The Widower'S Charmer

The Widower'S Charmer
Part 13 D



Ravi mencekik leherku dari belakang, aku menahan lengannya. ku alihkan pandanganku ke depan. Dimana pertempuran sedang terjadi.


"Kau brengsek, mati saja sialan." makiku kepada Ravi.


"Akh..." teriakku lalu membanting tubuh Ravi dari lantai atas ke bawah.


brak....


...***...


Aldo dan Carlos menghentikan langkah kakinya saat mobil didepannya remuk karena seorang pria yang terjatuh dari atas. Serpihan kaca bahkan mengenai pipi mereka berdua.


Mereka berdua mematung melihat pemandangan didepannya itu.


Perkelahian yang awalnya panas sekarang menjadi sunyi, semua pasang mata menatap ke arah mobil yang hancur itu dengan tatapan yang sulit diartikan.


Rimba, Izana dan Claude yang belum memulai apa-apa menengok kearah suara benda jatuh tadi. Mereka bertiga menatap datar mobil mewah Izana yang hancur itu.


Sontak mereka semua mendongakkan kepalanya ke atas, menatap ke arah sumber dari tragedi.


Seorang wanita yang menatap tajam ke arah bawah dengan nafas yang kembang-kempis serta wajah angkuhnya yang berdiri tegak di atas balkon markas Black Dragon.


...***...


Ku tatap tajam orang-orang dibawah disana, menunjukkan wajah angkuh dengan membuktikan bahwa aku sudah memenangkan pertarungan ini.


Sampai salah satu dari anggota ku berteriak karena memang, "VALHALLA MENANG."


sorak gembira terdengar jelas didalam telinga, membuat dia menyunggingkan senyum sinis lalu beralih menatap ke arah 3 pria psychopat itu.


Ia menunjuk matanya dan menunjuk mata Izana serta memberikan senyum remehnya. Izana balik menatapnya dengan senyum tipis seolah tidak masalah dengan kekalahannya ini.


lalu ia beralih menatap ke arah bawah, dimana tubuh Ravi ia banting dari atas dan terjatuh di atas badan mobil.


Matanya menangkap wajah pria yang mengisi hatinya itu sedang menatapnya dengan tak percaya bersama dengan kakak angkatnya.


Ia menyangga dagunya dengan telapak tanganya lalu tersenyum manis kepada Aldo, "Sayang, naiklah. Bantu aku membawa Arka!!!"


...***...


Aldo tersadar dari lamunannya, Ia segera berlari bersama dengan Carlos menuju ruangan yang Aileen maksud.


Sungguh ia tidak pernah tahu jika kekasihnya juga akan ikut andil dalam bisnis gelap keluarganya. Ditambah ia baru tahu jika Aileen juga memegang jabatan penting Di Valhalla.


"Carlos, bawa Arka ke rumah sakit. aku akan mencari Aileen."


"Ya." Carlos dengan cepat mengendong Arka dan membawanya ke bawah.


Ia berjalan menuju balkon Kamar dan menemukan Kekasihnya dengan keadaan yang tidak bisa dikatakan baik. Baju yang sobek sana-sani dan wajah yang babak belur entah mengapa malah terlihat menggoda dimatanya.


Saat Aileen berjalan ke arahnya, tubuhnya oleng dan hampir jatuh, dengan cepat ia menangkapnya sebelum mencium lantai.


"Kau baik?" tanyaku dengan pelan.


"Entahlah, aku mengantuk." lalu tak ada suara lagi, Dia benar-benar tertidur.


Aku menggendongnya dan membawanya turun ke bawah. Namun belum sempat aku keluar dari dalam markas. Aku sudah dihadang dengan 3 Psychopat sekaligus pemimpin Organisasi.


"Wah, bajingan. Berani sekali kau menyentuhnya." maki Seorang pria yang ku ketahui bernama Claude dengan nada marah.


aku hanya menggedikan bahu acuh, aku tersentak saat tubuh kekasihku direbut paksa oleh Rimba membuat Aileen seketika terbangun.


"Kakak..." gumamnya, Rimba mengelus rambut adiknya dengan sayang, membuat Aileen melingkarkan kakinya di pinggang sang kakak dan mengalungkan lengannya di leher Rimba.


"Tidurlah." tak ada jawaban dari Aileen.


"Ah, ternyata kau kekasihnya." Aldo mengalihkan perhatiannya kepada Izana yang menyandarkan tubuhnya di samping pintu.


"Kau menyukai kekasihku? ah tidak, lebih tepatnya kalian berdua bukan?" tanyaku dengan senyum miring.


Mereka berdua hanya menatapku dengan datar. Sudah ku tebak, tidak ada pria manapun yang mampu menolak pesona Aileen, termasuk dirinya juga.


...***...


Didalam Mobil, perjalanan menuju rumah sakit dimana Arka dilarikan oleh Carlos dan Nathan. Aku duduk dengan memangku adik kesayanganku yang tertidur dengan pulas.


Satu tanganku memegang punggungnya, tangan kananku mengelus daguku. Ku alihkan pandanganku ke arah samping, melihat gelapnya malam dan sepinya jalanan yang kami lewati.


Kembalinya keturunan Pamanya Tom, membawa kebangkitan Valhalla saat ini. Sebelumnya Valhalla mengalami perpecahan namun sejak direkrutnya Aileen yang adalah keturunan dari Tom semuanya kembali berjalan dengan lancar dan terkendali.


Bahkan dia berhasil mengalahkan Black dragon. Bagaimanapun Valhalla selalu lebih unggul dari organisasi lainnya.


Hasil didikan Rimba kepada Aileen tidak sia-sia. Ia mengalihkan pandangannya ke bawah, menatap adik kecilnya itu dengan tajam. Merapikan rambut sang adik yang berantakan, lalu menundukkan kepalanya dan menarik wajah adiknya agar mendekat ke arahnya.


mengecup dahi adiknya dengan sayang sebelum melepaskannya.