The Widower'S Charmer

The Widower'S Charmer
part 13F



"Mamah....hiks...sakit...." sedari tadi arka terus-terusan merengek karena luka di tubuhnya sakit saat malam hari.


Setelah suster keluar menyuntikan obat penyeda nyeri aku langsung mengendong arka. menimangnya ke kanan dan ke kiri agar dia tertidur.


"hush....cup....cup...Sekarang arka tidur udah malem." tanganku terulur menutup mata arka agar dia tertidur.


berdiri di balkon kamar rumah sakit. menikmati langit malam dan pemandangan taman rumah sakit.


beberapa menit berlalu, ku rasakan arka sudah mulai tertidur. membuat aku dengan pelan menurunkan arka agar terbaring di ranjang pesakitan.


setelah selesai, ku selimuti arka. Berjalan ke arah sofa yang sudah di jadikan kasur oleh Justine.


malam ini aku dan Justine yang jaga karena aku besok tidak bekerja serta Justine yang libur sekolah.


"Kau belum tidur?" tampak Justine membuka matanya sambil menguap. dia tidak menjawab melainkan memeluk tubuhku dan memejamkan mata.


*********************************


"Kamu boleh menikah lagi rimba. aku ikhlas. atau kamu kamu menceraikan aku juga tidak apa-apa." ucap Violet dengan putus asa karena dia yang memang tidak bisa memberikan keturunan kepada rimba.


"Apa yang kau katakan sayang?" tanya rimba dengan tajam.


"Sudah beribu-ribu kali aku tidak masalah tidak adanya anak di antara kita. jika kau mau ayo kita adopsi anak saja."


violet tampak menggelengkan kepalanya,"Tidak rimba. aku hanya merasa tidak berguna untukmu. aku cacat." ucap Oliver dengan tangis yang semakin kencang.


rimba mendekap tubuh istrinya dengan erat, "Jangan pikirkan anak lagi. aku tidak suka melihat mu sedih sayang. Ada anak Nathan dan Alex yang bisa kita anggap anak kita sendiri. mereka tidak akan keberatan. apa kau paham sayang?"


olive menganggukan kepalanya menjawab ucapan rimba. sungguh dia sangat beruntung mendapatkan rimba yang tidak menuntut banyak darinya walaupun dia tidak bisa memberikan keturunan tapi sikap rimba tidak berubah sama sekali.


walaupun memang harus dia aku-akui dia terjebak kedalam keluarga gila ini karena menikah dengan rimba.


bersyukurnya dia tidak di jerumuskan ke dalam kelakuan gila mereka juga.


*********************************


Sedangkan Alex dan Lisa terjebak dalam situasi canggung di atas ranjang mereka berdua.


"emmm....bagaimana kandungannya Lisa?" Lisa menundukkan kepalanya memainkan jari-jarinya.


dengan ragu Alex menghadap ke arah Lisa, "Bolehkan aku menyentuhnya?" Lisa menganggukan kepalanya.


dengan penuh semangat Alex memegang perut Lisa dengan binar mata yang terpancar kebahagiaan.


perut Lisa memang sudah membuncit. Dengan pelan Alex menempelkan kepalanya di depan perut buncit Lisa.


"Halo anak ayah? bagaimana kabarmu?"


"Cepatlah keluar ayah sudah tidak sabar bertemu dengan mu." Lisa yang melihat itu tersenyum dengan lebar, tak di sangka Alex mendongakkan kepalanya menatap Lisa.


"Jangan tanyakan kepada dokter apa jenis kelaminnya nanti saat USG. biarkan menjadi kejutan untuk kita berdua nanti saat dia lahir."


"baiklah, eh..." Lisa terkejut ketika Alex mendorongnya agar terbaring di ranjang dan Alex memeluknya dari belakang dengan mengusap perut Lisa dengan lembut.


sedangkan di kamar Nathan dan Ara. Nathan tengah merajuk karena Ara tidak mau menuruti kemauannya.


"Ayolah Ara."


"Tidak Nathan. Baby Mateo masih kecil. dia belum siap mendapatkan adik."


"Ara dia sudah cukup untuk memiliki adik." Nathan tidak henti-hentinya membujuk sang istri tercinta.


entah ada apa dengannya, dia sangat suka melihat istrinya hamil. Baginya kecantikan Ara akan bertambah berkali-kali lipat dan tubuhnya akan sangat sexy ketika hamil. di peluk juga enak karena empuk.


"Kau ini sebenarnya kenapa?" tanya Ara binggung. ia meletakan baby Mateo dengan hati-hati.


"aku hanya ingin memiliki anak lagi." ucap Nathan dengan cemberut.


"Kita akan memiliki anak lagi nanti ketika Mateo sudah cukup umur. sebagai gantinya malam ini aku akan memberikan mu surga dunia sayang."


Ara menerjang Nathan hingga terbaring di atas ranjang. Sungguh, malam ini ara terlihat sangat Hot di mata Nathan.


"Kau suka?" Nathan menganggukan kepalanya dengan antusias. Ara langsung menyambar bibir tebal suaminya yang menggodanya sedari tadi.


lalu terjadilah adegan ranjang antara sepasang suami istri itu dengan gila-gilaan.