The Widower'S Charmer

The Widower'S Charmer
Part 12 F



Beberapa bulan berlalu setelah kelahiran Putri kecil Tom dan Sarah. Mereka menjadi keluarga kecil yang bahagia berkat kehadiran sang buah hati.


Mereka bergantian mengurus si kecil. Sarah sedang mencuci piring bekas makan tadi. Sedangkan Tom, dia sedang bersiap untuk berangkat ke kantor.


"Sayang aku berangkat ya." teriak Tom dari depan rumah.


"Iya." balas teriak Sarah dari dalam. Ia melanjutkan cucian piringnya yang masih menumpuk itu hingga selesai.


Setelah selesai mencuci piring, Sarah masuk ke dalam kamar mandi. Ia harus cepat-cepat mandi pagi sebelum putri kecilnya bangun dan menangis meminta susu.


hanya sebentar untuk ia mandi, setelah selesai ia berjalan ke arah ranjangnya. Namun ia tidak menemukan dimana keberadaan Aileen.


"Aileen."


"Aileen."


khawatir, ia berlari kesana-kemari mengobrak-abrik seisi rumah guna mencari Aileen. Ia sudah menangis mencari Aileen yang entah kemana pergi.


"Ya Tuhan, kemana putri ku?" Ia mengacak rambutnya frustasi karena tak kunjung menemukan sang Putri.


Ia meminta bantuan kepada iparnya, buru-buru ia menelphone kakak iparnya untuk membantunya mencari Aileen yang hilang. Ia takut Aileen diculik oleh penjahat.


Ia terus mencari Aileen di setiap sudut ruangan. Sampai akhirnya suara Nathalie membuat ia mengalihkan perhatiannya.


ia berlari memeluk kakak iparnya itu, "Kakak...putri ku hiks....dia tidak ada...." Nathalie mengelus lembut punggung Sarah.


"Tenangkan dirimu dulu Sarah. Sam sedang mencarinya."


"Bagaimana ceritanya kau bisa kehilangan Aileen?"


"Aku tidak tahu, aku tadi mencuci piring lalu mandi setelah itu aku tidak melihat Aileen didalam kamar."


"Kakak....bagaimana ini?" Sarah terus menangis frustasi karena tak kunjung menemukan putrinya itu.


"Tenang dulu Sarah, Sam akan menemukan Putrimu dengan cepat."


Nathalie menemani Sarah dirumah, ia juga sibuk menelphone orang suruhan Sam yang ditugaskan mencari ke ponakannya yang tiba-tiba hilang.


namun orang suruhan Sam tak kunjung menemukan dimana keberadaan keponakannya itu, membuat dia naik pitam.


Ia tersenyum lebar, ketika putrinya menatap ke arahnya dengan tatapan lembutnya.


"Oh...sayang, kau membaut ayah jatuh cinta lagi." Tom menempelkan pipinya dan pipi sang Putri lalu menciumnya dengan penuh cinta.


baru saja Tom merasakan bahagia karena putrinya, Aileen sudah menangis kencang.


"ow...ow...putri Ayah menangis kenapa ya? lapar iya?" Tom bangkit dari duduknya ia berpindah tempat ke sofa panjang yang tersedia di ruang kerjanya. Ia membaringkan Aileen di atas sofa tersebut lalu ia berlari mengambil tas ransel yang sudah lengkap dengan kebutuhan Aileen.


"ooooo....cup....cup....sebentar ya sayang, ayah buatkan susu dulu...." dengan tergesa-gesa Tom membuat susu untuk putrinya itu.


Setelah selesai, ia kembali mengendong sang putri dan memberikan susu itu kepada Aileen. Aileen terdiam dan tampak menikmati susu buatannya itu.


Tom tersenyum melihat betapa hausnya Aileen, "Ah ternya sangat seru ketika bekerja sambil membawa anak."


Aileen terus bersama dengan Tom, padahal dikediaman Tom dan Sarah sudah seperti kapal pecah karena orang-orang disana mencari Aileen yang tiba-tiba hilang padahal kenyataanya dibawa oleh Tom berangkat kerja.


Sore harinya Tom berjalan dengan mengendong sang putri dengan bahunya yang tersampir tas ransel berisi kebutuhan Aileen.


Para keryawan yang lewat tersenyum kagum melihat atasan mereka yang mengendong seorang bayi kecil. Membaut mereka memekik girang karena melihat keimutan bayi tersebut.


Ia masuk ke dalam mobilnya dan pulang ke rumahnya. Sungguh rasanya ia sangat bahagia sekali hari ini, putrinya tidak rewel sama sekali saat menemaninya ke kantor, paling menangis kalau lapar atau dia bab dan kencing saja.


Ia memarkirkan mobilnya di pelataran rumah ya. Ia membuka pintu mobilnya dan mengambil tas perlengkapan Aileen. Ia memasuki rumahnya dan terkejut saat sang istri dengan keadaan seperti orang gila berlari ke arahnya dan langsung mengambil Aileen dalam gendongannya.


"Hiks...sayang, dimana kau menemukan Aileen? Kau tahu aku sangat khawatir sekali." Sarah mendekap hangat sang Putri yang telah ditemukan.


"Tom, dimana kau menemukan Aileen? kami sedari tadi mencari Aileen namun tak kunjung ketemu." ini lagi, ada apa dengan Kakak iparnya ini? siapa yang hilang? Aileen?.


"Apa maksud kalian? Aileen sedari tadi bersama ku ikut ke kantor." jawabku dengan aneh.


"TOM." Bentak Nathalie yang frustasi yang jawaban Tom. Jadi selama ini Aileen di bawa ayahnya sendiri dan Sarah tidak tahu akan hal itu?.


"HUA....HIKS...." Sarah menangis histeris mendengar jawaban sang suami yang telah membuatnya menjadi orang gila seharian ini karena telah berpikir putrinya di culik ternyata penculiknya sendiri adalah suaminya.


rasanya sesak di dada.


itulah yang Sarah rasakan sekarang.