
Disaat usiaku menginjak usia 11 tahun, setelah insiden perselingkuhan ayahnya itu aku menjadi lebih pendiam. aku sering diajak pergi oleh kak Rimba untuk belajar bela diri. aku menatap kedepan ke arah seekor anjing kesayangan Tante Bella, aku mengurung anjing itu kedalam kurungan kecil dan sempit yang tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya yang besar.
ku ambil satu persatu pisau kecil yang aku dapatkan dari kak Rimba. Dengan pandangan yang kosong aku melempar pisau ke tubuh anjing yang tak bersalah itu. satu lolongan keras dan panjang terdengar ditelinga ku serasa bahwa lolongan itu mengatakan bahwa dia menyukai perbuatanku ini.
"Haahahahahah.....kau suka itu anjing kecil? akan aku berikan lagi!" aku menggambil lagi pisau kecil dan melemparkannya lagi ke tubuh anjing itu. anjing itu terus menggonggong kesakitan namun aku tidak mengindahkannya aku terus melemparkannya pisau walaupun kadang melesat dari lemparan ku.
"APA YANG KAU LAKUKAN AILEEN?"
"KAU MEMBUNUH ANJINGKU." mendengar suara teriakan seorang wanita membuat aku mengalihkan pandanganku belum sempat aku menengok tubuhku sudah terdorong dari belakang dengan kuat membuat aku terjatuh.
aku jatuh terduduk dan menatap kosong wanita yang mengguncang tubuh lemas anjing itu. Aku menatapnya dengan datar.
"Amon....kau....jangan mati Amon...hiks....:wanita itu yang tak lain dan tak bukan adalah Bella. Tante bella menangis sambil memeluk anjingnya yang berlumuran darah.
"BELLA, AILEEN APA YANG TERJADI?" aku menengok ke samping dan menemukan ayah berlari ke arahku. dia menggendongku didepan dadanya, aku hanya menyandarkan tubuhku di bahunya.
"Bella sebentar, aku bawa Aileen kedalam dulu." bella hanya terdiam bahkan ia sudah menangis sesenggukan dengan memeluk anjing
kesayangannya.
Sedangkan Aileen yang dibawa oleh ayahnya yang tidak tahu ini kamar siapa? ia mengitari kamar itu hingga ia terpaku kepada sebuah bingkai foto keluarga yang berisikan foto ayahnya, Tante Bella dan Justine.
ia berdiri dan menatap foto itu lama sampai akhirnya ia lelah berdiri terus ia duduk dibawah dengan bersandar pada ranjang, matanya menemukan bingkai kembali. ia menatap foto itu lekat.
sedangkan Tom dan Bella baru selesai mengubur anjing milik Bella. Tom mengusap bahu Bella, "Tak apa nanti aku janji akan belikan kau anjing seperti Amon." Bella hanya menganggukan kepalanya.
BUK......
kedua mata Tom dan Bella melotot tak percaya dengan apa yang mereka barusan. Tom berjalan dengan bergetar mendekati suara jatuh yang tiba-tiba jatuh didepannya.
ia mengganggkat kepala seseorang, ia merasakan tangganya basah namun ia tidak perduli. Ia mendekap hangat tubuh lemas itu kedalam pelukannya, Tom bahkan tarus memangku tubuh wanita yang sangat disayanginya setengah mati itu.
"Kenapa kau lakukan ini sayang? apa yang kau pikirkan hiks.....' raung sedih seorang ayah yang melihat putrinya depresi.
Tubuh Bella bergetar, ia tak kuasa menahan isak tangis air matanya. ia menangis tersedu-sedu melihat putri tirinya bisa begini padahal mendengar cerita dari suaminya kalau Aileen adalah anak yang ceria dan ramah namun kenapa malah bisa seperti ini? semenjak kehadirannya aileen semakin berubah bahkan suaminya sampai tak mengenalinya.
ia merasa sangat bersalah karena telah merenggut kebahagiaan dari seorang anak yang tidak bersalah.