
Aileen memutuskan kontak mata yang baru mereka lakukan.
ia menghembuskan nafas begitupun dengan Alex yang sama-sama mengembuskan nafas. Mereka berempat memasuki restoran dan Alex langsung memesan makanan sedangkan Aileen, Arka dan Lisa mencari tempat duduk.
Arka duduk disebelah Aileen, ia masih memainkan ponselnya. Aileen tersenyum kepada Lisa, Lia pun membalas senyuman Aileen.
"Sudah berapa lama dengan Alex?" tanyaku sedikit basa-basi dengannya, tidak mungkin juga kan aku mendiaminya walaupun Lisa terlihat memang anak pendiam, nanti dikiranya aku engak suka sama Lisa terus engak setuju Alex menjalin hubungan dengan Lisa.
"Belum lama, baru dua bulan."
"Enak kan jadi pacarnya Alex, tampan dan kaya raya. Dijamin hidup kamu enak deh nanti kalo semisal jodoh sampai menikah." Lisa tersenyum mendengar penuturan ku, benarkan Lisa tidak akan berbicara jika tidak ada yang memulai terlebih dahulu.
"Kalian bakal melanjutkan ke jenjang yang lebih serius bukan?" tanyaku dengan hati-hati. Lisa tampak berpikir namun akhirnya menganggukkan kepalanya.
"iya doakan saja ya."
"Itu pasti, aku juga kasihan melihat Alex yang jomblo terus malah aku yang jadi korbannya selalu diajak kesana-sini sebagai pasangannya, tapi aku seneng akhirnya Alex punya pacar juga. Cantik lagi pacarnya." Lisa tersenyum malu.
"Terima kasih, Alex juga sering menceritakan tentangmu." aku menaikan satu alisku, wah bahaya nih nanti Alex malah buka kartuku kan nanti harga diriku bisa turun ini mah.
"Jangan diambil perasaan ya kalau Alex ngomong kasar, dia emang suka gitu engak bisa konntrol emosi orangnya." Lisa mengangguk, lalu Alex datang dan duduk disebelah Lisa.
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Alex dengan curiga saat tadi ia melihat kedua wanita ini tampak berbicara namun saat ia kembali malah mereka berdua diam.
Lisa dan Aileen menggelengkan kepalanya membuat Alex tambah curiga, "Kalian membicarakan ku?"
"Dih, siapa juga yang membicarakan mu. iya engak Lis?" Lisa menganggukan kepalanya.
"Iya, engak kok."
"Kamu hati-hati jangan terlalu sering bergaul dengannya nanti kamu tertular gila." nasehat Alex kepada Lisa yang langsung disambut dengan lemparan kotak tidur ke wajahnya.
"Aduh..." Alex mengaduh kesakitan saat kotak tisu itu mengenai hidungnya yang mancung.
"Rasain tuh, yang gila itu kau bukan aku. Aku mah waras." Aileen mencebikkan bibirnya didepan Alex.
Pesanan yang mereka tunggu akhirnya datang juga, Aileen yang memang lapar langsung makan begitupun dengan Arka.
mereka makan dengan tenang tanpa ada yang membuka suara hingga selesai makan mereka langsung pulang. Alex dengan Lisa sedangkan Aileen bersama Arka yang memang membawa mobil sendiri, sayangkan punya mobil engak dipakai.
"Arka tadi main engak sama Kak Thomas?" saat ini mereka sedang berada didalam mobil menuju rumah.
"Main Mah, kenapa memangnya?"
"Enggak papa cuman nanya. Nanti kalo Kak Tom main ke rumah Arka tawarin Kak Tom makan ya? kasihan kan Kak Tom udah nemenin Arka main masa engak dikasih jajan sih." Thomas adalah tetangganya dirumah. Usianya hanya terpaut 1 tahun dengan Arka tentunya lebih tua Thomas daripada Arka.
Hanya Thomas yang kau berteman dengan Arka di lingkungan rumahnya bahkan tak segan Thomas membawa Arka jalan-jalan atau mengajak Arka bermain dengan teman sekolah Thomas, tentunya Arka selalu dalam pengawasan Thomas.
Thomas anak yang baik, Aileen tahu itu. Makanya Aileen suka saat Thomas bersama dengan Arka.
"Gitu ya Mah? nanti kalo Kak Thomas main Arka kasih jajan Arka."
"Bagus. sudah sampai. Naik ke atas cuci muka, cuci tangan sama kaki + sikat gigi, lalu tidur. Mamah mau taruh belanjaan dulu." Arka mengangguk dan segera naik ke atas diikuti oleh Aileen di belakangnya yang membawa barang belanjaan.
Aileen membuka pintu kamarnya dan menaruh belanjaan diatas kasurnya lalu membuka semua belanjaan miliknya dan memasukannya kedalam lemari miliknya dan milik Arka.
Aileen salah satu orang shopaholic, dia bahkan mempunyai Wardrobe yang sangat besar. Karena memang rumah peninggalan kedua orang tuanya sangat besar untuk ditinggali oleh dua orang saja.
Sengaja ia membuat lemari yang besar dan banyak karena ia suka mengoleksi pakaian dan jika pakaian lamanya sudah tidak terpakai akan ia kasihkan kepada orang yang membutuhkan daripada dibuang kan sayang, masih bagus-bagus karena ia merawat pakaiannya dengan benar.
Aileen mengambil hanger dan meletakan pakaiannya pada gantungan lemari. Jika ditatap Pakaiannya memanglah banyak dan bagus-bagus, seleranya memang unik.
namun jika rumah terkadang ia memakai kemeja dan terkadang crop top saat keluar rumah dilapisi dengan kemeja yang besar. Tentunya pakaian seperti itulah yang membuat Alex marah saat Aileen memakai pakaian kurang bahan.
Aileen juga mengoleksi beberapa gaun yang bagus-bagus. Tak lupa dengan accesories nya yang selalu ia pakai, seperti jam tangan, kalung, gelang, cincin, ating-anting, sepatu, tas, topi, slayer dan banyak lagi. Membuat ia terlihat fashionista sekali.
***
"Ekhm-ekhm..." Carlos berdehem membuat Aileen mengalihkan perhatiannya kepada Carlos. Saat ini mereka sedang berada didalam lift menuju ruang rapat.
"Kau serius memakai pakaian seperti itu?" ku tunjuk bajunya yang agak terlihat aneh, ya memang ia selalu memakai pakaian yang unik namun sekarang aku tidak tahu lagi bentuk pakaiannya seperti apa?.
"Ini bagus, aku terlihat seperti ice girl bukan?" ya memang benar pakaian yang Aileen pakai memang seperti pakaian kantor, namun menurut ku sangat berlebihan bukan pakaian seperti ini.
"Kau mau tobat?"
"Iya aku lelah jadi wanita penggoda pengin coba jadi ice gi- Wah...gila tampan sekali dia." Carlos mengusap wajahnya, tadi bilangnya mau menjadi ice girl, tapi baru beberapa menit yang lalu ia mengatakannya ia sudah tergoda kembali dengan lelaki tampan yang barusan lewat.
"Ah, susah sekali menjadi ice girl. Lebih mudah menggoda pria tampan dari pada cuek kepada pria tampan." Aileen mendesah kecewa, rencananya ingin tobat tidak bisa ia laksanakan dengan lancar jika matanya saja masih jelalatan.
"Sudahlah tidak perlu banyak gaya kau, kau tobat beribu-ribu kali pun kau tidak akan sangup menjalankannya. Sudah ribuan kali kau mengatakannya namun sampai sekarang pun kau tidak berubah malah bertambah parah."
Aileen hanya terdiam sambil terkekeh mendengar penuturan Carlos barusan, ia melingkarkan tangannya di lengan Carlos dan menggandengnya keluar dari dalam ruangan.
"Kalau Kakak engak nakal aku pasti mau sama Kakak." ucapnya yang terdengar serius.
"Sayangnya aku memang tidak mau denganmu dan tidak pernah tertarik denganmu." terkadang ia heran kepada Aileen, Aileen serius mengatakannya atau tidak? tapi ia yakin Aileen hanya ingin membantunya agar cepat menikah ataukah Aileen memang tertarik kepadanya?.
kali ini rapat diadakan dengan pengacara perusahaan Bullet Farmers yang akan menjalin hubungan kerja sama dengan Green Land.
***
Aldo berjalan menuju ruangan Carlos, tadi ia meminta Carlos yang ikut rapat dengan pengacara calon perusahaannya akan menjalin kerja sama.
belum sampai ia di ruangan Carlos, ia sudah melihat Carlos dengan seorang wanita bergaun putih berjalan beriringan.
"Carlos..." panggilnya sedikit berteriak, Carlos dan wanita itu berbalik. Ia terpaku ditempatnya saat melihat wanita yang memaki gaun putih itu ternyata Aileen.
sangat cantik.
"Selamat Aldo, mereka setuju menjalin kerja sama denganmu." Carlos menjabat tangan Aldo namun Aldo sepertinya masih tidak sadar.
Carlos mengikuti arah pandangan Aldo yang tertuju kepada sekretarisnya Aileen. Carlos hanya menatapnya dengan pandangan malas, kenapa Aldo bisa terkesima seperti itu? padahal dirinya malah menatap Aileen aneh.
Aileen hanya diam tapi kenapa Aldo menatapnya seperti menatap bidadari yang turun dari surga. Menyebalkan, ia tidak suka saat adiknya ditatap penuh puja oleh pria lain.
"Matanya biasa aja dong, ini adek gue." pekik Carlos membuat Aldo sadar dan menatap Carlos datar. Dalam hati ia menyumpah serapah Carlos yang menganggu imajinasi indahnya.
"Cih, hubungan darah saja kau tidak punya. Adek dari mananya coba?" pancingku membuat kemarahan.
benar saja Carlos sudah naik darah dan bersiap untuk menghajar ku namun ditahan oleh Aileen yang memegangi Carlos.
"Kau...awas saja ya kau nanti, pokoknya aku tidak setuju kau menjalin hubungan dengan adikku. Awas dulu Leen biar kakak hajar orang ini, ayo kesini..." dengan amarah yang memuncak Carlos memberontak dalam celakanya Aileen.
"Bos...ini di kantor, jangan kaya gini. Malu..." ucap Aileen yang mengingatkan Carlos, jika Carlos masih seperti ini maka nanti harga dirinya akan turun.
Aldo hanya berdecak dan pergi meninggalkan Carlos yang masih tidak terima dengan perkataanya.
"HEI...KAU MAU KEMANA? JANGAN KABUR KAU? AYO SINI, DASAR BRENGSEK...HMMM" teriak Carlos yang langsung dibekap mulutnya dengan tangan Aileen.
Aileen menyeret Carlos masuk kedalam ruangannya sendiri dan Carlos masih saja menunjuk-nunjuk Aldo.