
"Aduh Om kita sudah membicarakan ini berkali-kali. Justine sudah memenuhi syarat dari Om untuk menjadi keluarga Arthur. Dia bantai semua keluarga ibunya."
Sam memutar bola matanya malas, ia menghela nafas jengah.
"Paman...." Sam menengok ke arah keponakannya, Suara Aileen terdengar lirih.
"Apakah Ayah mencintai Mamah?" Sam terdiam ditempatnya. Sedangkan Aileen menundukkan kepalanya menunggu jawaban dari Om nya itu.
"Aku tidak tahu pasti, hanya Ayahmu yang tau akan hal ini." ia menundukkan kepalanya saat pahanya terasa berat. Ternyata Aileen meletakan kepalanya di pahanya.
"Bisa ceritakan kepadaku, tentang Ayah dan Mamah."
Sam juga seorang Ayah, ia tahu keponakannya ini sedang merindukan orang tuanya. Ia tahu seberapa berat beban yang Aileen pikul sendiri.
Wajah Sam boleh terlihat datar namun tidak dengan gerakan tubuhnya, telapak tangannya dengan lembut mengelus rambut Aileen dengan sayang.
flashback
*Dulu, Tom dikenal dengan Pria yang jenius. Dengan kepintarannya, Tom diangkat menjadi Consigliere di Mafia keluarga kami.
Tom sangat bengis kepada musuhnya dan pengkhianat. Tak tanggung-tanggung dia memberi hukuman sadis kepada musuhnya.
Namun, satu yang patut dicontoh dari diri Tom, dia adalah pria yang kalem jika dihadapkan dengan Wanita. Ia tidak mau berurusan dengan wanita bahkan membunuh pun dia tidak mau. Karena bagaimanapun dia terlahir dari dari rahim seorang wanita.
Tom sangat menjunjung tinggi martabat seorang wanita terlebih seorang wanita yang sudah memiliki anak.
Singkat cerita Tom diam-diam menjalin hubungan asmara dengan musuh bebuyutan keluarga nya yaitu keluar keluarga Cassano.
Tom menjalin hubungan dengan Bella, yang tak lain adalah putri kandung dari Paolo Cassano. Hubungannya di ketahui oleh kedua belah pihak, membuat mereka berdua didesak untuk sama-sama mengakhiri hubungan ini.
Beberapa bulan kemudian, Tom dijodohkan dengan Sarah, anak dari Adam Brian.
"Aku tidak mau. jangan paksa aku." tegas Tom mulai marah karena keluarganya memaksanya agar menikah dengan Sarah. ia tidak mau sungguh hatinya masih milik Bella seorang.
Ya, bagaimana tidak hancur jika keluarga Cassano adalah dalang dibalik keluarga Alexus hancur, mati terbunuh. Hanya ibunya yang masih hidup dan menyimpan dendam kepada keluarga Cassano.
"Menikah dengan Sarah atau hancurkan hati ibumu? pilihan ada ditangan mu." Aston pergi meninggalkan Tom sendirian yang mematung.
Sampai akhirnya Tom memilih ibunya, baginya ibu nya adalah segalanya, dunianya. Ia menikah dengan Sarah.
namun pernikahannya hanya berisikan sebuah kebohongan saja. Mereka tampak seperti orang asing ketika berdua namun akan terlihat seperti pasangan bahagia ketika didepan keluarga.
satu tahun berlalu pernikahan mereka yang tidak ada kemajuannya. Sampai akhirnya Sarah berinisiatif memperbaiki semuanya karena tidak mungkin juga mereka akan seperti ini terus.
Ternyata inisiatif Sarah diterima baik oleh Tom. Lambat laun mereka berdua saling terbuka dan mencintai. Sampai akhirnya Sarah hamil dan Tom melupakan Bella saat itu.
Tom sangat senang sekali saat mengetahui kehamilan istrinya. Tom tidak pernah sekalipun berlaku kasar kepada Sarah, Sarah diperlakukan seperti seorang tuan putri oleh Tom.
Berbulan-bulan kemudian, Sarah melahirkan dengan ditemani Tom yang menemaninya bersalin.
Kebahagiaan bertambah ketika Sarah melahirkan serang Putri yang langsung membuat Tom jatuh cinta untuk beberapa detik saja.
"Cantik sekali kau." puji Tom kepada putri yang berada dalam gendongannya itu. Senyum selalu terukir di bibir tipisnya ketika bersama sang Putri.
"Tom, berikan bayiku kepadaku. Dia haus." ucap lembut Sarah kepada suaminya yang masih terpaku dengan bayi merah itu.
"Dia belum lapar Sarah. Tunggu sebentar." ucap Tom tanpa mengalihkan perhatiannya kepada Sarah.
Sarah mengerutkan dahinya melihat tingkah aneh sang Suami.
"Sepertinya ada tanda-tanda mendua ini." Sarah sudah merasakan ia akan tersaingi dengan putri kecilnya itu yang baru lahir.
lihat saja, baru beberapa jam yang lalu putrinya lahir, ia sudah dilupakan saja.