WHEN I FOLLOW MY HEART

WHEN I FOLLOW MY HEART
31. Pernikahan Grace & Gabriel



Pagi indah dan cerah dengan suara kicau burung serta langit biru dengan awan berarakan. Hari ini sepasang anak manusia akan mengikat hubungan yang sakral untuk menjadi suami istri yang berdasarkan cinta. 


Akad nikah dilakukan di mansion keluarga Averus,karena Averus sudah mempersiapkan semuanya disana dan untuk resepsi langsung dilaksanakan di hotel salah satu milik keluarga Gabriel malam ini.


Grace sedang berada di dalam kamarnya setelah dirias di ruangan itu bersama dengan Wilona. Grace mengalami kegugupan yang luar biasa karena ini adalah pengalamannya yang pertama dalam hidupnya. Wilona beberapa kali menyemangati dan sedikit menghibur Grace yang begitu gugup,tapi tetap saja Grace masih begitu gugup. Padahal dirinya tidak harus duduk bersebelahan dengan Gabriel untuk melaksanakan ijab kabul,namun dirinya tetap saja takut dan gugup. 


Tidak lama tante Amira datang dan memasuki kamar untuk menjemput Grace,Amira adalah mamah Gabriel. Amira mengatakan bahwa ijab kabul sudah selesai dan itu artinya Grace sudah resmi menjadi istri sah Gabriel.


"Ayo sayang kita kebawah ijab kabulnya sudah selesai,sekarang kamu sudah menjadi menantu mamah dan istri dari putra mamah yang menyebalkan itu." Ucap mamah Gabriel dengan candaannya itu. 


"Iya mah" Grace sedikit menahan tawa mendengar candaan dari mamah mertuanya tersebut dan sedikit menghilangkan rasa gugupnya. 


Grace turun ke tempat dimana ijab kabul dilaksanakan dengan didampingi oleh mamah Gabriel dan juga Wilona. Grace dapat melihat pria yang kini sudah sah menjadi suaminya. 


Grace duduk disamping Gabriel dan mencium tangan Gabriel seperti adat seorang istri yang menghormati suami dan Gabriel pun mencium kening istrinya cukup lama dan mampu membuat detak jantung Grace kembali berdegup kencang dan merasakan kenyamanan pada sentuhan Gabriel,bahkan saat ini Gabriel memandangi wajah Grace dengan sangat begitu takjub. Senyum yang selalu merekah di wajah Gabriel membuat Grace semakin salah tingkah dan malu-malu. 


"Istriku sangat cantik" ucap Gabriel dan langsung mendapat cubitan di pinggangnya dari Grace.


...000000...


Grace dan Gabriel sudah berdiri di tengah ballroom hotel tempat mereka melaksanakan resepsi pernikahan mereka. Entah sudah berapa jam mereka berdiri untuk menyambut dan berjabat tangan dengan para tamu undangan yang mereka tidak tahu berapa jumlah tamu yang datang malam ini. 


Karena saking terlalu banyaknya tamu undangan Grace sampai tidak memperhatikan dekorasi ruang resepsi itu dan kini tamu undangan tersebut sudah tidak seramai tadi,Grace baru dapat melihat ke sekeliling ruang resepsi itu. Ruang yang sangat indah dengan bunga yang tertata rapi dengan warna-warni,tiba-tiba Gabriel mengulurkan tangannya dan membuat Grace menjadi bingung. 


"Ayo berdansa denganku" ujar Gabriel ketika Grace melihat tangannya terulur ke arahnya. 


Grace berpikir sejenak "hmm,tapi aku juga ingin kita berdansa bersama Wilona dan kak Leon." Jawab Grace dengan sedikit berbisik pada Gabriel


Gabriel langsung melirik ke arah Leon yang sedang bersama dengan Claudia,sedangkan Wilona sedang berdiri bersama Javier. 


"Baiklah kita ajak mereka,tunggu disini sebentar." 


Tidak lama Gabriel memerintahkan seorang suruhannya untuk menyampaikan keinginannya kepada pembawa acara pernikahannya. Gabriel memerintahkan agar sang MC menyuruh Leon dan Javier berdansa dengan pasangannya. Awalnya Leon menolak,tapi Claudia begitu memaksa Leon agar dirinya juga ikut berdansa bersamanya. Claudia begitu tidak ingin kalah dengan Wilona yang langsung bersedia berdansa dengan Javier. Musik mengalun begitu merdu dan mereka berdansa sesuai dengan irama. Leon sekilas melirik ke arah Wilona yang begitu akrab dengan Javier. 


Pembawa acara meminta mereka bertukar pasangan dansa,Wilona langsung terlihat menegang ketika dirinya harus berdansa dengan Leon. Tatapan mata yang tajam dari Leon adalah hal yang sangat ingin dihindari oleh Wilona. 


Saat itu juga Wilona menatap wajah Leon,pada saat Leon menatap wajah gadis itu ada desiran aneh yang menjalar ke dalam hatinya. 


"Memangnya kenapa jika aku begitu sangat menikmati berdansa dengan kak Javier? Apakah itu bagian dari urusan anda saat ini tuan Leon?" 


Mendapat pertanyaan seperti yang diutarakan oleh Wilona membuat Leon sedikit kesal. 


"Sepertinya memang benar dengan apa yang aku dengar dari orang-orang,bahwa kamu adalah wanita penggoda yang paling handal dalam menaklukkan seorang pria. Sudah berapa banyak pria yang menikmati tubuhmu itu nona Wilona?" Ucapan Leon dengan memicingkan matanya dan senyuman yang seakan merendahkan diri gadis yang sedang berdansa dengannya. 


Wilona yang masih menatap Leon dengan tatapan yang tidak dapat diutarakan oleh Leon pun akhirnya bersuara. "Apakah pekerjaan anda sudah bertambah menjadi ingin mengetahui kehidupan seseorang tuan Leon? Jika itu benar seharusnya anda lebih profesional dalam pekerjaan anda,anda seharusnya lebih up to date dalam mencari sebuah cerita dan berita dari seseorang yang ingin anda ketahui tentangnya agar nantinya tidak akan menimbulkan sebuah fitnah." Jawab gadis itu dengan senyum ketika menatap wajah Leon. 


Leon yang mendengar jawaban dari Wilona pun kini melepaskan genggaman tangannya dari pinggang Wilona,Leon terlihat begitu marah dan kesal terhadap gadis yang ada di hadapannya ini. Dengan rasa kesal yang begitu besar akhirnya Leon meninggalkan acara dansanya dan meninggalkan Wilona begitu saja. Claudia yang sedang berdansa dengan Gabriel melihat Leon sudah  pergi meninggalkan Wilona. Dengan cepat Claudia menyusul ke arah Leon yang menuju ke arah ruang di balik ballroom hotel itu. Gabriel segera meminta MC untuk menghentikan acara dansa mereka dan kembali bersama Grace untuk menyambut para tamu yang baru saja datang. 


Javier menghampiri Wilona yang sedang menuju stan minuman,pria itu sempat mendengar sedikit percakapan antara Leon dan Wilona,walaupun samar-samar. Tapi,Javier tahu pertanyaan yang dilontarkan Leon itu sangatlah tidak pantas dilakukan oleh seorang Leon. 


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Javier yang juga mengambil minum untuk dirinya. 


"Aku baik-baik saja" jawab Wilona dengan tambahan senyuman 


"Ayo kita duduk saja" 


"Tidak kak,aku ingin ke toilet sebentar." 


"Mau ku antar?" 


"Tidak perlu,kak" 


Javier pun mengangguk dan membiarkan Wilona untuk pergi sendiri ke toilet. Wilona berjalan menyusuri lorong hotel untuk mencari toilet,ketika sedang menyusuri lorong tersebut Wilona sempat terhenyak karena melihat Leon yang bersama Claudia di suatu ruangan yang tidak tertutup rapat dan sedikit terhalang oleh sebuah tirai kain dekorasi ruang resepsi. Wilona melangkah sedikit maju agar dirinya dapat mengetahui apa yang sedang Leon dan Claudia lakukan,ketika dirinya sudah mendekat ke arah ruang itu betapa terkejutnya Wilona yang menyaksikan Leon dan Claudia yang sedang bercumbu dan saling menikmati pelepasan mereka. 


Dengan reflek Wilona menutup mulutnya dengan kedua tangannya,dirinya tidak menyangka kalau Leon akan melakukannya bersama Claudia di tempat seperti ini. Leon sadar sepertinya ada yang sedang memperhatikan dirinya dan tatapannya bertemu dengan tatapan Wilona yang masih begitu terkejut dengan apa yang sedang dilihatnya. Wilona langsung melangkah pergi ketika Leon melihatnya berdiri di luar ruangan. 


Langkah Wilona begitu gontai,gadis itu segera mencari toilet untuk menenangkan dirinya setelah apa yang dilihatnya.