
Malam harinya sekitar pukul 19.00, Aileen beserta adik-adiknya sedang bersiap-siap pergi ke rumah Aldo.
"Arka aduh...kamu kenapa malah makan coklat sih." ucapku dengan kesal. Aku mengambil tisu dan menghapus noda coklat yang menempel di sekitar bibir Arka.
"Kamu cepat gosok gigi." perintah ku kepada Arka. Arka menurut dan langsung naik ke atas untuk menggosok giginya.
"Mamah aku mau pakai apa?" tanya Justine yang datang didepannya.
"Pakai kemeja, yang penting sopan." ucapku, Justine mengangguk dan naik ke atas Menganti pakaiannya.
beberapa menit kemudian akhirnya mereka bertiga telah selesai berdandan.
Aileen mengenakan pakaian serba putih. Karena ia ingin tampil cantik didepan orang tua Aldo.
Arka dan Justine memakai kemeja dan jaket. Kami masuk ke kedalam mobil namun aku belum menjalankan laju mobilnya saat mendapati Arka duduk di pangkuanku.
"Arka kali ini jangan duduk dipangkuan mamah dulu, duduk dibelakang sama Justine."
"Enggak mau. Mau sama Mamah." aku menghela nafas panjang, "Justine pindah ke depan. Justine keluar dan pindah ke depan duduk di sampingku.
Arka berada dipangkuan ku, padahal beberapa bulan lagi Arka akan berangkat sekolah militer tapi kelakuan Arka belum juga berubah.
kami telah sampai di rumah Aldo. Kami bertiga turun dan Aku mengetuk pintu rumah Aldo.
terbukanya pintu dan menampakkan Aldo yang membukakan pintu.
"Malam-" aku menganggukkan kalimatku, aku mau memanggil dia apa? aku sudah terbiasa memanggilnya Pak kalau memanggilnya dengan sebutan nama rasanya ada yang aneh.
Aldo yang menyadari keter diaman kekasihnya itu pun maklum.
"Ayo masuk dulu, udah ada mamah sama papah didalam." Aldo mempersilahkan tamunya masuk.
"Ah...Aileen..." sapa Anne kepada calon menantunya.
"Halo Bu..."
"Perkenalkan ini suami saya, Adam." aku menjabat tangan Pak Adam dan tersenyum ke arahnya.
"Dan ini putra bungsu ku. namanya Axton, dia adalah seorang dokter, bukankah dia sangat tampan?" tanya Anne dengan wajah yang berbinar.
"Ah benar, Axton sangat tampan." pujiku kepada Axton.
"Hentikan. apa yang kalian bicarakan?" tanya Aldo dengan nada suara yang sedikit marah.
Aileen tersentak kaget langsung saja ia mengengam tangan Aldo dan menangkannya.
"Sayang kau tenang saja, hanya ada kau yang di dalam hatiku. yang lainnya hanya cadangan saja." ucapku mencoba menenangkannya. namun sepertinya ucapanku salah dan membuat dia semakin marah.
terdengar suara gelak tawa dari Adam, Anne dan Axton.
"Sudah ayo makan. Mamah sudah memasakkan makanan untukmu." kamipun akhirnya duduk. Banyak sekali hidangan yang tersedia.
"Pasti mereka kedua adikmu kan?" aku mengangguk.
"Perkenalkan yang di sebelahku Arka dan yang disampingnya Justine. mereka adalah saudara kandungku." aku memperkenalkan kedua adik ku kepada keluarga Aldo.
"Ah begitu. Mereka tampan dan rupawan. Dengar-dengar Arka akan mengikuti sekolah militer?"
"Iya sekitar 4 bulan lagi. Ini saran dari Kak Rimba."
"Ah, Rimba. aku mengenalnya." ucap Adam yang ternyata adalah rekan bisnis dari Rimba.
"Jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Axton.
"Secepatnya." jawab Aldo dengan asal.
"Mamah...Arion mau di pangku." Arion turun dari kursinya dan berdiri di samping Aileen. Aileen mengangkat Arion ke pangkuannya.
"Ayah, Azura pengin dipangku." Aldo menggakat Azura ke dalam pangkuannya.
"Mamah, apakah mamah akan menginap di sini?" tanya Azura.
"Tidak sayang. Mamah akan pulang, lain kali ya Mamah menginapnya."
sampai akhirnya makan malam pun terlaksanakan. Setelah makan malam mereka mengobrol bersama. Justine, Arka, Arion dan Azura bermain bersama.
"Tapi Pak Adam masih terlihat tampan loh di usianya yang tidak lagi muda." puji Aileen membuat Adam salting. baru kali ini ada orang yang memuji ketampanannya.
"Dih ganteng dari mana? Di liat aja udah pengin di hujat."
"Mamah kok ngomong gitu? Ayah kan masih tampan dan bugar kayak gini." bela Adam yang selalu disudutkan oleh istirnya.
"Ah masih tampan anakku Axton, lihat wajahnya sangat mirip denganku." sedangkan Axton sudah berpose tampan karena mamahnya memuji dirinya.
sedangkan Aldo dan Adam hanya memutar bola matanya malas.