
Karena Tamu Alex dan Lisa sangat banyak dan banyak anak muda yang datang, dari kalangan biasa, menengah ataupun atas yang Alex dan Lisa kenal mereka undang semua.
Bahkan aku bisa melihat banyak orang-orang penting, dari pejabat, pengusaha atau bahkan artis dan model.
banyak dari mereka para remaja yang memiliki pasangan berpindah ke pantai bersama pasangan mereka. Duduk mengobrol atau bahkan bermesraan.
Aku dan Pak Aldo berjalan-jalan santai. Aku melepas sepatu ku dan membawanya.
"Kau tahu? aku tidak tahu kenapa hatiku begitu bahagia saat bersama dengan mu." ucapku dengan menatap lurus ke arah depan.
"Apa kau sudah berkonsultasi kepada dokter?"
aku tertawa dan menggelengkan kepala ku.
"Belum ku lakukan. Aku pikir obatnya bisa ku temukan sendiri tanpa bantuan dokter."
"Bagaimana caranya?"
"Aku juga tidak tahu bagaimana cara yang pasti. Tapi aku memiliki keinginan untuk ini." aku mengandeng tangan Pak Aldo dan menariknya ke arah dermaga.
Mengajaknya menaiki kapal, menikmati sejuknya angin laut dan keindahan langit malam.
Aku dan Pak Aldo naik ke atas kapal yang salah satu aset milik keluarga Arthur.
Aku berdiri bersama dengan Pak Aldo, menikmati sejuknya angin malam yang dingin.
"Aku tidak tahu harus memulai dari mana. Tapi aku harus melakukan ini." Aku menyandarkan kepalaku di tangan kananku.
Pak Aldo menatapku dengan diam, dilihat dari sini pak Aldo terlihat semakin tampan.
Aku menatap pak Aldo dengan senyum manis, "Aku menyukai seorang pria, pria itu memiliki seorang Putra dan Putri kembar. Awalnya aku hanya jatuh cinta kepada putra dan putrinya namun siapa sangka? ternyata aku menyukai Ayah mereka." aku menyunggingkan senyumku, "Apa bapak tahu siapa Ayah dari anak yang aku akui sebagai Putra dan Putri kandungku itu?"
"Siapa?"
"Namanya Aldo Hardin Scoot. Menurut bapak apakah aku menyatakan cintaku?" Pak Aldo menurunkan tubuhnya tangannya mengengam satu sama lain. Matanya menatap ke arah laut yang terlihat biru gelap.
"Jika kau sudah memantapkan hati mu untuk di miliki olehnya, akui saja. nyatakan cintamu dan buat sesuatu menjadi saksi." aku tersenyum mendengar jawabannya yang pintar.
"Baiklah, Di bawah bulan dan langit, di atas laut dan tanah Apakah pria didepan ku ini yang tak lain dan tak bukan adalah Aldo Hardin Scoot. Maukah kau menjadi Suamiku? Jawablah aku didepan 4 elemen yang aku sebutkan ini, Bulan, langit, laut dan Tanah." Ku lihat Pak Aldo tersenyum saat aku menyatakan perasaanku. Aku dapat melihat pak Aldo tersenyum walaupun matanya menatap ke arah depan.
Lalu Pak Aldo menundukkan kepalanya dan menengok ke arahku, "Apakah ini lamaran untukku?" tanyanya dengan wajah yang terlihat bahagia.
"Sepertinya iya, menurutmu?" tanyaku balik kepadanya.
"Ya. Aku mau menikah dengan mu." mendengar jawabannya aku tersenyum merekah, bahkan gigiku sampai kelihatan di buatnya.
aku dan dia sama-sama tertawa bahagia. Kami menatap ke arah depan kembali.
"Aku sudah merencanakan ini sedari lama. Aku ingin menyatakan perasaan ku di bawah cahaya bulan. Dengan saksi cinta bulan, langit, Laut dan Tanah. Sekarang aku melakukan impian ku ini. Terima kasih telah menerimaku." aku menatap Aldo dengan tatapan yang terharu.
Melangkah mendekat ke arah Aldo, lalu aku memeluknya dengan hangat. Kami sama-sama terdiam menikmati hangatnya tubuh kami masing-masing.
"Kita resmi menjadi sepasang kekasih. Apakah kau tidak ingin memperkenalkan ku kepada orang tua mu?" tanyaku dengan mengangkat kepalaku.
"Aku akan segera membawamu ke hadapan orang tuamu. namun sebelum itu bawa aku ke hadapan keluarga mu dahulu agar aku bisa lebih cepat menikah denganmu." aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku.
dan kembali memeluk tubuhnya yang terasa nyaman untukku bersandar.
"Aku romantis kan melamar mu di atas kapal? apalagi langit terlihat indah dan mendukung rencana ku ini."
"Iya. Aku bahkan tidak tahu kau punya sisi romantis seperti ini. Kau menyiapkan semua ini?"
"Ya. Aku sudah menyiapkan makan malam bersama dengan mu disini. Perayaan lamaran ku kepadamu." Aku merogoh ke arah kantong di gaun ku.
lalu aku mengeluarkan satu pasang cincin kepada Aldo, aku berikan kepadanya.
"Pakaikan kepadaku." Aldo mengambilnya lalu memakaikannya kepada kekasihnya ini.
dalam pikiran Aldo sangat tidak menyangka akan mendapat kejutan seperti ini. Semua di siapkan oleh pihak perempuan bahkan cincin sudah Aileen siapkan dengan matang.
Melamarnya di atas kapal mewah, memberi cincin sebagai bukti tunangan. Sungguh bukannya harusnya Aldo yang melakukan ini bukan Aileen? namun Aileen yang orangnya romantis melakukan ini dan membuat semuanya terbalik di buatnya.
Tapi sungguh Aldo sangat-sanggat bahagia hanya karena ini. Ini artinya Aileen sangat mencintai dirinya bukan? Terbukti Aileen rela melakukan ini semua demi dirinya.
Aldo mencium punggung tangan Aileen dan mencium dahi Aileen dengan lembut.
"Terima kasih. aku sungguh bahagia malam ini dengan mu."
"Kata orang kau adalah seorang Duda yang sulit di tahklukkan oleh para wanita. Sekarang aku membuktikan bahwa kau adalah manusia yang juga bisa di tahklukkan di tangan orang yang tepat. Mungkin aku akan mendapatkan julukan setelah ini."
"WANITA PEMIKAT SANG DUDA, Mungkin." Aldo hanya tersenyum menanggapi ucapannya.
akhirnya mereka makan malam berdua dengan romantis. Obrolan dan candaan menjadi teman bagi pembicaraan mereka.
saling menceritakan diri sendiri satu sama lain dan mengatakan keluh kesah antara satu sama lain. Membuat mereka berdua saling terbuka dalam menjalani hubungan mereka ini.
Keseriusan sangat tergambar di wajah Aldo. Dia sangat serius menjalin hubungan dengan Aileen.
Aileen yang bahagia mendapatkan pujaan hatinya yang telah lama ia dambakan akan datang. Sekarang telah didepan matanya.
Memahami satu sama lain dan saling mengerti satu sama lain.
Hanya karena kedua anak kembar dari Aldo mampu membuat mereka berdua merasakan cinta karena perantara anak kecil.
Awalnya Aldo yang memaksa Aileen menjadi kekasihnya dan sekarang Aileen lah yang melamar Aldo. Sebuah kekuatan besar bagi Aldo dan akan menjadi kenangan untuknya.