The Widower'S Charmer

The Widower'S Charmer
Part 8 {Wanita Penggoda}



Aileen memasuki kantor tempatnya bekerja dengan anggun mengandeng lengan Kekasihnya itu dengan mesra.


Entah kenapa aura yang terpancar dari diri Aileen begitu kuat hingga para lelaki yang ia lewati secara sepontan akan berhenti demi menatap kagum ke arah dirinya.


aku menengok ke arah segerombolan beberapa pemuda tampan, karyawan Aldo. Aku mengedipkan sebelah mataku dan mengigit bibirku dengan sensual. membuat beberapa dari mereka memegang dadanya yang berdetak dengan kencang.


aku dengan cepat menengok ke arah kekasihku secara bersamaan kami menengok bersama. aku tersenyum manis kepadanya.


"Apa aku aneh?" tanyaku kepadanya.


"Tidak. Kau cantik apalagi dengan riasan wajahmu dan sikap penggoda mu kepada pria-pria tadi." jawab Aldo dengan geram membuat aku mengerucutkan bibirku dan menhentak-hentakan kakiku kesal.


"ih...sebel...sebel..."


"Tumben sekali kau berdandan. apa ada acara penting?"


"Tidak ada. aku hanya ingin."


"Jangan pakai riasan lagi saat bekerja." aku mengangguk paham. Dan kita berpisah ketika sudah berada di lantai tempatku bekerja.


sebelum berpisah aku mencium pipi Aldo terlebih dahulu. Lalu keluar dan mulai bekerja.


lelah seharian ini bekerja dan ikut serta dalam rapat pimpinan perusahaan, serta memantau perkembangan bisnis membuat aku lelah sekali.


Perusahaan akan meluncurkan mobil keluaran terbaru dan mereka sedang merancang desain mobil tersebut.


Mobil yang akan di luncurkan hanya beberapa saja yang di buat. paling hanya 5-6 di dunia ini. Makannya ini akan menjadi rencana besar perusahaan.


Dan jika Mobil itu dijual dengan nilai tinggi maka Aldo tak segan-segan membawa seluruh karyawannya untuk berlibur secara gratis. Itulah janjinya.


Setiap tahunya di perusahaan ini di adakan lomba membuat sketsa mobil. yang terbaik akan mendapatkan hadiah fantastik serta royalti penjualan mobil.


jadi maka itu para remaja-remaja sangat berminat bekerja di perusahaan Aldo, karena peraturan dan permainan perusahaan Aldo sangat membuat mereka untung jika beruntung.


"Sini Mama." teriak Arka yang ternyata berada di ruang keluarga. aku berjalan menghampirinya.


"Kenapa kakimu?" tanyaku dengan heran. Arka, Alex dan Lisa sedang duduk bersama dengan memakan beberapa camilan.


aku ikut duduk bersama mereka dan meminum air yang di sediakan.


"Arka jatuh, sakit sekali rasanya Mamah. Tadi kak Nathan dan Kak Ara yang mengobati Kaki Arka." ucap Arka dengan sedih. aku hanya menganggukan kepalaku mendengarkan cerita Arka.


"Hai Lisa. bagaimana kandungan mu?" tanyaku kepada Lisa yang melihat interaksi ku bersama dengan Arka tadi.


"Baik. Bayiku tumbuh dengan sehat."


"Apa Arka menyusahkan mu?"


"Tidak. Malah aku senang dengan adanya Arka disini, dia menemaniku saat Alex pergi bekerja "


"Alex aku ingin baju dari brand mu." aku menatap Alex dengan tatapan memelas.


Alex hanya mendengus sebal dibuatnya, "Istriku saja tidak pernah meminta pakaian dari brand milikku."


"Ih...kenapa sekarang kau pelit sekali kepadaku?" tanyaku dengan kesal. aku melihat Alex yang menarik tangan Lisa agar pergi. aku tersenyum melihatnya.


Alex sudah sedikit membuka hatinya kepada Lisa membuat aku senang dibuatnya. Alex tidak hanya bertanggung jawab kepada janin yang dikandung oleh Lisa namun Alex juga bertanggung jawab atas perasaan yang Lisa alami.


"Ayo Arka kita pulang." aku mengendong Arka didepan dada seperti koala. aku memukul bokong Arka dengan sedikit keras.


"Akh...sakit Mamah." ringisnya kesakitan saat aku memukul pantatnya.


"Makannya jangan suka lari-lari. Sekarang berdarah kan? sakit tidak? pasti sakit kan. Sudah berapa kali Mamah bilang jangan lari-lari tetap saja bandel."


sepanjang jalan aku selalu saja mengoceh kepada Arka. Arka diam saja sedari tadi, Arka sempat menjawab namun aku malah semakin marah kepadanya membuat nyalinya menciut dibuatnya.