The Widower'S Charmer

The Widower'S Charmer
Part 6 A {Mencari Tahu Rasa Sebenarnya."



Situasi macam apa ini? kenapa tiba-tiba seluruh keluarga Om Sam ke rumahku semua di pagi hari. Bahkan mereka sudah heboh dengan membawa makan pagi ke rumahku.


mereka asik berbincang-bincang, mengobrol tentang ini dan itu. Aku hanya diam menyuapi Arka.


"Justine makan dong." ucap Tante Nathalie kepada Justine yang hanya diam.


aku menengok ke arah Justine, "Ayo makan Justine, nanti kakak antar kamu ke sekolah." Justine langsung makan.


aku melihat bagaimana anehnya Alex dan Lisa. Mereka hanya saling diam dan fokus pada makanan. mau bagaimanapun sebentar lagi mereka akan menikah, Lisa juga sudah tinggal bersama dengan keluarga Arthur.


namun sepertinya Alex belum menerima Lisa dengan sepenuh hati. biarlah aku tidak akan ikut campur tentang masalah Alex dan Lisa.


"Kak Ara sebentar lagi mau melahirkan. Berarti sudah cuti kerja kan?" tanyaku kepada Kak Ara yang berada di sampingku. Aku secara mendadak mendapatkan kecupan singkat di pipiku oleh Kak Rimba.


"Sudah lama Kakak cuti kerja. Perkiraan dokter sih sekitar 1 Minggu an lagi melahirkan tapi siapa tahu maju atau mundur kan?" aku mengangguk menyetujui ucapannya.


"Aku mau punya keponakan, nanti mereka harus panggil aku Mamah pokoknya."


"Dih...apaan yang buat siapa yang jadi orang tua siapa." jawab julit Kak Nathan yang duduk di sebelah Kak Ara.


"Kakak engak inget apa yang aku bilang waktu Kakak di rawat di rumah sakit?"


"Ingat. Kakak udah siapin mental buat nemenin istri tercintaku ini melahirkan." aku rasa mual sekali melihat betapa romantisnya Kak Nathan dan Kak Ara yang menempelkan hidung mereka di depanku.


"Iri ya?" tanya Om Sam kepadaku.


"Dih apa loh Om ini. Aku engak iri. Ngapain kalian disini?"


"Loh sebentar lagi kan Alex mau nikah, jadi kita akan pergi mulai nanti malam ke pulau pribadi Om. Kau ingat rumah milik Om yang berada di pulau itu?" aku menganggukan kepalaku.


"Pernikahan Alex akan di selenggarakan di sana." aku mengangguk lagi, memang rumah itu yang selalu menjadi tempat berkumpulnya para keluarga besar Arthur.


"Lagian semua sudah berada disana. Nenek dan Kakek sudah berada di sana."


"Nenek dan Kakek? sepupu-sepupuku?"


"Mereka juga sudah berada disana untuk merancang desain pernikahan, Mona sudah atur semua itu."


aku menganggukan kepalaku lagi.


...❣️❣️❣️...


Aku berlari menuju ke arah meja pak Aldo, seharusnya aku sudah pulang tapi karena ingin memberikan salam perpisahan kepada Pak Aldo aku jadi ke ruangannya.


"Aku mau ucapin selamat perpisahan sama Bapak."


Pak Aldo malah berdecak kesal, "Kau hanya pergi selama 3 hari, tidak perlu lebay. lagian nanti aku akan menyusul kesana."


aku menggerutu kesal, niatku ingin menggoda pak Aldo gagal karena pak Aldo yang sangat peka.


"Ih...engak jadi. Bapak engak romantis." ucapku dengan kesal. aku mengikuti pak Aldo yang menuntun ku ke arah meja kerjanya.


pak Aldo mendudukkan ku di atas meja sedangkan dia mengurungku dengan lengan berotot miliknya.


"Aku suka otot-otot yang terbentuk di tubuh Bapak." puji ku kepadanya membuat aku tersenyum.


aku menyentuh lengannya dengan pelan sampai ke arah perutnya yang keras, "Aku tidak tahu entah mengapa aku selalu merasa detak jantungku berdetak dengan cepat ketika bersama bapak."


"Aku berniat pergi ke dokter tapi tidak jadi. mengingat sepupuku adalah dokter jantung jadi aku akan Konsultasi dengannya saja. Menurut bapa apakah aku sakit parah?"


tanyaku dengan serius, "Itu serius, aku juga pernah mengalami itu." jawabnya dengan serius juga.


"Wah apa obatnya Pak?" tanyaku dengan girang.


"Kau pergi ke dokter dulu dan berikan keluh kesah mu nanti dokter akan tahu apa penyakit mu sebenarnya dan akan memberikan mu resep obat."


aku mengangguk paham mendengar perkataan pak Aldo. berarti penyakit ku ini bisa disembuhkan.


❣️❣️❣️



aku turun dengan mengunakan dress dan membuat semua keluarga Arthur memandang ke arahku dengan malas.


"Cepatlah nanti kita telat." desak Kak Nathan menyeret ku agar berjalan dengan cepat.


"Sekarang pembagian mobil. Ayah dan Mamah akan bersama dengan Nathan dan Ara. Rimba dan Violet bersama dengan Aileen, Arka dan Justine. Alex berdua bersama dengan Lisa."


"APA? AKU INGIN BERSAMA DENGAN AILEEN." teriak Alex yang tidak terima hanya berduaan saja dengan Lisa.


aku mengapit lengan Kak Rimba dengan kuat, "Aku tidak mau dengan mu. Aku mau dengan Kak Rimba."


aku menyeret Kak Rimba agar cepat berangkat. tidak perduli dengan tatapan membunuh Alex kepadaku.