya Wilona saja yang sedang sibuk mempelajari kembali mata kuliah mereka,banyak para mahasiswa yang mengejar nilai memuaskan sehingga porsi belajarnya pun menjadi gila-gilaan sebelum ujian. Untung saja Wilona tipe mahasiswa yang selalu mempersiapkan dirinya dengan memahami pelajaran saat dosen menerangkan,sehingga dirinya cukup siap dalam menghadapi ujian mid dan final semester minggu depan.
Ketika sedang asyik membaca dan mempelajari buku-bukunya,tiba-tiba saja ponsel yang diletakkan di meja kerjanya itu berbunyi. Wilona melirik sebentar ke arah ponselnya dan melihat nama Grace dalam panggilan itu,dengan cepat gadis itu pun menggeser tombol hijau pada layar ponsel.
"Halo" ucap Wilona
"Halo juga,kamu sedang dimana?" Tanya Grace dalam sambungan telepon itu
"Aku masih di butik,ada apa?"
"Oke,aku akan menjemputmu di sana. Aku ingin mengajakmu ke rumah Gabriel."
"Kenapa harus mengajakku,Grace? Kamu kan' bisa kesana bersama Gabriel."
"No,aku mengajak kamu karena di sana buka hanya ada aku dan Kak Gabriel saja. Tapi,ada kak Javier,Roy dan juga kak Leon."
Sejenak Wilona terdiam memikirkan ajakan Grace untuk ke rumah Gabriel. Kalau hanya dirinya dan Grace saja tidak masalah menurutnya,tapi ini ada Leon disana. Sosok pria yang selama ini sedang berusaha Wilona lupakan dan selalu dirinya hindari saat hampir bertemu dengan pria itu. Memang sudah hampir satu bulan ini Wilona tidak pernah melihat Leon baik di mansion Averus maupun di kampus,Leon sering sekali mengantar atau menjemput Claudia di kampus. Tapi,Wilona selalu berpura-pura tidak melihat Leon. Itu dilakukan oleh Wilona agar tidak mengganggu Leon,dan menambah daftar kebencian terhadap dirinya jika gadis itu selalu ada saat pria itu berada di kampus.
"Wilona…." Teriak Grace yang masih terhubung di panggilan itu dan membuat Wilona tersadar dari lamunannya.
"Ma-maaf Grace,sampai mana tadi?"
"Huff,kamu melamun?"
"Tidak" Wilona segera mengelak atas pertanyaan Grace
"Bersiaplah karena lima menit lagi aku akan sampai,bye."
"Bye"
Sambungan telepon pun berakhir,sejenak Wilona memandang ke arah buku-buku yang bertumpuk di atas meja dengan cepat gadis itu merapikan buku yang berada di atas meja dan menaruhnya kembali ke dalam rak kecil khusus buku-buku. Grace menepati janjinya untuk datang setelah lima menit,kini Grace sedang menunggu Wilona di ruang tunggu dan tidak lama setelah Arshi menyampaikan kalau Grace sudah datang,akhirnya Wilona keluar dari ruangannya.
"Hai,maaf menunggu lama" ujar Wilona sambil melakukan salam pipi kanan dan kiri
"Santai saja,ayo kak Gabriel sudah sangat bawel." Jawab Grace dan membuat Wilona tertawa.
Grace melajukan mobilnya menuju ke rumah Gabriel yang baru. Ya,Gabriel membuat acara kecil-kecilan untuk rumah barunya itu yang nantinya akan ditempati oleh dirinya dan juga Grace dalam waktu dekat. Setelah menikah Gabriel berencana akan langsung memboyong Grace ke rumah yang baru selesai di renovasi beberapa hari yang lalu. Selama dalam perjalanan Grace menceritakan semuanya tentang rumah baru mereka.
"Jika kamu menikah dengan kakakku itu,aku harap kalian akan tetap tinggal di mansion ya,untuk menemani papa." Ujar Grace pada Wilona dan dengan cepat gadis itu membulatkan matanya menatap Grace
"Kamu itu terlalu jauh membayangkan,kakak kamu itu mencintai Claudia bukan aku. Bahkan saat ini kakakmu itu begitu membenciku." Wilona berucap lirih dan dengan cepat matanya beralih menatap keluar jendela sebelah kanannya.
Jarak antara butik ke rumah baru Gabriel dan Grace tidaklah jauh,sekitar empat puluh menit mereka sudah tiba di rumah tersebut. Kedatangan mereka disambut baik oleh Gabriel dan yang lainnya terkecuali Leon yang sudah jelas sangat tidak suka dengan kehadiran Wilona saat ini. Leon sedikit terkejut karena Wilona datang ke rumah baru Gabriel dan Grace,bahkan pria itu terus menatap Wilona dengan sangat tajam. Wilona yang merasa ditatap oleh Leon pun menundukkan kepalanya dan berusaha mengalihkan pandangannya ke arah yang lainnya. Wilona duduk di sebelah Javier yang berhadapan dengan tempat duduk Leon,seperti biasa Wilona memasang wajah kakunya dan sesekali menunduk untuk menghilangkan rasa gugupnya di hadapan Leon.
"Kabar saya baik tuan" jawab Wilona
Roy tersenyum menatap Wilona "panggil saya Roy saja nona" pinta Roy pada Wilona
Wilona pun mengangguk "mmm,kalau begitu panggil juga saya dengan Wilona saja tanpa embel nona." Jawab gadis itu dengan senyuman yang manis
Leon masih terus memperhatikan Wilona dan tanpa disadari pria itu mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya,Sekilas Javier melirik ke arah Leon dan dirinya pun mengerutkan dahinya,Javier pun memperhatikan semua yang dilakukan oleh Leon,lalu pria itu melirik ke arah Wilona.
"Apa Leon sedang cemburu melihat Wilona berbicara dengan Roy?" Javier bermonolog dalam hatinya
Seringai licik muncul dalam benak Javier,dirinya akan membuktikan kalau Leon sedang cemburu. Javier mengambil buah anggur yang memang sudah disediakan oleh para pelayan. Lalu,pria itu menyuapi Wiloma buah anggur yang sudah diambilnya.
"Wilona" panggil Javier sambil memasukkan buah anggur ke dalam mulut gadis itu.
Wilona begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Javier "kakak" ujar gadis itu sambil membulatkan matanya ke arah Javier dan menatap nyalang ke arah pria yang berada di sampingnya ini. Sedangkan Javier hanya tersenyum melihat tingkah adik angkatnya ini. Dengan sengaja pria itu mengacak rambut Wilona dengan sangat gemas.
"Kakak,iihh…. Kenapa suka banget sih berantakin rambut aku?" Wilona sangat kesal dengan ulah Javier,karena kesal dengan kakak angkatnya itu, akhirnya Wilona mengambil beberapa buah anggur juga dan membalas memasukkan buah itu ke dalam mulut Javier.
"Ini… ini… rasakan ini…" ujar Wilona dengan kesal sambil memasukan buah anggur yang lebih dari satu itu ke dalam mulut Javier.
Tangan Javier meraih kepala Wilona dan mengacak-ngacak rambut gadis itu. Dengan sangat kesal Wilona melempar bantal sofa ke arah Javier dan memukuli pria itu berkali-kali menggunakan bantal. Grace hanya tertawa melihat kelakuan Javier dan Wilona,gadis itu sudah tidak heran lagi dengan kedekatan dua orang itu. Bahkan Grace yang memberikan bantal sofa kepada Wilona untuk memukul kakak sepupunya itu. Berbeda dengan Gabriel,Roy dan Leon mereka hanya menjadi penonton dan ikut menertawakan pertempuran Javier dan Wilona.
"Heran aku sama human macam kak Javier,kenapa sih suka banget ngacak-ngacak rambut aku?" Ucap kesal Wilona sambil merapikan rambutnya yang berantakan
"Kan' aku sudah pernah bilang aku suka saat melihat kamu cemberut kaya gitu." Jawab Javier dengan memberi contoh bentuk bibir Wilona yang sedang cemberut
"Terus aja kaya gitu sampe aku nikah sama Kim Taehyung"
"Hahaha,emangnya Kim Taehyung kenal sama kamu?"
"Gak"
"Hahaha…. Gemeeeesss banget aku sama kamu." Javier dengan sengaja mencubit pipi Wilona
"Aaakkkhh,sakit tahu." Pekik Wilona dan lagi-lagi memukul Javier dengan bantal sofa
.
......*******......
Happy New Year 2022.... 🥳🥳🥳🥳🥰🥰🥰🥰..... Selamat tahun baru untuk semua para reader ku... Semoga di tahun 2022 lebih baik dari tahun lalu ya,mungkin itu harapan semua orang ya dan sekedar info saja untuk beberapa hari saya tidak akan update,karena Author juga mau liburan tahun baru... Sarangeeekkk... Sayang kalian banyak-banyak