
Nathan melangkahkan kakinya dengan cepat, ia sudah berada tepat di belakang Aileen.
"Ai-"
"Kakak coba makan jambu ini, manis sekali seperti aku." mulutku langsung di suapi jambu oleh Aileen. benar katanya, rasanya manis.
"Manis bukan?" tanya David kepada ku, aku mengangguk dan mengikuti mereka berdua mencari buah jambu lagi.
seketika rasa marahku kepadanya hilang entah kemana hanya sebuah jambu.
"Kita cari buat Kak Ara, pasti baginya suka. Ayo Kak bantu cari." aku mengangguk dan mengikuti Aileen mencari jambu. aku memegangi keranjang sedangkan dia mencari buah jambu.
David pergi mencari apel. Ternyata berkebun seru juga. Aku baru tahu rasanya, aku rasa aku akan membuat kebun buah lalu setelah panen aku akan memetiknya bersama dengan Ara dan anak ku kelak, ah pasti sangat asik rasanya.
"Udah cukup buat semua. Cuci dulu Kak biar langsung di makan nanti." aku mengangguk dan membawa keranjang berisi jambu.
ku tumpahkan buah itu ke dalam ember yang sudah di isi dengan air. Aku dan Aileen berjongkok dan mencuci jambu itu.
"Aku mau buat sambal coklat nanti. biar di colek pake jambu kan enak."
"Sambal coklat?" Aileen tampak mengangguk.
"Kakak di paling belakang ada kebun strawberry coba kakak kesana dan ambil yang warnanya merah." aku mengangguk dan mengambil keranjang kecil.
aku menuju ke kebun paling belakang dan menemukan buah strawberry dan anggur.
"Yang merah, jangan yang hijau." dengan teliti aku mencari strawberry yang merah, sepertinya manis.
setelah cukup mengambil buah strawberry aku mengambil anggur yang berada di atas. semua telah selesai. aku kembali ke Aileen.
Aileen masih mencuci namun sekarang mencuci apel bersama David.
"ini." aku menyerahkan buah-buah itu kepada Aileen, Aileen memasukkannya ke dalam air bersih lalu mencucinya.
"gimana udah dapet pacar belum Vid?" tanyaku kepada David yang sibuk menata buah-buah di keranjang.
"Belum ada. Gue lagi incar Adek temen gue tapi nanti lah kalau dia udah lulus kuliah baru gue tembak."
"Statusnya apa?"
"biasa aja sih. ayahnya guru, lah kakaknya itu make up artis. biasa dandanin gue."
aku menganggukkan kepalaku paham.
"Wah terdengar suara ombak." pekiknya girang.
"Kau pikir ini dimana? sudah jelas kita di pesisir pantai jelas terdengar suara ombak." ucapku dengan kesal.
"Dih marah. Kakak kenapa sih? baperan, engak suka." kenapa jadi dia yang marah kepadaku? ah sudahlah adiknya ini memang aneh.
"David, Arka akan jadi idol nanti. jaga dia untukku oke."
"kau yakin? manjadi idol sangat berat, melelahkan sekali. hanya sedikit waktu senggang agar bisa bertemu dengan keluarga. kau tau?"
"ya aku tahu. tapi mau bagaimana? Arka menginginkan menjadi idol. lagian suaranya bagus dan unik. kau tenang saja sebentar lagi Arka akan mengikuti sekolah militer."
"ya aku akan menjaganya untukmu." Aileen tampak memeluk lengan David dengan mesra.
dia begitu kalau ada maunya kalau tidak ada di sentuh saja dia marah-marah.
saat kami sudah berada di rumah sebuah mobil berhenti di depanku, reflek kami bertiga berhenti.
keluar lah sosok wanita yang mengenakan jas dokternya, "Alya...."
Aileen berteriak dan memeluk wanita itu dengan kencang, "Wow...wow....santai dong, pengantin baru ini woy."
tanpa di duga suami Alya lah yang berteriak dengan histeris karena melihat sepupu iparnya memeluk istirnya dengan kencang, Mike tampan mencoba melepaskan Alya dari pelukan Aileen.
setelah lepas, Aileen tampak akan memukul Mike namun Mike langsung menghindar, "Aku pukul nih." ancamnya tak main-main.
"Mike jangan ngeledekin Aileen Mulu." Mike hanya terkekeh, sejak dulu Mike dan Aileen memang tidak pernah akur.
Alasannya adalah, dulu saat Aileen masuk rumah sakit dan yang merawatnya adalah Mike. disana awal pertama kali Mike bertemu dengan Alya dan mengalami cinta pandangan pertama. Mike bekerja sebagai dokter begitupun dengan Alya namun mereka berbeda rumah sakit.
singkat cerita disana Mike selalu menggoda Aileen dengan jarum suntik. saat mau di tes sakit apa, Aileen di suntik untuk di ambil darahnya. disana Aileen berteriak histeris hingga harus di pegang oleh Alya, Alex dan dua suster.
di sana Aileen selalu marah-marah kepada Mike karena tidak mau menunggunya siap untuk di suntik. bagaimana mau menunggu siap, sudah 1 jam lamanya mereka menunggu Aileen siap di ambil darahnya nyatanya Aileen hanya berdiam diri dengan tatapan mata kosong.
"Iya. Dasar pasien penakut." Mike berlari sebelum akhirnya mendapatkan Bogeman mentah dari Aileen.
baru saja Mike akan masuk ke dalam rumah, ia sudah di lempari buah apel di kepalanya hingga pecah menjadi dua bagian.
"Akh...aduh..." Mike mendesah sakit. Pelakunya yang tak lain adalah Aileen yang dengan santainya melempar buah apel ke kepala Mike. untungnya bukan pisau.