
Di tempat lain,Leon yang sedang bersama Roy asistennya yang masih berada di kantornya karena masih harus menandatangani beberapa berkas persetujuan kontrak. Leon sedikit merenggangkan tubuhnya yang agak kaku,lalu merebahkan kepalanya di atas sandaran kursi kebesarannya dan memejamkan matanya sebentar sebelum melanjutkan sisa berkas yang belum pria itu tandatangani. Sebuah notifikasi dari aplikasi instagram miliknya mengalihkan pandangannya,di layar itu tertera kalau Javier sedang melakukan live di instagramnya. Karena rasa penasarannya yang tinggi apalagi Javier memang terkenal jarang update di sosmed,akhirnya Leon membuka siaran live yang sedang dilakukan oleh Javier. Alangkah terkejutnya Leon ketika membuka dan menyaksikan siaran langsung yang sedang Javier lakukan itu,bagaimana tidak terkejut dengan siaran itu. Leon melihat Wilona sedang bersama Javier dan tertawa sangat bahagia di sana dengan pemandangan laut dari Galata Bridge.
Leon mengeraskan rahangnya dan juga mengepalkan tangannya. Tangan kiri Leon mengepal di atas meja sedangkan tangan kanan yang sedang memegang ponsel juga meremas kuat benda pipih yang sedang dipegang olehnya.
"Bagaimana mereka bisa saling kenal?"
"Jadi,ternyata benar apa yang dikatakan oleh Claudia selama ini. Cih,dasar wanita penggoda. Aku tidak akan membiarkan dirimu menjerat kakak sepupuku."
Leon terus bermonolog didalam hatinya,pria itu masih saja menatap layar ponselnya dan tersenyum menyeringai. Lalu,pria berencana untuk menyusul Javier dan Wilona,tapi baru saja pria itu bangkit tiba-tiba pesan grup yang berisikan para sahabatnya ramai sekali. Langsung saja Leon membuka pesan itu dan dengan sekejap pria itu membulatkan matanya,Leon sangat terkejut melihat foto hasil screenshot postingan Javier di laman instagramnya yang dikirimkan oleh Gabriel. Leon ingin memastikan postingan itu benar atau tidak dan ternyata benar kalau Javier postingan sebuah foto dengan dirinya dengan Wilona yang berada di sebelahnya dengan caption yang mampu membuat Leon mengeraskan rahangnya dan tangannya kembali mengepal karena menahan rasa marahnya. Roy yang dari tadi merasakan hal yang aneh pada diri Leon pun akhirnya menegurnya.
"Bos,anda tidak apa-apa?" Tanya Roy akan tetapi tidak ada jawaban dari Leon
Roy mendekat dan menggoyangkan sedikit lengan Leon. Leon pun tersentak dengan goyangan di lengannya itu,akhirnya menoleh ke arah Roy.
"Ada apa?" Tanya Leon dengan raut yang sedikit kesal
"Aish,seharusnya aku yang tanya sama kamu,Leon. Kamu kenapa kaya orang lagi kesal gitu,apa ada yang mengganggu? Atau kamu sedang ribut dengan Claudia?" Tanya Roy kembali
"Aku? Eng.. Gak ada apa-apa." Ujar Leon tergagap
Roy mengernyitkan dahinya,lalu memijat pangkal hidungnya dan kembali menatap sahabat sekaligus atasannya ini.
"Sebaiknya kita lanjutkan besok saja,lebih baik sekarang kamu pulang dan aku akan antar kamu balik." Ujar Roy pada Leon dan kembali ke tempat duduk Roy untuk membereskan semua berkas-berkas yang sedang dipelajari olehnya untuk proyek besar yang akan mereka menangkan.
Leon memijat pangkal hidungnya,lalu kemudian mengusap kasar wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Leon sendiri juga merasa bingung dengan dirinya saat ini,entah apa yang saat ini pria itu rasakan. Sepertinya benar kata Roy,leon harus mengakhiri pekerjaannya hari ini pria itu sepertinya benar-benar butuh istirahat. Tapi,tanpa Disadari oleh Leon bahwa dirinya sedang mengalami cemburu yang tidak kasat mata terhadap kedekatan Javier dan Wilona. Leon dan Roy bergegas keluar dari ruangannya setelah merapikan berkas yang berserakan di mejanya. Leon berjalan di depan Roy,tangannya seperti biasa dimasukkan ke dalam kantong celananya. Roy dengan sigap menekan tombol lift yang biasa mereka gunakan untuk para petinggi di perusahaan Averus.
Di dalam lift Leon masih terdiam dan menundukkan kepalanya. Lagi-lagi Roy merasakan keanehan pada atasannya ini. "Ada apa dengan diri kamu,Leon?" Akhirnya Roy membuka suaranya kembali untuk bertanya dengan sahabatnya ini.
Haaahhh
Helaan nafas kasar kembali keluar dari bibir Leon,lalu pria itu mendongakkan kepalanya dan melihat sebentar ke arah Roy yang berada di sebelahnya.
"Kamu sudah melihat chat di dalam grup?" Tanya Leon dan berhasil membuat Roy dengan cepat mengambil ponselnya yang berada di dalam saku jas nya dan melihat chat di dalam grup. Reaksi Roy sama seperti pertama kali Leon melihat foto yang dikirim oleh Gabriel itu.
"I-ini…!" Ujar Roy sambil menatap Leon dengan tidak percaya
"Ya,itu kak Javier dengan wanita penggoda itu. Lihatlah caption yang di posting oleh kak Javier. Cih,bukankah itu terlalu lebay?" Ucap Leon
Roy yang tercengang mendengar pernyataan yang dikeluarkan oleh Leon. Roy mendelikkan bola matanya dan kembali mengerutkan dahinya. "Memangnya kenapa? Menurutku itu wajar,jika kak Javier bersikap dan mengatakan hal seperti itu? Bukankah seharusnya kamu bersyukur karena kak Javier sudah menemukan wanita yang mampu membuka hatinya kembali." Perkataan Roy mampu membuat Leon membeku.
"Tapi,belum tentu apa yang kamu katakan itu benar. Mungkin saja yang kamu dengar selama ini hanya gosip belaka,Leon." Ujar Roy yang sedikit tidak percaya dengan apa yang didengar oleh Leon,apalagi Leon hanya mendengar cerita itu dari Claudia.
Leon mengernyitkan dahinya dan menatap sinis pada asistennya itu "maksud kamu apa? Kamu menganggap aku tidak bisa menilai sesuatu,gitu maksud kamu Roy?" Tanya Leon dengan emosi yang hampir membuncah
"Aish,bukan seperti itu,sudahlah lupakan saja ucapanku. Ayo,kita harus keluar dari lift ini,apa kamu mau stand by di dalam sini?" Jawab Roy sambil meninggalkan Leon yang tercengang karena tingkah asistennya itu,dengan tidak sopannya sang asisten meninggalkan atasannya di dalam lift.
Leon benar-benar tidak mengerti dengan dirinya saat ini. Bahkan saat ini pria itu merasa sangat sakit hatinya melihat kedekatan Wilona dan Javier,apalagi setelah dirinya membaca caption di postingan Javier yang mengatakan kalau Javier akan selalu berada di samping Wilona apapun yang terjadi.
...***********...
Malam yang indah,itulah yang saat ini dirasakan oleh Wilona. Gadis itu begitu sangat menikmati suasana malam ini bersama teman lamanya yang sudah seperti kakak bagi Wilona. Javier mengajak Wilona untuk makan di restoran yang berada di bawah jembatan Galata.
"Kamu menikmatinya?" Tanya Javier pada Wilona yang masih setia memandangi ke arah laut dan jembatan
"Ya,sangat. Terima kasih sudah mengajakku jalan-jalan malam ini." Jawab Wilona sambil tersenyum
"Ehem"
Disaat mereka sedang asyik berbincang,tiba-tiba suara deheman seseorang mengalihkan pembicaraan mereka. Betapa terkejutnya mereka melihat Leon sudah berdiri di dekat tempat mereka dan langsung mendudukan dirinya di kursi sebelah Wilona. Seketika raut wajah Wilona yang awalnya terlihat sangat bahagia,tapi tiba-tiba berubah menjadi pias karena kedatangan Leon dan juga Roy yang mengikutinya dari belakang.
"Leon…. Roy…?" Ujar Javier yang terkejut dengan kedatangan mereka
"Hai" jawab Roy yang merasa canggung karena terpaksa mengikuti perintah Leon untuk datang menyusul Javier dan Wilona ke tempat ini.
Flashback on
Roy dan Leon baru saja memasuki mobil dan Roy segera melajukan mobilnya keluar dari parkiran kantor.
"Roy,kita ke Galata Bridge." Ucap Leon yang sedang melihat kearah jendela memandangi jalan raya yang terlihat padat
Roy mengernyitkan keningnya "Galata Bridge? Untuk apa kamu kesana? Kamu ingin mengganggu kencan kak Javier?" Roy bertanya pada Leon karena pria itu sangat penasaran apa yang akan dilakukan oleh Leon.
"Cepatlah,jangan banyak bertanya. Memangnya kamu tidak lapar? Kita hampir saja melewatkan jam makan malam.
Roy terdiam sejenak benar apa yang dikatakan oleh Leon,kalau mereka hampir saja melewatkan jam makan malam mereka. Tapi,untuk makan malam saja apakah harus ke Galata Bridge? Dengan terpaksa Roy melajukan mobilnya menuju tempat yang diinginkan Leon.
Flashback off