The Widower'S Charmer

The Widower'S Charmer
Part 13 A {Sisi Lain Aileen}



"Setelah itu Ayahmu babak belur karena di pukuli Sarah dan Nathalie."


aku terkekeh mendengarnya, "Kasihan sekali Ayah dulu."


"Sejak saat itu, Tom sering membawamu pergi bekerja bersamanya walaupun terkadang Sarah menyusul mengambil dirimu."


"Aku rindu mereka, Om." tak ada jawaban dari Om Sam, ia hanya mengelus rambutku dengan pelan.


"Aileen cepat pergi, adik mu. Arka, dia diculik Mafia Black Dragon." ucap Nathan dengan tergesa-gesa sambil berjalan.


sontak aku langsung bangkit dari dudukku, mataku berkilat marah. Sial, kenapa Carlos lengah?.


"Temui Carlos, Kak." ucapku kepada Kak Nathan, aku naik ke atas kamarku. menyiapkan keperluan-keperluan yang aku butuhkan.


Mengambil beberapa senapan serta peluru, Menganti pakaian, lalu meraih kunci mobil ku. Aku keluar dengan tergesa-gesa.


"Om tolong jaga Justine untukku sebentar." Sam hanya menganggukan kepala acuh. Ia lebih memilih menonton tv daripada meladeni keponakannya itu.


"Aku pergi." tak ada jawaban dari Sam.


Dengan terburu-buru ia memasuki mobilnya dan menjalankannya dengan cepat menuju Markas milik Rimba.


"Sialan sekali kau Izana. Kau yang memiliki masalah dengan Rimba kenapa adikku yang kau jadikan umpan?"


makiku memukul setir kemudi. sampai akhirnya aku sampai di markas Valhalla. Aku turun dan masuk kedalam sana, terlihat sudah ada Rimba, Alex dan Claude yang ikut membantu.


"Kau sudah siap?" aku menganggukan kepalaku menjawab pertanyaan Kak Rimba.


"Kita berangkat."


Kami semua langsung berangkat ke tempat pertemuan yang sudah dijanjikan oleh kedua belah pihak.


"Sudah aku bilang Kak, jangan buat ulah lagi cukup fokus dengan bisnis kita saja." ucapku dengan kesal.


"Diamlah."


"Diam-diam. Arka pasti menangis dan ketakutan saat ini." ucapku dengan cemas.


...***...


Di markas Black Dragon, Arka sudah tergeletak lemas. Tubuhnya memar-memar karena terkena pukulan dari anak buah Izana.


Ia memejamkan matanya, Ia menatap sayu kepada pria yang duduk di kuris sambil menatapnya datar.


"Lepaskan Arka hiks..." ia menangis, ia sungguh ketakutan sekarang.


Seharusnya ia menuruti apa kata Kak Carlos, Ia tidak boleh keluar sampai Mamahnya datang menjemputnya namun karena dia bosan ia berniat jalan-jalan malah berakhir dia yang diculik dan disiksa entah dimana dia sekarang ini yang jelas ia sangat takut.


"Mamah...Arka takut..." gumamnya dengan lirih.


"Kakakmu akan kesini, tunggu saja." ia mendongakkan kepalanya menatap ke arah pria yang menculiknya itu.


"Mamah...mau hiks...kesini?" ulangnya lagi membuat lelaki itu menganggukan kepalanya.


"Dia yang mati atau kau dulu yang mati, hahahaha...." pria itu terkekeh sinis sambil menatap tajam Arka yang terbaring lemah di atas lantai.


"Siapa kau ini?" tanya Arka dengan pelan.


"Siapa aku? kau yakin tidak kenal aku?" Arka tampak menggelengkan kepalanya.


"Jelas kau tidak tahu siapa aku, aku tidak pernah datang kesini setelah Violet menikah dengan Rimba."


"Sepupumu itu merebut Violet dariku, sebagai balasannya aku ingin membunuh salah satu keluarganya. ku dengar kau salah satu sepupu tersayang Rimba bukan?"


"Ah aku tidak sabar melihat wajah marah Rimba nanti." ucapnya dengan sinis.


"Mamah tidak akan membiarkan Arka mati. Mamah akan melindungi Arka."


"Ah, Mamah ya? Kakak yang kau panggil Mamah itu. Banyak orang yang mengatakan dia sangat mempesona, aura yang dikeluarkannya mampu memikat seorang pria."


"Kita lihat Arka, jika aku terpesona kepada Mamah mu itu, ku biarkan kau hidup. Bisakah pesonanya mengalahkan pesona milik viona?"


Arka menatap pria didepannya ini tak percaya, apa maksudnya ini? ia sungguh tidak paham sekali.