The Widower'S Charmer

The Widower'S Charmer
Part 5 E




"Bapa..." rengek ku kepada Pak Aldo. Entah


kenapa tiba-tiba saat aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, Pak Aldo sudah berada didepan rumahku.


Aku langsung menyuruh Justine dan Arka masuk untuk tidur.


"Ayo jalan-jalan aku tahu loh ada pasar malem disini." mataku langsung berbinar saat dia mengatakan itu. Aku melompat ke dalam gendongannya.


"Ayo..." aku menarik tangannya dan memasuki mobil miliknya.


"Aku biasanya pergi ke pasar malem bersama dengan Kak Nathan, Kak Rimba dan juga Alex namun mereka sudah menikah, Alex sebentar lagi menikah dengan Lisa jadi aku sendirian sekarang. Tapi sudah ada bapak yang siap mengajak aku jalan-jalan, iya kan?" aku menengok ke arah samping dan melihat Pak Aldo mengangguk.


"Ih senangnya." aku secara reflex mencium pipi Pak Aldo. ekspresi yang di tunjukkan pak Aldo begitu terkejut.


❣️❣️❣️


"Bapa aku mau beli permen kapas."


"Bapa aku mau beli kebab."


"bapa aku mau beli burger."


"Bapa aku mau beli sosis sama kentang." bapa bapa bapa entah mengapa panggilan itu terasa panas di telinganya. sedari tadi banyak pasang mata yang menatap ke arahnya dengan tatapan curiga mungkin mereka kira aku adalah ayahnya atau sugar Daddy nya.


sialan sekali mulut manis wanita didepannya ini, "Kalau kau memanggilku dengan benar aku akan membelikannya untuk mu."


"Maksud bapa apa? aku sudah memanggil bapa dengan sopan." lihat? dia malah membenarkan dirinya dan tidak tahu dimana letak kesalahannya.


"Panggil aku Aldo atau Kakak, kek. kau memanggilku bapa serasa kau adalah anakku "


"Tidak mau." jawabnya dengan cepat dan malah menarik ku agar pergi membeli permen kapas.


tingkat ketidak pekaan Aileen sangat tinggi mungkin jika berada di sekitarnya. bisa-bisa darah tinggi jika dia terus menghadapi wanita ini, tapi mau bagaimana lagi? dia juga sudah terlanjur sayang kepada wanitanya ini.


❣️❣️❣️


Aku dan Pak Aldo sedang menunggu permen kapas ku jadi, aku menengok ke arah samping dimana ada sepasang kekasih yang terlihat romantis, bergandengan tangan dan terlebih panggilan mereka yang terdengar menggelikan sekali, "Beby aku mau yang pedas."


"Ya honey." mendengarnya saja ingin rasanya aku muntah. lebay sekali mereka berpacaran.


Ah Pak Aldo selalu mengatakan kepadaku bahwa aku ini adalah kekasihnya, miliknya. Tapi tidak pernah memperlakukan ku sebagai kekasihnya. Memangilnya pun tidak ada sayang-sayangnya sama sekali. Apa mungkin Pak Aldo adalah pria yang tidak bisa memperlihatkan sisi tanpa pertahanan.


"Sayang lama sekali." rengek ku disamping Pak Aldo. Aku secara naluri ingin memangil Pak Aldo sayang, karena katanya dia kekasihku walaupun dia tidak menembak ku secara normal.


"Ada apa dengan kau?" dia malah bertanya dengan julit, jahat sekali memang.


"Ih...mana permen kapasnya. Lama sekali, sebel deh." Pak Aldo menyodorkan permen kapasnya yang telah jadi kepadaku.


"Nih...nih...kenapa kau bertingkah aneh? aku jadi takut." bukannya menjauh aku malah mengapit lengan Pak Aldo dengan mesra.


"Hehehe....Bapak bilang ingin memangil mu dengan benar kan? aku sudah memanggil mu dengan benar, katanya kau kekasihku."


"Baiklah sayang, sekarang kau mau apa?" ternyata Pak Aldo bisa bersikap manis juga seperti ini.


"Aku mau di cium, disini, sini,sini dan terakhir disini." aku menunjuk, dagu, kening, pipi, dan terakhir bibir.


Pak Aldo dengan secepat kilat langsung mencium semua bagian yang aku inginkan.


aku tersenyum mendapatkan ciuman dari Pak Aldo.


"Yey....di cium cogan."