The Widower'S Charmer

The Widower'S Charmer
Part 5B



Aku duduk menundukkan kepalaku tidak berani mengangkat kepalaku karena didepan ku terdapat seekor serigala penyendiri yang lepas dari gerombolannya.


Serigala itu menatapku dengan intens. Kakinya yang bertumpu di atas pahanya serta tangan yang berada di kedua sisi sofa, auranya yang mencengkram seolah ingin menerkam mangsanya.


siapa yang tidak takut berada di posisi seperti ini? aku bahkan sampai susah untuk mengembuskan nafas.


"Kau pergi dengan dia lagi?"


aku terdiam mulutku tak mau membuka suara. Masih tetap menundukkan kepalaku.


"Sudah berapa kali ak-" aku memotong ucapannya karena muak dia yang selalu mengekang ku seolah aku ini adalah miliknya.


"Kakak apa salahnya aku menjalin hubungan dengan pria lain? kakak saja bisa menikah dengan Kak Oliver kenapa aku tidak? ayolah Kak aku sudah besar apa yang Kakak takutkan? harusnya Kakak bersikap possessive kepada Kak Oliver bukan kepada aku." Rimba menatap adiknya dengan datar.


"Mau bagaimana lagi, kalau kau mengatakan itu baiklah. Kau boleh menjalin hubungan dengannya." Aku menatap Kakak dengan tatapan tak percaya. Melihat Kakak yang berdiri dari duduknya lalu berjalan menghampiriku dan mengacak-acak rambutku dengan mengatakan, "Adik Kakak sudah besar ternyata?"


lalu pergi begitu saja meninggalkan aku, Aku merasa heran dengan sikap Kakak barusan. berbeda sekali.


pikir pusing lebih baik aku pulang. Memikirkan Kak Rimba hanya akan membuat andrenalin ku bergetar saja.


...❣️❣️❣️...



Baru saja aku masuk ke dalam ruangan Pak Carlos, Dia sudah mengejek ku lagi.


"Kau pake celana tidak? kenapa bajumu seperti itu?" aku memutar bola mataku malas. Pak Carlos ini kampungan sekali tidak memiliki fashion memang.


"Kakakku yang paling tampan, ini namanya fashion. Tentu aku pakai celana Kak."


Dia hanya menganggukkan kepalanya lalu mengibaskan tangannya mengusirku namun aku malah duduk di depannya.


"Ada apa?"


"Aku bosen mau jalan-jalan tidak Pak?" Carlos mendongakkan kepalanya, menatap Adik angkatnya dengan satu alis terangkat.


"Kemana?"


"Kemana aja yang penting jalan-jalan."


"Gimana kalau ke rumah Kakak ku, Mona. Mona baru melahirkan loh."


"Wah serius? ayo kesana. nanti bapa kerumah ku ya, jemput aku. Ah, pasti bapa di rumah sendirian kan? Om sama paman ke rumah Kak Mona?"


"kenapa memang? aku kan pria tentu berani aku hidup sendirian."


"Ah begitu. Kakak kenapa belum menikah?"


aku menyangga daguku dan menatap Kak Carlos, "Padahal Kakak tampan,Kaya, baik dan mendekati kata sempurna. Bagaimana kalau Kakak menikah saja dengan ku?"


"Tidak, aku tentu masih waras untuk menikah denganmu. Kau bukan seleraku." Tolaknya cepat membuat aku cemberut dibuatnya. Kak Carlos selalu saja menolak ajakan aku menikah.


"Kenapa? Aku cantik, seksi dan pandai menggoda. bukannya Kakak suka wanita seksi?"


"Iya memang tapi aku lebih suka gadis pendiam tidak seperti kau yang hiperaktif. Bagaimana hubunganmu dengan Aldo?"


"Ah si gila Aldo, dia aneh. Dia mengakui aku kekasihnya padahal aku tidak pernah mendengar dia menyatakan cinta kepadaku. kasihan ya Pak, masih muda, anak dua, duda lagi. Tapi udah stres." Carlos menganggukan kepalanya, jadi begini permasalahannya? memang benar Aldo adalah orang gila yang menyamar di kerumunan antara orang-orang waras.


"Kau yang sabar ya. mungkin Aldo benar-benar tulus menyukaimu. Coba saja."


...❣️❣️❣️...


Hari ini mengajak kekasihku makan siang bersama. Ya walaupun hanya makan di kantin dia terlihat senang, karena aku traktir.


"Aku mau pergi dong nanti malam." pamernya dengan gembira. aku menaikan kedua alisku.


"Sama Kak Carlos. Mau jenggukin anak Kak Mona yang baru melahirkan anaknya. Mau jalan-jalan sama Kak Carlos udah lama engak jalan-jalan sama Kak Carlos." aku mengangguk, untuk Carlos dia boleh menempel namun dengan pria lain tidak akan ia izinkan.


ia memesan makanan banyak sekali, katanya mumpung di traktir bos. Aku hanya tersenyum mendengarnya. setelah selesai makan kami masih di kantin dan mengobrol.


"Aku boleh main ke rumah kamu?"


"Boleh. Kapan?"


"Belum tahu, nanti aku kabarin. aku mau ajak kamu jalan."


"jalan kemana? aku suka ke pasar malam, kalo bisa ke sana ya Pak. Dulu sama Kak Nathan aku sering ke sana tapi Kak Nathan udah nikah jadi jarang kesana berduaan." aku mengangguk baru saja aku akan bertanya dia mau pergi kemana? ternyata sudah meminta ke pasar malam. bagus lah.


"Oke nanti aku cari pasar malamnya."


"Arion sama Azura apa kabar? Arion udah sembuh?"


"Arion udah mendingan, dia rajin minum obat."


"Kapan-kapan bawa mereka ke sini ya Pak, bilangin ke mereka Mamahnya kangen."


aku tersenyum, mendengarnya dia menyembur dirinya sendiri Mamah membuat hatiku menghangat.


beruntung sekali kedua anaknya.



...😊😊😊...