The Widower'S Charmer

The Widower'S Charmer
Part 8 D



Sekitar pukul 01.00 terjadi hujan deras. Membuat sepasang kekasih yang sedang tertidur dengan berselimut tebal semakin mempererat pelukan mereka.


"Hujan ya?" gumam ku saat merasakan hawa dingin begitu menusuk ke dalam tulang.


"HM..." jawab Aldo dengan gumaman. Aku semakin menempelkan tubuhku dengan tubuh Aldo. aku memasukkan tanganku kedalam kaosnya dan memeluknya erat lalu membenamkan wajahku ke celuk lehernya mencari posisi nyaman.


"Dingin."


"Tidurlah. aku akan menghangatkan mu." Mereka berdua pun tertidur dengan saling berpelukan menghangatkan tubuh mereka.


Aldo yang sudah lama tidur sendiri tidak ada lagi yang menemani merasa tidurnya sangat nyenyak sekali malam ini.


Sedangkan Aileen yang baru pertama kalinya tidur dengan orang asing kecuali adik dan saudara-saudaranya merasa sedikit nyaman berada dalam dekapan Aldo.


Malam ini bagi mereka berdua adalah malam istimewa.


❤️❤️❤️


"YA....ARKA JUSTINE....TURUN...." pagi-pagi sudah teriak saja.


setelah mengantar kekasihnya keluar rumah untuk kembali ke rumahnya sendiri, sekarang giliran membangunkan kedua adiknya.


"ARKA....JUSTINE...." teriak ku sekali lagi membuat mereka turun dengan tergesa-gesa.


"Duduk, makanlah dengan tenang." perintahku yang sudah duduk manis di kursi. Mereka berdua menurut dan duduk lalu langsung makan nasi goreng yang buat.


kami makan dengan tenang, sampai akhirnya aku bersiap-siap akan berangkat kerja.



ku rapikan sedikit poniku sebelum akhirnya aku mengambil tas ku dan keluar dari dalam kamar.


Kami bertiga masuk ke dalam mobil, aku mulai dengan mengantar Arka terlebih dahulu baru Justine.


untungnya arah sekolah Arka dan Justine searah membuat aku tidak kehilangan begitu banyak waktu.


Seperti biasa keduanya mencium pipiku sebelum turun dari mobil. Aku menjalankan mobilku menuju kantor.


Hanya ada keheningan yang menyelimuti, aku fokus mengemudi tidak mendengarkan musik sama sekali.


aku lebih senang mendengarkan musik di malam hari ketimbang di pagi hari.


setelah selesai, aku berjalan memasuki kantor dan bertemu dengan Carlos.


"Kau terlihat mempesona mengunakan baju itu."


"Terima kasih." ucapku dengan senyum yang menghiasi bibir ku.


kami berdua berjalan bersama dengan bergandengan tangan. siapapun yang melihat akan menyangka bahwa kami adalah sepasang kekasih namun nyatanya tidak, aku adalah kekasih Aldo.


Saat berada dijalan aku melihat, seorang pria tampan berjalan sendiri lalu mata kami berdua saling bertemu. aku mengedipkan satu mataku dan pria itu tersenyum tampan ke arahku.


saat arah oandangan mataku fokus ke arah pria itu, tangan Kak Carlos menutup mataku dan mengarahkannya kembali ke depan.


"Jangan seperti itu nanti Aldo cemburu." aku hanya mengerucutkan bibirku kesal.


"Kenapa saat punya kekasih melakukan ini itu tidak boleh?"


"Memang begitu seharunya. menjaga perasaan masing-masing."


"Apakah harus begitu? bukannya mata berguna untuk memandang sedangkan hati berguna untuk menyimpan perasaan kepada orang yang kita sayang?"


Carlos hanya tersenyum mendengar jawaban adiknya. Selalu saja ada balasan yang membuat dirinya lebih baik bungkam.


"Apakah kesetiaan harus memandang 1 orang, tapi bagaimana denganku? aku orangnya setia bahkan sangat setia tapi aku suka memandang pria-pria tampan hanya sebatas mengagumi tanpa melibatkan perasaan sayang ataupun cinta."


Carlos menengok ke arah adiknya yang sedang menatapnya meminta penjelasan, " Terkadang lelaki buta akan cinta. Mereka tidak bisa membedakan mana yang perduli dan mana yang Sayang. Kau bercanda dengan pria lain saja kekasihmu sudah cemburu berapi-api."


"Ada pria yang menunjukkan perasaannya ada juga yang tidak menunjukkan perasaan mereka kepada wanita dan itulah masalahnya wanita yang tidak peka dengan apa yang pria rasakan jika cemburu."


"Ah...begitu. Tapi apakah ketika kita memiliki kekasih kita harus meninggalkan teman-teman kita?" tanyanya lagi dengan rasa penasaran yang semakin mendalam.


"Tidak begitu, boleh berteman asalkan tahu batasan dengan teman lawan jenis kita. tujuannya agar tidak ada orang ke-3 yang masuk kedalam hubungan."


tiba-tiba Aileen menatap wajahku dengan wajah yang memicingkan mata, "Kakak menasehati ku seperti ini sepertinya Kakak sangat ahli dalam menjalin hubungan ya?"


"Kau ini, ku beri tahu dengan benar malah ngeyel." aku melepaskan genggaman tanganku dan berjalan meninggalkannya.


namun dia malah berlari mengejar ku, aku juga berlari dari kejaran dia dengan sesekali melirik ke belakang.


"Kakak....tunggu aku..."


Kami berlari saling kejar-mengejar dengan senyum yang mengembang di bibir kami berdua.