
"Jawab pertanyaanku Wilona" ucap grace yang sudah sangat kesal dengan sahabatnya itu.
Wilona pun menghela nafasnya. "Ya,kamu tidak jelas kasih pertanyaannya padaku. Melakukan apa?" Wilona balik bertanya
"Melakukan hubungan suami istri di ranjang,puas kamu?" Jawab Grace yang langsung memasang wajah masam
"Hahaha….."
Wilona tergelak tawa karena melihat wajah Grace yang sudah sangat lucu karena wanita itu terlihat sedang mengerucutkan bibirnya,tambah lagi dengan pipi Grace yang terlihat semakin tembam menambah kesan lucu pada wajahnya.
"Kenapa kamu malah ketawa? Benar-benar menyebalkan sekali kamu Lona." Grace benar-benar kesal
"Maaf…." Jawab Wilona yang langsung menahan tawanya.
Grace mencebikkan bibirnya,lalu Wilona mendekat ke arah sahabatnya yang sedang duduk di sofa,senyum di wajah Wilona tidak pernah luntur.
"Kami belum melakukannya." Ujar wilona yang sudah duduk di sebelah Grace dengan senyumannya
"Kenapa belum….? Huff…. Pembaca pada kecewa……" jawab Grace yang menikmati cemilan kue di dalam toples itu
Wilona tidak dapat berucap satu kata lagi,ia juga merasa bersalah dengan Leon. Ia tahu salah satu kewajiban istri adalah melayani kebutuhan biologis sang suami,tapi nyatanya Wilona belum yakin untuk menyerahkan mahkotanya kepada sang suami. Wilona hanya ingin pada saat mereka melakukan hubungan intim tersebut dalam keadaan suka sama suka,bukan hanya karena masalah kewajiban.
Wilona masih bergelung dengan pemikirannya,sedangkan Grace benar-benar sedang asyik dengan cemilannya. Saat kedua wanita itu sedang sibuk dengan kegiatannya di sofa dengan pemikiran masing-masing,pintu ruangan Wilona terbuka dan Gabriel muncul dari balik pintu itu. Grace yang melihat suaminya sudah datang pun langsung menghentikan makannya dan tersenyum.
"Honey…" Grace menggantung kedua tangannya meminta pelukan dari suaminya
Wilona yang tadi sedang sibuk dengan pikirannya tersentak saat mendengar suara Grace dan dirinya baru menyadari kedatangan Gabriel. Mereka saling menyapa satu sama lain,banyak obrolan yang mereka bahas. Bahkan Gabriel sempat membicarakan soal kejadian tadi di ruang kerja Leon. Awalnya Gabriel tidak ingin mengatakannya karena ia tidak ingin membahas orang lain jika tidak terlalu terdesak. Tapi,karena Wilona terlanjur mendengar pembicaraan mereka di ruangan itu akhirnya Gabriel menceritakan semuanya.
Grace begitu sangat terkejut dengan apa yang didengar dari mulut suaminya sendiri. Sedangkan Wilona semakin merasa risau kala mengetahui Leon yang begitu marah mengenai Claudia.
"Apakah Leon masih mencintainya?"
Perang batin pun terjadi dalam diri Wilona,hingga sebuah kecupan mendarat di pipinya. Ia terkejut kala melihat wajah Leon sudah ada di dekatnya dengan posisi menunduk ke arahnya.
"L-Leon…" gumam Wilona dan masih dapat didengar oleh Leon
Leon pun tersenyum dam memaksakan dirinya untuk duduk di sebelah Wilona,mau tidak mau Wilona pun bergeser sedikit karena memang ruang sofa yang diduduki oleh Wilona tadi adalah single sofa, jadi ia harus berbagi dengan Leon.
"Sedang melamunkan apa?" Leon berbisik di telinga Wilona hingga tubuhnya sedikit bergetar dan Leon dapat rasakan itu.
Leon sengaja melakukan itu karena ia ingin Wilona terbiasa dan mau menerima sentuhan dari dirinya. Leon bertekad akan membuat Wilona menghilangkan rasa traumanya itu. Leon juga sudah memantapkan hatinya untuk tetap bersama dan mempertahankan pernikahan mereka. Apapun akan ia lakukan untuk menebus kesalahan yang sudah diperbuat olehnya pada Wilona dulu.
Wilona tersenyum kaku saat menoleh ke arah Leon yang berada di sampingnya. "Tidak ada" jawab Wilona yang masih tersenyum kaku.
Leon tahu ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh istrinya itu,karena ekspresi yang diberikan Wilona teramat jelas kalau dirinya sedang tidak baik-baik saja. Ia akan menanyakan hal ini nanti saat mereka hanya berdua saja.
"Kalian terlihat sangat manis…." Goda Grace pada sahabatnya dan kakak nya itu
Leon melirik ke arah Grace,"kenapa? Kamu iri lihat kami?" Jawab Leon sinis
"Ck,buat apa aku iri sama kalian kalau aku juga bisa melakukan itu dengan suamiku. Benarkan honey…?" Ujar Grace yang tidak mau kalah dengan kakaknya,Gabriel hanya mengangguk sambil tersenyum menatap istrinya yang sedikit manja sejak ia hamil.
"Aah,benar kapan kalian akan berbulan madu?" Tanya Grace yang membuat Wilona menegang sedangkan Leon hanya biasa saja menghadapi pertanyaan adiknya itu.
"Secepatnya,setelah aku menyelesaikan semua pekerjaanku. Emm…Mungkin Minggu depan." Jawab Leon
"Apa?" Wilona terpekik dan langsung menoleh ke arah Leon dengan wajah melongo
Leon terkekeh saat melihat wajah keterkejutan istrinya,terlihat begitu imut dan menggemaskan menurut Leon.
"Kamu sangat menggemaskan sayang…" ucap Leon sambil mencubit pipi istrinya karena merasa sangat gumush.
"Akh,sakit Leon…" jawab Wilona yang mengusap pelan pipinya yang dicubit Leon tadi
"Maaf,tadi kamu benar-benar terlihat sangat menggemaskan bagiku." Ujar Leon lagi yang masih terkekeh di depan istrinya itu
Tidak terasa waktu pun terus berlalu,Grace dan Gabriel sudah pamit sekitar satu jam lalu. Waktu jam makan siang pun tiba,Leon ingin mengajak Wilona untuk makan siang bersama di restoran yang sudah ia booking barusan.
"Sayang…" Leon memanggil Wilona dengan lembut
"Ya.." jawab singkat Wilona dengan wajah melongo
"Ayo,kita makan siang dulu. Aku ingin mengajakmu ke sebuah tempat." Ujar Leon yang sudah mendekat ke arah Wilona
"Kemana?" Tanya Wilona dengan alis yang mengernyit.
"Aku sudah membooking restoran untuk kita makan siang." Jawab Leon santai
"Kenapa harus repot-repot membooking tempat? Kita bisa makan di tempat biasa saja." Ucap Wilona yang tidak ingin merepotkan Leon.
"Sudahlah,ayo. Aku sudah sangat lapar,sesekali menyenangkan istri boleh kan?" Pertanyaan Leon membuat Wilona bungkam
"Iya,kamu benar. Tapi…" ucapan Wilona sengaja dihentikan karena ia ragu akan ucapannya
"Tapi apa,hhmm?" Tanya Leon sambil menarik tangan Wilona agar berhadapan dengan dirinya
Leon menarik dagu Wilona agar dapat melihat wajah cantik milik istrinya itu. "Katakan apa yang mengganjal di dalam hatimu,sayang. Aku akan mendengarkannya,aku tidak ingin ada kesalahpahaman lagi diantara kita." Lanjut Leon meneruskan ucapannya
Wilona menatap mata indah Leon yang terlihat tajam tapi dapat menghanyutkan dunianya.
"Apa kamu masih mencintai Claudia?" Akhirnya pertanyaan itu keluar dari bibir Wilona,wanita menatap sendu ke arah Leon saat menanti jawaban atas pertanyaannya
Leon pun tersenyum dan menarik tubuh Wilona agar ia dapat lebih dekat dengan istrinya itu. Tanpa aba-aba lagi Leon sudah mencium dan ******* bibir istrinya yang sejak tadi membuatnya sangat gemas. Wilona terbelalak saat mendapatkan serangan mendadak dari suaminya itu.
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Note :
Beberapa BAB lagi akan selesai,sengaja ingin kelarin novel ini karena mau fokus ke tempat lain. Maaf jika nanti endingnya mengecewakan. 🙏